OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah di Kupang, Sasar Mahasiswa Lewat GERAK Syariah 2026

Foto bersama disela- sela kegiatan edukasi bertajuk KOLAK: Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Kamis (12/3/2026). (Foto: Humas OJK NTT).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah dengan menyasar generasi muda, khususnya mahasiswa.

Melalui program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026, OJK menggelar kegiatan edukasi bertajuk “KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan) Syariah di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional selama bulan Ramadan untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah.

Asisten Direktur OJK NTT, Polantoro, menegaskan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42 persen, sementara inklusinya masih 13,41 persen. Angka ini masih di bawah capaian nasional,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum strategis untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak berbasis prinsip syariah.

Sebanyak 300 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, tidak hanya dari kampus tuan rumah, tetapi juga dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang, seperti Universitas Nusa Cendana, Politeknik Negeri Kupang, Sekolah Tinggi Agama Islam Kupang, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, dan Universitas Kristen Artha Wacana.

Tak sekadar edukasi, kegiatan ini juga menghadirkan business matching dan pojok konsultasi, yang memungkinkan peserta berinteraksi langsung dengan lembaga jasa keuangan serta membuka akses terhadap produk keuangan syariah.

Materi disampaikan oleh perwakilan OJK, Bank Indonesia Provinsi NTT, Bank Syariah Indonesia Cabang Kupang, serta Pegadaian Syariah Cabang Kupang.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

OJK berharap, melalui pendekatan langsung ke kalangan mahasiswa, pemahaman terhadap keuangan syariah tidak hanya meningkat, tetapi juga diikuti dengan pemanfaatan layanan keuangan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. (*/TD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version