KUPANG, RANAKANEWS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat peningkatan signifikan, pada literasi dan inklusi keuangan sepanjang 2025 hingga triwulan II-2026.
Berdasarkan data, jumlah investor Saham meningkat, dari 40.407 Single Investor Identification (SID) pada Mei 2025, menjadi 56.629 SID pada Mei 2026. Pertumbuhan year on year mencapai 49,10 persen.
Pertumbuhan juga terlihat pada jumlah investor dan penyaluran kredit produktif melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala OJK NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata dalam kegiatan Media Briefing di Kupang, Jumat (10/7/2026) malam.
“Investor Reksa Dana juga tumbuh signifikan dari 105.539 SID menjadi 217.489 SID dengan pertumbuhan YoY sebesar 106,07 persen. Sementara investor Surat Berharga Negara (SBN), naik dari 3.013 SID, menjadi 4.097 SID.
Jumlah investor dan nilai kepemilikan saham meningkat dari Rp561 miliar pada Desember 2025 menjadi Rp838 miliar pada Mei 2026. Ini menunjukkan peningkatan partisipasi investor sekaligus nilai investasi di pasar modal,” jelasnya.
Lanjut Jimmy mengatakan, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, OJK NTT bersama PUJK gencar menggelar edukasi keuangan.
“Sepanjang Triwulan II Tahun 2025, Kantor OJK NTT telah melaksanakan 29 kegiatan literasi keuangan dengan 4.122 peserta di 11 Kabupaten/Kota,” ungkap Jimmy.
Jimmy menyebutkan, PUJK di NTT menyelenggarakan 2.191 kegiatan, dengan total 20.331 peserta, yang menjangkau 22 Kabupaten/Kota di NTT.
“Program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat,” terang Jimmy.
OJK NTT juga mendorong TPKAD sebagai penggerak inklusi keuangan. Saat ini telah terbentuk 23 TPAKD di NTT, terdiri dari 1 TPAKD Provinsi, 1 TPAKD Kota, dan 21 TPAKD Kabupaten. Hingga triwulan II 2026, realisasi program TPAKD menunjukkan hasil positif: – *Kredit Usaha Rakyat (KUR): 33.460 debitur dengan penyaluran Rp1,71 triliun – *Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR): 2.013.687 rekening dengan nominal Rp465,55 miliar – *Kredit/Pembiayaan Melawan Rentener (K/PMR): 15.615 debitur dengan penyaluran Rp99,22 miliar – *Agen Laku Pandai: 33.641 agen telah beroperasi di berbagai wilayah.
“Dengan penguatan literasi, inklusi, dan akses pembiayaan ini, diharapkan masyarakat NTT semakin melek keuangan, dan dapat memanfaatkan produk jasa keuangan, untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Saat ini OJK NTT juga memiliki 21 Galeri Investasi, yang tersebar di perguruan tinggi se-NTT, sebagai sarana edukasi pasar modal bagi generasi muda. (TD)
