Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa

Oleh: Anastasia Dalus

Dalam kehidupan manusia, manusia tidak hanya membutuhkan kesehatan jasmani saja, untuk memenuhi kebutuhan fisik seperti makan,minum,olahraga dan istirahat.Tetapi manusia juga butuh kesehatan mental karena itu juga menjadi hal yang tidak kalah penting bagi kehidupan karena manusia juga membutuhkan kebahagian dan ketenangan.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya mereka bisa mengatasi tekanan dikehidupan yang normal,dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka.

Jadi, agar bisa menempuh pendidikan dengan lancar dan fokus belajar, seluruh mahasiswa harus dalam keadaan yang sehat baik secara fisik maupun mental. Defenisi ini dapat diartikan terwujudnya kesehatan mental akan menimbulkan keharmonisan dan dapat berfungsi untuk bisa mengendalikan diri dari masalah atau problem dan mampu menghadapi berbagai masalah yang terjadi dalam hidupnya, dan mampu berpikir secara positif sehingga dapat membuat mahasiswa fokus dalam pembelajaran dan perkuliahannya.

Kesehatan mental pada mahasiswa adalah salah satu hal penting yang harus dijaga agar jalan mereka mewujudkan mimpi tidak terhambat.

Tapi nyatanya banyak sekali dari mahasiswa dari berbagai jurusan mengalami tekanan pada kesehatan mental (mental health). Dan kenyatannya sering terjadi peristiwa yang kemudian berdampak pada rasa trauma akibat kekerasan, tekanan berlebihan, pergaulan, gaya hidup, stres karena banyak tugas dan bisa juga dapat memicu munculnya perasaan perasaan negatif yang kuat dan mendorong remaja buat ambil tindakan ekstrim dengan melukai dirinya sendiri maupun bunuh diri.

Berdasarkan penelitian internasional, isu kesehatan mental mahasiswa  maupun mahasiswi, kini menjadi masalah besar dibeberapa negara.

Hal ini akan menimbulkan suatu kejadian yang tidak diinginkan. Berdasarkan penelitian global, isu kesehatan mental kini menjadi masalah utama di beberapa negara.

Menurut catatan Mozaic Science melalui World Economic Forum(WEF) menyebutkan jumlah mahasiswa atupun mahasiswi di inggris yang mengunjungi bagian konseling kampus meningkat hampir lima kali dibandingkan sepuluh tahun yang lalu,sedangkan di Amerika Serikat,depresi dan kecemasan yang berupa gangguan mental dikalangan anak-anak yang berusia di bawah  17 tahun menjadi lebih umum.

Sementara di kalangan mahasiswa permintaan untuk konseling telah meningkat tajam. Pada tahun 2018, analisis data kesehatan mental dari seluruh Amerika Serikat, Inggris, Kanada, menemukan bahwa kekhawatiran akademis menyumbang sejumlah besar penyebab bermacam tingkat kecemasan mahasiswa. Angka inilah yang melebihi kekhawatiran soal masalah keuangan. Namun, seringkali penyakit mental dijadikan masalah biologis untuk diobati dengan obat.

Faktor inilah yang menjadi fokus Slavin,ia memiliki keyakinan,bila masalah yang dihadapi mahasiswa tidak didengarkan dan diselesaikan ,pengobatan akan menjadi hal yang sia-sia.

Misalnya, masalah yang diidentifikasikan oleh mahasiswa adalah tugas yang menumpuk, terlalu banyak materi  dan kompetisi yang kuat. Pentingnya menjaga kesehatan mental perlu diketahui sejak dini.

Seseorang dengan mental sehat akan berpengaruh pula pada kondisi fisik juga kualitas hidup. Ketika seseorang sejahtera  secara psikologis, sosial maupun emosional, maka bisa dikatakan bahwa individu tersebut  memiliki mental yang sehat.

Mental yang sehat juga merupakan cikal bakal bagi diri kita untuk terus berkembang. Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya kesehatan mental, yaitu kesehatan batin kita akan semakin baik dan tidak terganggu secara psikologis.

Alasan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Mampu menyikapi masalah dengan baik.

Orang dengan kesehatan mental yang baik tentu memiliki pikiran positif sehingga mampu untuk mengatasi segala persoalan yang ada .Penting untuk memiliki pikiran yang positif  karena hal tersebut merupakan landasan utama agar dapat melakukan aktivitas

Mampu berinteraksi dengan baik.

 Manusia tidak terlepas dari kehidupan sosial. Orang dengan kondisi mental yang sehat akan mampu berinteraksi dengan optimal karena mereka bisa menjalin komunikasi dengan muda dan juga muda berbaur dengan lingkungannya. Selain itu,dengan mental yang sehat seseorang memungkinkan untuk bisa memberikan solusi atau ide terhadap permasalahan yang sedang terjadi dilingkungannya, sehingga akan memberikan kontribusi pada circel pertemanannya.

Mendorong untuk memiliki tubuh yang sehat.

