LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Tumpukan tanah berpasir di jalan Nobo-Nurabelen Kecamatan Ile Bura Flotim, dari sisa banjir lahar Gunung Lewotobi, tepatnya di TPI Nurabelen, memantik Orang Muda Katolik (OMK) St.Yosef Lewotobi dipimpin Diakon Romanus Tubo Ola, bergerak turun melakukan pembersihan pada Jumat 11 September 2026, sore.
Aksi peduli lingkungan ini pula sebagai upaya nyata agar aktivitas publik tak terganggu.
Juga memberi respons serius atas sikap diamnya Pemda Flotim, melalui Dinas terkait yang tak kunjung memberi perhatian serius, mungkin karena tak punya alat berat dan anggaran.
Kerja gotong-royong ini ternyata mengundang simpati banyak pihak terlibat langsung.
Diantaranya, Camat Ile Bura Yohanes Kowa Kleden, Babinsa Ile Bura Serka Melki Bonega dan Anggota Praka Primus Lake, Bhabinkamtibmas Ile Bura Bripka Paulus Bura Hajon, Kepala Puskesmas Ile Bura Anis Kewuta, Kepala Desa Nurabelen Lambert Puka, Ketua BPD Nurabelen Hugosari Puka, Staf Kantor Camat Ile Bura, Puskesmas Ile Bura, serta warga Desa Nurabelen.
Selain itu, Plt.Kalak BPBD Flotim Ariston Kolot Laot mengirim satu armada mobil tangki air menyemprot debu, biar nyaman saat kerja bakti.
Sebagaimana pantauan langsung Wartawan di lokasi kerja, tak kurang dari 50 orang terlibat dalam kerja bakti sosial tersebut.
Bakti dimulai pukul 15.00 WITA, hingga pukul 17.30 WITA.
Diakon Romanus Tubo Ola selaku Moderator OMK Paroki St.Yosef Lewotobi dalam bincang santai menyampaikan rasa bangganya karena jalan bisa dibersihkan dan lancar digunakan warga yang melintas.
“Saya senang teman-teman OMK bisa terlibat, meskipun masih banyak yang tidak datang kerja.
Tidak apa-apa. Ini menunjukkan tanggungjawab mereka sebagai Orang Muda Katolik.
Juga dukungan langsung dari Camat Ile Bura, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Puskesmas, Tokoh Masyarakat,”katanya.
Ia berharap kepedulian seperti ini terus dilakukan, apalagi berkaitan dengan kepentingan publik.
Camat Ile Bura Yohanes Kowa Kleden saat minum kopi sore di Pendopo Paroki St.Yosef Lewotobi, juga memberikan apresiasi atas inisiatif dan sikap proaktif OMK St. Yosef Lewotobi.
“Ini menunjukkan tanggungjawab sosial yang luar biasa. Karena, urusan seperti ini terkait fasilitas publik, tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, namun itu tugas Kita semua, termasuk OMK.
Sebagai pemerintah, Kami dukung penuh dengan terlibat langsung turun kerja.
Sekali lagi terima kasih. Kedepannya, Kita tetap saling dukung demi kemajuan masyarakat dan kecamatan Ile Bura,”uangnya, memberi semangat.
Ia berharap, kerja bakti ini bisa memberi informasi yang positif kepada pemerintah daerah dan pusat, agar perhatian kedepannya akan kondisi jalan dan jembatan, serta kebutuhan alat berat untuk tanggap darurat dampak banjir lahar Gunung Lewotobi bisa lebih maksimal.
Hal yang sama diungkapkan beberapa warga yang turun kerja bakti.
“Kami berharap ini menjadi pesan serius untuk pemerintah, agar rencana bantuan alat berat seperti Excavator bencana tanggap darurat dampak banjir lahar Gunung Lewotobi bisa terwujud.
Sebab, kebutuhan akan Excavator di Nurabelen itu sangat vital saat musim hujan, karena pasti terdampak banjir lahar Gunung Lewotobi,”sebut beberapa anak muda saat sedang sekop pasir dan tanah.
Pasca kerja bakti, jalur depan TPI Nurabelen langsung lancar dilintasi kendaraan
Berbeda dengan kondisi sebelumnya, dimana di depan TPI Nurabelen, kerap kali membikin kendaraan sulit bergerak karena harus tabrak tebalnya tanah pasir berdebu bercampur batu. (OLA)












