KUPANG, RANAKANEWS.com – Belasan ribu petani rumput laut di Desa Tablolong Kabupaten Kupang dan Rote Ndao akan memperoleh realisasi dana kompensasi atas pencemaran Laut Timor pada 2009. Petani butuh dana itu untuk menyokong ekonomi mereka.
Pencemaran akibat tumpahan minyak perusahaan itu dinyatakan Pengadilan Federal Australia di Sydney pada 2021.
PT Exploration and Production Thailand ditetapkan untuk membayar realisasi dana kompensasi bagi petani di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao. Kompensasinya bernilai total 192.500.000 dollar AS atau Rp2,02 triliun.
Bulan Agustus 2009, anjungan minyak Montara mengalami kebakaran, sehingga menyebabkan minyak tumpah ke laut tanpa henti selama 74 hari.
Ledakan kilang minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009 tersebut telah mencemari wilayah perairan budidaya rumput laut di sejumlah pulau di kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Timor Tengah Selatan (TTS), Kota dan Kabupaten Kupang, serta wilayah perairan pantai di Pulau Sumba.
Anjungan itu berada di perairan Australia namun pencemaran minyak bergerak ke laut Timor dan memasuki wilayah pantai Indonesia.
Atas kejadian itu, ribuan petani rumput laut di NTT beberapa diantara mereka memberikan kesaksian pertama kali melihat adanya gumpalan berwarna kuning keabu-abuan, sebesar bola golf mulai menggenangi air di sekitar tanaman rumput laut di bulan September 2009. Dalam bilangan hari, tanaman rumput laut berubah menjadi putih dan mati.
Atas kejadian itu perusahaan minyak tersebut mengaku kelalaian yang terjadi dalam menghentikan dan mengelola anjungan.

“Melalui musyawarah mufakat telah ditetapkan oleh forum rapat dengan hasil penetapan adalah sebagi berikut: Telah disepakati bersama bahwa: Petani menerima hasil keputusan Montara terkait gunti rugi. Kenyamanan dan keamanan menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa dan Petani Rumput Laut, apabila: Pertama, Jumlah Realisasi ganti rugi untuk petani rumput laut Desa Tablolong dilakukan secara merata (tidak berdasarkan hasil produksi).
Kedua, Selain poin 1 diatas, maka keamanan dan kenyamanan Tim Realisasi tidak menjadi tanggungjawab Pemerintah Tablolong dan Petani Rumput Laut.
Ketiga, Jadwal Realisasi ganti Rugi paling lambat Minggu terakhir bulan September 2023,” ujar Kepala Desa Tablolong Zet A.M.Nggadas usai diskusi bersama masyarakat petani rumput laut di Kupang, Sabtu (16/09/2023).

Lebih lanjut Kades Zet Nggadas mengatakan, pihaknya (Pemerintah Desa Tablolong,red) melaksanakan rapat persiapan realisasi bagi masyarakat petani rumput laut Desa Tablolong (Gugatan Massal Montara), pada Kamis, 14 September 2023.
“Pada rapat tersebut, kami kesepakatan realisasi dan menjaga situasi keamanan dan kenyamanan bersama. Harapannya semoga semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Kades Zet Nggadas.
Pada kesempatan terpisah, Pengacara Greg Phelps menurutnya ini suatu perjuangan yang sangat panjang, satu pekerjaan juga yang sulit dilakukan.
Dan dia juga menyampaikan bahwa ini, itu, bukan merupakan kerja keras dari satu dua orang. “Jadi ini adalah hasil kerja keras dari ratusan orang di dunia ini yang ada peduli dengan kita. Jadi ini bukan kerja keras dari dirinya saja atau orang orang individu tetapi ini, itu kerjasama dari banyak orang untuk bisa melayani kita,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, kurang lebih sudah 900 hari dirinya ada di NTT, memperjuangkan hak ganti rugi untuk masyarakat petani raumput laut kita. Dia jauh dari keempat orang anaknya dan dia juga jauh dari isterinya demi memperjuangkan hak masyarakat petani rumput laut di NTT.
Desa petani rumput laut di NTT ini 81 desa. Dari 81 desa itu beliau sudah mendatangi semua desa itu. Beberapa desa itu sudah datangi banyak kali. Beberapa desa itu dia sudah datangi beberapa kali. Dan juga di dalam tahun ini (2023,red) beliau sudah mendatangi kembali 81 desa itu.
Ia juga mengatakan, dirinya berada disini itu adalah untuk melakukan tugas beliau mendistribusikan dana ganti rugi itu dia memberikan hati dia untuk masyarakat petani.
Ketika ditanya bagaimana perasaannya. Jadi menurut dia, tidak apa-apa. Baik baik saja jadi dia mendengar bagaimana penyampaian mereka (petani rumput laut,red) . Jadi dia mendengar bagaimana penyampaian mereka. Beliau peduli pada petani di 81 desa dan semua petani rumput laut di NTT.
Harapannya dana ganti rugi itu membawa kebahagiaan bagi masyarakat petani rumput laut. Beliau tidak mau dana ganti rugi itu membuat perkelahian. Dan beliau juga ingin sampaikan bahwa dana yang dibawa kepada masyarakat petani dalam bentuk ganti rugi itu tidak mengobati semua penderitaan yang dialami. Karena menurutnya bahwa uang dalam jumlah berapa pun, tentu tidak bisa memperbaiki atau mengobati penderitaan masyarakat petani dari dampak tumpahan minyak itu.
Jadi harapan dari beliau adalah beliau ingin masyarakat petani rumput laut kita itu menerima itu, mengerti itu, bahwasannya ada orang yang masih ingin peduli dengan kita. Meskipun ini sedikit tetapi ada keadilan yang akhirnya datang kepada kita atas apa yang telah terjadi pada kita. Dia sudah datang ke Kupang itu kurang lebih 60 kali, dan dia sudah memperjuangkan ini untuk masyarakat petani itu sudah sejak tahun 2011. (TD)












