Panen Jagung siklus Pertama dengan Hasil 8 Ton..Desa Riung Manggarai. (Foto: tim TEKAD )
RUTENG, RANAKANEWS.com – Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang bertujuan meningkatkan pendapatan warga miskin melalui pengembangan usaha produktif berbasis kelompok.
Program ini dijalankan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD), dengan fokus pada sektor pertanian, peternakan, dan usaha ekonomi desa.
Melalui pendampingan fasilitator, pelatihan, serta dukungan modal usaha kelompok, TEKAD mendorong masyarakat desa agar mampu meningkatkan produksi, memperluas akses pasar, dan membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Matahari pagi menyinari hamparan ladang jagung di Desa Riung, Kabupaten Manggarai pada 3 Maret 2026. Suara riang anggota kelompok tani bercampur dengan derit karung yang diisi penuh pipilan jagung. Hari itu, mereka merayakan panen raya pertama dari Program TEKAD dengan hasil yang mencapai 8 ton jagung.
Bagi warga Riung, angka itu bukan sekadar tonase. Di balik butiran jagung kuning tersimpan harapan baru: pakan ternak yang lebih terjangkau, usaha kelompok yang lebih kuat, dan pendapatan yang bisa menopang keluarga.
Suasana Panen
Di tengah ladang, Maria Agustina Maro, Fasilitator Kabupaten (Faskab) Pengembangan Ekonomi, ikut menunduk memetik jagung bersama anggota kelompok. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya.
“Jagung ini bukan hanya hasil kerja keras, tapi simbol kebersamaan. Kita memanen harapan,” katanya.
Untuk memperkuat kelembagaan kelompok penerima bantuan (KPB), pendampingan juga dilakukan oleh Ryo Bagus selaku Fasilitator Kabupaten bidang Kelembagaan, yang berperan dalam memperkuat organisasi dan manajemen kelompok usaha masyarakat.
Anak-anak desa berlarian di tepi ladang memungut jagung yang tercecer. Sementara para ibu sibuk menata hasil panen, membayangkan bagaimana jagung itu akan diolah menjadi pakan ternak atau dijual kiloan di pasar desa.
Kegiatan panen raya ini juga dihadiri berbagai unsur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan hingga pemerintah desa, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui Program TEKAD.
Dampak bagi Kelompok
Program TEKAD di Riung dirancang bukan hanya untuk meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga membangun rantai usaha ekonomi desa.
Jagung yang dipanen akan dimanfaatkan sebagai bahan pengolahan pakan ternak, khususnya untuk mendukung usaha ayam petelur, sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah dalam penguatan sektor peternakan.
Selain itu, sebagian hasil panen juga akan dipasarkan ke desa, untuk kebutuhan pakan ternak, sementara sebagian lainnya dijual dalam bentuk jagung pipilan guna menambah pendapatan kelompok.
Harapan ke Depan
Bagi anggota kelompok, panen ini menjadi bukti bahwa pendampingan teknis, kerja sama, dan penguatan kelembagaan mampu mengubah wajah ekonomi desa. Mereka percaya siklus tanam berikutnya akan lebih baik, dengan produksi yang meningkat dan pasar yang semakin terbuka.
Panen raya di Riung bukan hanya tentang jagung. Ia adalah tentang semangat warga desa yang ingin berdiri tegak, membangun ekonomi dari tanah mereka sendiri, dan menunjukkan bahwa kebersamaan bisa menghasilkan lebih dari sekadar pangan—ia melahirkan harapan. (WG)
