Daerah  

Penemuan Mayat yang Diduga Akibat Tenggelam di Perairan Laut Desa Soliu Amfoang Barat Laut

KUPANG, RANAKANEWS.com– Pos Pol  Amfoang Barat Laut Amfoang Utara Polres Kupang mendatangi TKP penemuan mayat yang di duga akibat tenggelam di perairan laut Desa Soliu Amfoang Barat Laut, Sabtu (5/3/2022).

Menurut keterangan warga yang saat kejadian berada di TKP, Samuael Taemnanu pria (33) tahun dan Yohanis Lakusaba pria (34) tahun menjelaskan bahwa korban Ebenhaezer Taemnanu (62) warga Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupten Kupang sebelum kejadian hari Sabtu tanggal 5 Maret 2022 sekitar 08.30 Wita melihat korban berjalan dipinggir pantai laut Soliu untuk menemukan hasil tangkapan nelayan lokal untuk dijual kembali.

Samuael Taemnanu saat sedang memancing ikan didatangi oleh korban (Ebenhaezer Taemnanu) mengatakan bahwa dirinya melihat seekor Ikan sedang terapung di laut sekitar 100 meter dari pinggir pantai. Karena korban tidak bisa berenang maka korban meminta Samuel, yang saat itu sedang memancing untuk mengambil Ikan yang dimaksud, namun di tolak oleh Samuel karena takut ada Buaya. Kemudian korban berjalan menuju tempat Ikan yang dimaksud.

Satu jam kemudian Samuel (saksi) melihat korban sudah terapung di permukaan laut sekitar 30 meter dari pantai. Melihat kejadian tersebut Samuel kemudian memanggil dan meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mengevakuasi korban dari tempat ditemukan 30 meter dari pantai.

Samuel dan Yohanis Lakusaba mencoba memberikan pertolongan namun korban sudah tidak bisa tertolong (meninggal). Kejadian tersebut kemudian di laporkan ke Pos Polisi Amfoang Barat Laut.

Sementara Jenazah korban dibawa ke Rumah duka, dan dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis dari Puskesmas Soliu bersama Anggota Pos Pol Soliu.

Dari hasil pemeriksaan tenaga medis Puskesmas Soliu yang di dampingi Anggota Polisi dari Pos Pol Soliu tidak ditemukan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada korban, namun terdapat mulut mengeluarkan busa (buih) yang diduga meninggal dunia akibat tenggelam dan banyak meminum air laut yang membuat korban tidak bisa bernapas sehingga meninggal dunia.

Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan mengikhlaskan kematian korban.

Sementara itu Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, SIK,MH, membenarkan telah menerima laporan adanya seorang warga masyarakat Amfoang Barat Laut meninggal dunia akibat tenggelam saat menemukan ikan di laut.

“Murni meninggal dunia akibat tenggelam, sesuai dengan keterangan para saksi di TKP dan hasil pemeriksaan dari Puskesmas Soliu di dampingi Anggota,” tegas Kapolres. (YB/Thildis)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version