Masjid Ramah Pemudik: Wajah Islam Inklusif di Kota Seribu Gereja

RUTENG, RANAKANEWS.com –  Malam Natal dan Tahun Baru selalu membawa denyut kehidupan baru di Kota Ruteng. Jalanan dipenuhi kendaraan pemudik, wajah-wajah lelah bercampur bahagia, dan aroma pulang kampung yang begitu khas. Di tengah arus mudik itu, ada ruang singgah yang tak biasa: masjid.

Di kota yang dikenal sebagai “Kota Seribu Gereja”, dua masjid besar – Masjid Agung Baiturrahman Ruteng dan Masjid Besar Jihadul Ukhra – membuka pintu selebar-lebarnya. Mereka menyambut siapa saja yang singgah, tanpa memandang agama, asal, atau tujuan. Inisiatif ini diberi nama “Masjid Ramah Pemudik”.

Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
“Masjid bukan hanya tempat shalat. Sejak zaman Rasulullah, masjid adalah pusat kehidupan umat,” ujar Abdullah, S.Pd, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Manggarai.

Menurutnya, program ini lahir dari kebutuhan nyata: pemudik yang kelelahan, butuh istirahat, mandi, atau sekadar minum teh hangat sebelum melanjutkan perjalanan.

Fasilitas yang Menyentuh Kemanusiaan
– Tempat istirahat aman dan tenang untuk melepas penat.
– Fasilitas mandi, toilet, dan wudu yang bersih dan mudah diakses.
– Snack dan minuman ringan sebagai bentuk kepedulian.
– Suasana ramah dan humanis, membuat pemudik merasa diterima.

Bagi banyak pemudik, singgah di masjid bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal hati. “Rasanya seperti pulang, meski hanya sebentar,” kata seorang pemudik asal Borong yang singgah di Masjid Baiturrahman.

Simbol Toleransi di Kota Seribu Gereja
Ruteng adalah kota dengan mayoritas penduduk Katolik. Kehadiran masjid sebagai ruang singgah lintas iman menjadi simbol nyata kerukunan dan moderasi beragama.
“Di sini, kita belajar bahwa kemanusiaan lebih besar dari sekat agama,” tambah Abdullah.

Gotong Royong Jadi Kunci
Program ini tak mungkin berjalan tanpa dukungan banyak pihak: takmir masjid, Kemenag, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar. Semua bergandeng tangan memastikan masjid tetap aman, nyaman, dan layak sebagai rumah singgah.

Lebih Aman, Nyaman, Bermakna
Bagi para pemudik, Masjid Ramah Pemudik adalah oase di tengah perjalanan panjang. Bagi Ruteng, program ini adalah wajah Islam yang ramah, inklusif, dan berdampingan dengan keberagaman.
Di kota yang dijuluki Kota Seribu Gereja, masjid hadir bukan sebagai pembeda, melainkan sebagai pengikat persaudaraan. ( WG )

error: Konten dilindungi!