Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit membuka Musrembang Kabupaten Manggarai yang ditandai pemukulan gong oleh Wakil Bupati Fabi Abu. ( Foto Diskominfo )
RUTENG, RANAKANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Forum strategis ini menekankan pentingnya sinergi pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Manggarai sebagai Kabupaten Layak Anak.
Kegiatan yang berlangsung di Manggarai Convention Center itu dibuka langsung oleh Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, Senin (16/3).
Turut hadir Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Penjabat Sekretaris Daerah Manggarai Lambertus Paput, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, perwakilan BUMN dan BUMD, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, konsorsium disabilitas, hingga Forum Anak Kabupaten Manggarai.
Sekretaris Bapperida Manggarai Aripin Aleksius dalam laporannya menjelaskan, Musrenbang RKPD merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif.
Menurutnya, rangkaian proses tersebut telah dimulai dari Musrenbang desa dan kelurahan, forum konsultasi publik, hingga Musrenbang tingkat kecamatan yang menghimpun aspirasi masyarakat serta pokok-pokok pikiran DPRD.
Dalam forum ini, para pemangku kepentingan membahas berbagai isu strategis pembangunan daerah, mulai dari penentuan prioritas pembangunan, program dan kegiatan, pagu indikatif, indikator kinerja, hingga lokasi pembangunan.
Selain itu, Musrenbang juga menjadi ruang penyelarasan program pembangunan Kabupaten Manggarai dengan arah pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2027.
Hal yang menarik dalam Musrenbang kali ini adalah integrasi agenda pembangunan dengan penguatan program Kabupaten Layak Anak (KLA).
Dalam sesi khusus, sejumlah narasumber memaparkan capaian serta tantangan mewujudkan Manggarai sebagai daerah yang ramah dan aman bagi anak.
Pemerintah daerah berharap forum Musrenbang RKPD 2027 dapat menghasilkan rumusan program pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.(WG)
