Pemuda Harus Cerdas Dalam Merayakan Valentine Day Tahun Ini

Oleh: Stefanus Seo Anin
Tulisan ringan ini dikemas dari beberapa sumber. Penulis mengemukakan beberapa ide pokok yang berkaitan dengan Valentine Day dengan menyesuaikan situasi tahun ini.
Penulis merasa perayaan Valentine Day tahun ini sedikit berbeda  dari tahun- tahun sebelumnya karna situasi bangsa yang di landa bencana covid-19. Akhirnya penulis mencoba mengungkapkan pikirannya lebih khusus pada pemuda dan pemudi.
Salah satu perayaan yang banyak dirayakan oleh seluruh dunia  ketika bulan Februari datang adalah Hari Valentine.
Umumnya Hari Valentine biasa disebut sebagai hari kasih sayang. Hari Valentine umumnya dirayakan dengan orang-orang tercinta, menghabiskan waktu bersama, dan bertukar hadiah ataupun mengirimkan kartu ucapan bernadakan ungkapan kasih sayang.
Sejarah Valentine pertama kali datang dari seorang pendeta dari Roma bernama Valentine, yang memiliki akhir tragis. Legenda ini menceritakan bawah Valentine dipukuli dan berakhir dipasung pada tanggal 14 Februari 278 Masehi. Bentuk eksekusi ini merupakan sebuah hukuman karena pendeta Valentine dianggap menentang kebijakan seorang Kaisar bernama Claudius II.
Berdasarkan sejarah, Claudius II ini dikenal kejam setelah membuat Roma terlibat dalam berbagai pertempuran berdarah. Hal ini agar Roma selalu menang dalam peperangan. Sehingga sang Kaisar harus menunjukkan memiliki tentara yang kuat.
\Namun hal tersebut ternyata sulit untuk diwujudkan, karena menurut sang Kaisar bala tentaranya enggan pergi ke medan perang karena terikat pada istri atau kekasih mereka. Untuk mengatasinya Claudius II melarang semua bentuk pernikahan serta pertunangan yang ada pada Roma (Sumber:DetikNews.com).
Di indonesia Sendiri Valentine dirayakan dan merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum muda pada umumnya agar merayakannya bersama pasangan masing-masing (patner).Terlepas dari itu mereka yang tidak memiliki patner juga turut merayakannya dengan kerabat-kerabat terdekatnya.
Pada Era sekarang banyak pemuda yang salah mengartikan Valentine sehingga terjerumus masuk dalam praktek amoral bersama pasangannya (bagi mereka yang mimiliki patner).Tukar menukar kado sebagai simbol kasih sayang seolah dipandang sebagai alat untuk melakukan penghisapan manusia atas manusia.
Kasus-kasus seperti ini kerap kali terjadi disetiap lingkungan hidup kita masing-masing.Valentine sebenarnya jika kita artikan hanyalah sebuah ajang untuk saling mengasihi sesama, yang dulunya sering bermusuhan wajiblah menggunakan momen ini sebagai jembatan untuk kembali saling menerima, mengasihi, bergotong royong dan saling menerima disetiap perbedaan pada kehidupan masing-masing.
Ditahun ini atau dihari valentine yang dirayakan hari ini sebetulnya kita juga sedang merayakan ulang tahunnya sebuah wabah besar yang sedang merubah atau merefresh segala aktifitas setiap individu.
Valentine kerap kali dirayakan dengan berbagai macam cara. Ada yang berpesta, jalan-jalan, makan bersama serta hal-hal lain yang mengumpulkan banyak masa/orang.
Sebagai manusia yang beradap dan tahu akan kondisi bumi saat ini, sepatutnya diharapkan agar perlu menyadari hal ini guna untuk tidak menciptakan claster baru yang berujung merenggut nyawa orang-orang tersayang disekeliling kita.
Dihari valentine ini semoga pemuda-pemudi wajiblah sebagai motor penggerak bagi setiap individu lainnya untuk menyadari hal ini, rayakan valentine dirumah saja dan cukup bertukar pesan singkat yang berisi kata-kata puitis bagi pasangannya masing-masing.
Oleh karena itu jika valentine merupakan hari kasih sayang maka sayangilah diri kita masing-masing dan sesama kita, karena jika kita sehat maka kita akan merayakannya kembali pada tahun depan dengan Sukacita.
Penulis: Mahasiswa Unimor
error: Konten dilindungi!
Exit mobile version