Pemulung Membuka Sekolah Gratis bagi Anak Jalanan

KUPANG, RANAKANEWS.com- Salah satu Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) Surya Mandala yang terletak di Jalan Timor Raya Kilo Meter 6, RT 010 RW 004, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, Nusa Tenggara  Timur (NTT) sangat memprihatinkan.

Sekolah yang didirikan oleh seorang Pemulung, masih banyak yang belum tahu bahwa di sebuah gang yang kecil di salah satu sudut kota ini ada sebuah bangunan sekolah yang di gagas dan di bangun oleh seorang lelaki yang dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan, demi untuk menghidupi keluarganya. Dan membantu masyarakat dalam hal ini pendidikan, bisa membangun  sebuah sekolah dan menyekolahkan anak-anak yang terlantar di jalan, di pasar orangtuanya tidak mampu.

“Saya bergelut dibidang pengumpulan sampah dari tahun 2004- 2020. Pada 22 Juli 2020 saya diberhentikan. Saya  tidak permasalahkan itu.  Mungkin ada yang lebih mampu mengelola sampah di Ramayana sehingga saya diberhentikan. Intinya bahwa dari pekerjaan pemulung itu saya bisa  membantu masyarakat dalam hal ini pendidikan, bisa membangun sekolah dan menyekolahkan anak-anak yang terlantar di jalan, dipasar orangtua tidak mampu,” ungkap Yoseph Orem Blikololong Pendiri  SMPS Surya Mandala dan Paud ketika ditemui di lokasi sekolah pada Senin (23/8/2021).

Terlihat bangunan sekolah tersebut masih menyatu dengan rumah tempat tinggal dari sang pendiri, Yoseph Orem Blikololong. Lelaki sederhana yang ramah menyapa wartawan itu menuturkan, pembangunan sekolah itu berawal dari keprihatinannya terhadap anak-anak usia sekolah yang berasal dari kalangan keluarga kurang  mampu di sekitar tempat tinggalnya. Yoseph, sapaan akrabnya, akhirnya nekat mendirikan sebuah sekolah.  Awalnya,  menyewa sebuah bangunan tua di Oesapa, Kota Kupang.

“Saat itu, sekitar tahun 2011, saya bangun di lokasi  yang sekarang, tapi di daerah Oesapa sana. Saya sewa sebuah gedung tua milik Hotel Cendana. Namun, seiring berjalannya waktu, pemilik menjual lahan tersebut dan kami diminta keluar.  Akhirnya, saya bangun di tempat ini walaupun sempit,” terang Yoseph.

Disinggung soal dari mana anggaran untuk mengelola sekolah ini, Yoseph menjelaskan bahwa pada awalnya dia gunakan dananya sendiri.  “Awal-awal, saya pakai dana pribadi dari hasil tabungan menjadi pemulung. Memasuki tahun ke-4 , baru lah kami dapat anggaran dana BOS,” terang Yoseph.

Menurutnya, sekolah yang dibangunnya sudah terakreditasi C, dengan 3 rombongan belajar dan tenaga pengajar sebanyak 12 orang guru. “Tahun 2021 ini angkatan yang ke-7. Untuk persentase kelulusannya, setiap tahun 100 persen, dan setiap tahunnya kita ujian di SMPN 16 Kota Kupang,” tutur Yoseph.

Terkait dengan honor guru- guru, Yoseph mengatakan, “Dulunya saya kasih  100- 200 ribu. Tapi, dalam perjalanan, saya tidak mampu lagi sehingga setelah dana BOS keluar, kami menggunakan dana BOS untuk biaya transportasi guru-guru dan kegiatan-kegiatan di sekolah. Yang paling lama itu, saya punya kepala sekolah, ibu Bendelina Mata. Dia bekerja dari tahun 2011 sampai sekarang ini. Saya angkat dia sebagai kepala sekolah karena beliau memang menginginkan pelayanan seperti ini. Jadi, mereka ini istilahnya bekerja sebagai pelayan. Tapi mereka tetap setia. Itulah yang saya salut dan apresiasi. Mereka tidak digaji tetapi mereka tetap setia melayani,” ungkap Yoseph penuh haru.

Dirinya berharap agar Pemerintah, baik Kota, Provinsi, maupun Pusat bisa memperhatikan gedung sekolah ini supaya anak-anak bisa belajar dengan tenang karena gedung SMP Swasta Surya Mandala Kupang sangat memprihatinkan.

Seorang tenaga pengajar, Selvi Tael, berharap sekolah ini bisa berkembang dan bisa berubah. “Harapan saya satu-satunya, bisa memiliki ruangan yang banyak supaya bisa menampung anak murid yang lebih banyak lagi, terutama  anak-anak jalanan menjadi anak-anak bangsa yang berbakat dan berkemampuan,” ungkap Selvi. (MD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version