Mental yang sehat juga inti dari fisik yang sehat. Semua aktivitas serta kerja tubuh berada dibawah pengaruh otak atau pikiran. Orang dengan mental yang sehat tentunya memiliki pikiran yang sehat.

Dengan pikiran yang sehat, tentunya kita berada dalam hal yang positif, maka akan menimbulkan energi yang baik untuk tubuh. Energi baik tersebut yang nantinya akan menangkal semua energi negatif yang menyebabkan berbagai macam penyakit seperti stroke, diabetes, juga penyakit jantung.

Membantu meningkatkan konsentrasi.

Kesehatan mental memiliki hubungan yang sejajar dengan pola pikir dan juga arah pergerakan diri. Seseorang dengan mental yang sehat akan memiliki pikiran yang lebih terfokus dan terarah sehingga memudahkan untuk mengumpulkan konsentrasi sehingga dapat melakukan aktivitas dengan maksimal.

Membantu menghadapi tantangan seharian.

Stres maupun depresi sangat erat kaitannya dengan ketidaksehatan mental. Mental yang tidak sehat tentu akan mempengaruhi atau menghambat segala aktivitas yang dilakukan individu sehari-hari. Oleh karena itu, kita harus mampu mengontrol diri kita agar kegiatan atau aktivitas tidak terhalang oleh gejala gangguan mental.

Kesehatan mental menjadi salah satu ujung tombak untuk keberhasilan diri. Setelah lelah menghadapi kerasnya dunia dengan segala permasalahan yang terlalu banyak hendaknya kita juga memberi waktu untuk diri sendiri dengan berbagai hal yang positif.

Dengan begitu, kesehatan jiwa dan raga akan semakin lebih terjaga. Mental akan menjadi baik, jika kita selalu melakukan hal-hal yang berbau positif.

Gangguan mental seperti depresi, melukai diri sendiri, itu terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi segala aktivitas yang kita lakukan.

Menurut Nuansa (2022), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa, diantaranya;keluarga, pergaulan, pertemanan, gaya hidup, dan berbagai faktor lainnya.

Masalah kesehatan mental seolah-olah menghantui para mahasiswa, apalagi dengan munculnya berita sekarang yang banyak sekali terjadi bunuh diri gara- gara gangguan psikologi.

Faktor inilah yang menyebab adanya gangguan mental pada diri mahasiswa, banyaknya tekanan dari berbagai pihak, membuat seseorang akan lebih rentan terkena gangguan psikologi.

Kesehatan mental memiliki peranan yang sangat penting bagi mahasiswa, mental yang kuat akan menjamin kehidupan yang aman dan jauh dari hal-hal buruk seperti stres, depresi, dan lain sebagainya yang mempengaruhi kesehatan mental.

Mahasiswa tentunya akan menemukan berbagai macam pergaulan yang sangat beragam serta menemukan metode pembelajaran yang berbeda dibanding masa sekolah. Metode pembelajaran inilah yang akan menjadi salah satu penyebab mahasiswa terkena gangguan mental.

Menurut paparan WHO pada tahun 2019, stres lebih sering muncul terjadi karena beberapa hal sebagai berikut:

  1. Ketakutan dan kecemasan mengenai kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi.

  2. Perubahan pola makan dan pola tidur yang tidak teratur.

  3. Sulit tidur dan tidak konsentrasi

  4. Menggunakan obat-obatan.

Hal ini juga serupa dengan penyebab dari perubahan kesehatan mental dari kalangan mahasiswa di Indonesia. Ironisnya hal ini sering kali terjadi dan dianggap lazim di kalangan masyarakat. Sebagaimana kita mengetahui dampak yang diberikan oleh perubahan kesehatan mental yang sangat patut diwaspadai.

Maka dari itu berikut berapa tips dan trik yang bisa dilakukan teman-teman mahasiswa di rumah.

  1. Pendekatan spiritual, ketahui hal mana saja yang dapat kita kendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan. Dengan mengetahui hal tersebut dan selalu bersandar kepada sang maha kuasa membuat hati lebih tenang,.

  2. Olahraga teratur, usahakan untuk melakukan olahraga tiap harinya sesuai dengan kekuatan tubuh masing-masing. Berolahraga terbukti menurunkan jumlah hormon kortisol yang menjadi pemicu stres dalam tubuh.

  3. Selalu terhubung dengan sosial suport, tiap kali ada persoalan dalam hidup konsultasi atau berkomunikasi dengan orang lain itu akan jauh lebih baik. Bila rasa dukungan sosial tidak bisa teratasi hubungi orang yang lebih profesional dalam bidang psikologi.

Penting  bagi kita semua untuk sama-sama menjadi mahasiswa yang tangguh dan sehat mental. Kini saatnya kita hendaknya saling memperhatikan dan peduli terhadap sesama serta meningkatkan rasa empati terhadap sesama. Dengan beberapa cara diatas besar harapan bagi kita semua untuk tetap menjaga kesehatan mental mahasiswa.

Penulis: Mahasiswi Semester II, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng.

 
error: Konten dilindungi!