Pemberantasan Korupsi di Indonesia, Kota Kupang ACFFest Berantas Lewat Seni

Keterangan foto: Dari kiri ke kanan, Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda, Sutradara Film dan Penulis Naskah, Rahabi Mandra, dan Sutradara Film Dokumenter dan Pendiri Komunitas Film Kupang, Manuel Alberto Maia saat Jumpa Pers sebelum Roadshow Movie Day Satu Dekade Anti Corruption Film Festival (ACFFest) di Cinepolis Lippo Plaza Kupang pada Jumat (5/7/2024). (Dok: TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Pemberantasan korupsi di Indonesia tidak hanya dapat dilakukan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) saja atau sebagai penindakan yang umum diketahui, namum pemberantasan korupsi KPK menjalankan 3 strategi yakni, strategi pendidikan, pencegahan dan penindakan.

Edukasi bisa dilakukan melalui banyak cara, salah satunya memilih media film, karena dari film menjadi sebuah pendekatan yang sangat lunak untuk merubah paradigma dari masyarakat, tidak terkesan mengurui padahal sedang diberi pengetahuan.

Hal ini disampaikan oleh Pendiri Komunitas Film Kupang, Manuel Alberto Maia didampingi Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda, dan Penulis Naskah, Rahabi Mandra, dalam jumpa pers saat Roadshow Movie Day Satu Dekade Anti Corruption Film Festival (ACFFest) di Cinepolis Lippo Plaza Kupang pada Jumat (5/7/2024).

Ia mengatakan adanya ACFFest, bukan hanya terjadi eksplorasi visual, tapi juga menyentuh tentang kegelisahan dan kekhawatiran atas situasi perilaku koruptif yang dapat dituangkan melalui film.

“Dengan situasi perilaku koruptif saat ini, kita dapat tuangkan melalui film,” kata Alberto.

Film-film yang diproduksi atau dihasilkan dari kompetisi festival film antikorupsi memiliki nilai nilai antikorupsi yang diajarkan kepada masyarakat.

Efektifitas edukasi antikorupsi melalui media film terus menunjukkan progres peningkatan, Selama satu dekade setiap tahun submission ide cerita bertambah, ditahun 2023 menembus 600 proposal ide cerita, yang artinya keterlibatan masyarakat dalam melakukan pemberantasan korupsi melalui media film selalu meningkat setiap tahun.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda mengatakan bahwa Kota Kupang terpilih menjadi salah satu lokasi dari pelaksanaan ACFFest Movie Day ditahun 2024, satu dari 10 lokasi di Indonesia.

Menurut Medio Venda, Roadshow ACFFest Movie Day di Kota Kupang dengan tema “Berantas Korupsi Lewat Seni,” merupakan sebuah kompetisi film, dimana KPK menyelenggarakan proses edukasi bagi masyarakat secara luas terkait dengan nilai-nilai antikorupsi yang dilakukan melalui media film.

“Kita anggap bahwa kota Kupang merupakan salah satu daerah yang cukup maju untuk industri perfilman dan kita berharap bisa mewakili ide-ide segar dari wilayah Timur khusus ide bertema antikorupsi yang dibalut kearifan lokal,” katanya.

Berdasar data kajian film Kemendikbudristek terdapat 13 Komunitas film yang secara aktif tiap tahun menghasilkan karya melalui festival film lokal Flobamora dan Bioskop Pesiar.

Kota Kupang terpilih menjadi satu dari 10 Kota di Indonesia karena terdapat banyak sekali komunitas perfilman atau sineas yang bisa dieksplore lebih banyak, dan diharapkan Kota Kupang dapat mewakili Indonesia Timur dalam kompetisi film tersebut.

“Kita anggap bahwa Kota Kupang merupakan salah satu daerah yang cukup maju untuk industri perfilman dan kita berharap bisa mewakili ide-ide segar dari wilayah Timur khusus ide bertema antikorupsi yang dibalut kearifan lokal,” tambah Medio.

Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu kota tujuan dari 10 kota lainnya di Indonesia dalam Roadshow Movie Day Satu Dekade Anti Corruption Film Festival (ACFFest) atau festival film antikorupsi  dengan tema “Berantas Korupsi Lewat Seni’.

Data dari Kemendikbudristek menunjukkan ada banyak komunitas film di Kupang yang secara aktif menunjukkan karya film setiap tahun. Medio berharap Kupang bisa menyumbangkan ide-ide segar yang sesuai dengan topik anti korupsi dengan kearifan lokal.

Pada kesempatan yang sama, Sutradara Film & Penulis Naskah, Rahabi Mandra berpesan bahwa menumbuhkan semakin banyak film yang memiliki nilai baik, sehingga menjadi contoh mendidik bagi generasi selanjutnya.

ACFFest Road Show Movie Day melakukan pemutaran Film yaitu Terciduk, Ada yang Salah dengan Cinta, dan Titip Sendal. (RN)

 

error: Konten dilindungi!