Masyarakat Satar Mese Diminta untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif di Pantai Selatan

RUTENG, RANAKANEWS.com – Ruas jalan pantai selatan dari Kabupaten Manggarai dinilai sangat sangat strategis. Pasalnya, ruas jalan ini bersentuhan langsung dengan spot wisata pantai yang begitu indah.

Selain itu tempat akses keluar-masuk bagi warga menuju ke daerah destinasi wisata Wae Rebo, Kampung Todo dan Ine Bele. Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga Satar Mese, Alfons Jemantur.

Oleh sebab itu, Alfons meminta warga Satar Mese Raya untuk kembangkan sektor ekonomi kreatif di wilayah itu. Mengingat, kata dia, ekonomi kreatif dan UMKM merupakan salah satu jawaban untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat di daerah itu.

“Sekotor ekonomi kreatif adalah jawaban untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat,” kata Alfons.

Ia juga menyinggung soal kondisi jalan yang begitu bagus sepanjang pantai selatan. Dana Instruksi Presiden sudah dialokasikan, bahkan ruas jalan itu sudah dikerjakan dengan baik dengan jenis pekerjaan HRS.

Sehingga, Ia meminta masyarakat tidak hanya menikmati ruas jalan yang begitu bagus, tetapi perlu juga melihat peluang bisnis (UMKM dan Ekonomi Kreatif) untuk meningkatkan taraf hidup.

“Misalnya usaha kuliner, jual buah-buahan dan minuman, makanan lokal dan lain sebagainya. Hal ini untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pengunjung ke daerah wisata,” ujarnya.

Ia menilai, sangat disayangkan jika ruas jalannya sudah dibangun dengan baik untuk mendukung sektor pariwisata, tetapi tidak didukung dengan ekonomi kreatif dari masyarakat.

Sementara, pemerintah pusat sudah mendukung secara penuh sektor pariwisata di pantai selatan dengan mengalokasikan untuk dua ruas jalan kurang lebih 40 miliar.

Misalnya, lanjut Alfons, anggaran pembangunan ruas jalan Iteng-Nanga Woja hingga Simpang Melo, yang terletak di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai-NTT dengan pagu anggaran 22 milliar lebih dan panjang ruas jalan yang dikerjakan 6,5 KM, yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Graha Prima, sedangkan, ruas jalan SP. Melo hingga Bangka Sumba dengan pagu anggaran 22 milliar lebih dan panjang pekerjaan 7 KM.

Sementara itu, salah satu warga Desa Tal, Rio Ganu menjelaskan, jalan merupakan sarana penunjang perekonomian masyarakat di Satar Mese. Apalagi, ruas jalan ini sangat strategis. Pasalnya, jalur penghubung daerah destinasi wisata pantai selatan, wilayah Kabupaten Manggarai.

Selain itu ruas jalan ini juga merupakan akses keluar-masuk bagi warga di beberapa desa di Kecamatan Satar Mese.

“Jalan ini dinilai sangat vital karena tempat pengangkutan hasil pertanian warga. Dan, di bagian kiri dan kanan jalan merupakan lokasi persawahan masyarakat petani di daerah itu. Satar Mese merupakan lumbung padi untuk Kabupaten Manggarai bahkan NTT. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat khususnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang telah mengalokasikan anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jaringan Daerah.

Ia menilai pemilihan daerah Satar Mese, Kabupaten Manggarai sebagai salah satu lokasi pengalokasian dana Inpres merupakan hal yang sangat tepat.

Tentu, kata dia, pembangunan infrastruktur jalan daerah dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Terima kasih kepada Presiden Jokowi atas terlaksananya Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah, percepatan pembangunan bagi jalan-jalan daerah yang menjadi prioritas pemerintah. Apresiasi juga kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai atas hasil koordinasi dan kerja samanya dengan pemerintah pusat,” kata Rio.

Ia berharap, agar pemerintah pusat mengalokasikan anggaran IJD terhadap pembangunan ruas jalan pantai selatan Manggarai-NTT secara keseluruhan.

Ruas jalan pantai selatan yang menghubungkan Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur ini dinilai sangat strategis. Jalur ini merupakan salah satu spot wisata pantai yang sangat indah dan jalan penghubung lokasi destinasi wisata Wae Rebo dan Kampung adat Todo.

“Semoga pemerintah pusat untuk mengkaji kembali lokasi ruas jalan pantai selatan Kabupaten Manggarai untuk menjadi skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan kedepannya,” ungkapnya.

Mengingat, ruas jalan itu merupakan sentral penghubung untuk beberapa lokasi wisata di wilayah itu.

Melihat kondisi jalan yang sudah dibangun oleh pemerintah, Rio meminta warga agar mengembangkan sektor ekonomi kreatif untuk menunjang keberadaan daerah wisata di Satar Mese.

“Dukung pariwisata di pantai selatan dengan mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM,” tutupnya. (KH/RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version