Pemulung Siap Bekerjasama Pemerintah Dalam Penanganan Sampah di Kota Kupang

Ketua Pemulung Kota Kupang, Yoseph Orem Blikololong. (Dok: TD/ranakanews.com)

KUPANG, RANAKANEWS.com – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terpilih, dr. Christian Widodo dan Serena C. Francies, menegaskan komitmen mereka untuk fokus menangani masalah sampah di Kota Kupang.

Hal ini disampaikan usai mengikuti rapat paripurna pengumuman penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terpilih di Kantor DPRD Kota Kupang pada Senin (20/1/2025).

“Kami nantinya akan fokus pada penanganan masalah sampah di Kota Kupang. Namun, 100 hari kerja pertama ini bukan berarti semua masalah sampah langsung selesai, karena permasalahan ini sangat kompleks. Setidaknya, kami akan menangani sampah yang berserakan di tepi jalan agar bisa berkurang secara signifikan,” ujar Christian Widodo.

Ia menjelaskan, penanganan sampah akan dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya langkah sementara. “Tidak mungkin masalah ini selesai dalam 100 hari kerja, bahkan dewa pun tidak bisa. Tapi kami berkomitmen untuk memulai dari langkah kecil, menangani sampah yang terlihat, sambil membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang memiliki nilai ekonomis,” tambahnya.

Christian juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Ini tanggung jawab bersama. Ketegasan kami tidak hanya untuk birokrasi, tetapi juga untuk masyarakat agar peduli dengan lingkungan,” tegasnya.

Ketua Pemulung Kota Kupang, Yoseph Orem Blikololong mendukung penuh atas program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, dr. Christian Widodo dan Serena C. Francies.

Terkait dengan program 100 hari kerja Wali Kota, Yoseph mengatakan bahwa dirinya bersama teman-teman pemulung Kota Kupang siap bekerjasama pemerintah Kota Kupang.

“Jadi jangan semata-mata dari dinas kebersihan, tetapi bagaimana melibatkan kami- kami pemulung karena kami tahu di lapangan bagaimana sampah yang berserakan di mana-mana di Kota Kupang saat ini,” kata Yoseph.

Ketua Pemulung yang lebih fokus di dua Kelurahan Oesapa Barat dan Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang ini mengaku bangga ketika program Wali Kota bisa mendesain sampah organik bisa jadi batu bata itu sangat luar biasa!.

“Program Wali Kota terpilih, mendesain sampah organik bisa jadi batu bata, menurut saya itu sangat luar biasa!. Karena sejauh ini sampah dikumpulkan dan di buang ke TPA. Hal ini tentunya tidak efektif dan efisien serta kurang ramah lingkungan. Tetapi apabila program ini jalan dan melibatkan kami pemulung, kami yakin Kota Kupang bersih dan indah,” ungkap Pemilik Yayasan Peduli Kasih (Sanlika) yang beralamat di Jalan Timor Raya, RT/RW 010/004, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. (MD)

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version