KUPANG, RANAKANEWS.com – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Program Studi Teknik Elektro melaksanakan kegiatan Pengapdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemberdayaan WKRI Cabang Santo Yosep Pekerja Penfui melalui Daur Ulang Sampah Plastik dan Kain Perca Tenun, serta Pemasaran Digital dan Pembentukan UMKM untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Mengurangi Pengangguran”.
Kegiatan PKM tersebut dilaksanakan di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Hendrikus, Binilaka, yang beralamat di Wilayah Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat 21 Agustus 2026.
Kegiatan yang dihadiri Ketua Tim PkM, Wenefrida T.Ina, S.T.,M.T, dengan materi yang berjudul ‘ Daur ulang sampah plastik menjadi produk berupa Bunga Artificial dan asesoris dari perca kain tenun’, Dr. Ir.Silvester Tena, S.T.,M.T,IPM., ASEAN Eng dengan judul materi ‘ Pembentukan UMKM’, Molina Olivia Odja, S.T.,M.T, Marianus Y.L.Lejab, S.Kom.,M.T., dengan judul materi ‘ Edit foto produk dan pemasaran didital’, juga dihadiri mahasiswa Mohammad Khairil dan Aloysius Langkamau.

Ketua PKM, Wenefrida T.Ina, S.T.,M.T sekaligus Dosen Prodi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknik Undana, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk realisasi Tri Dharma Dosen yaitu Pengapdian Kepada Masyarakat.
Ia mengatakan, Tujuan kegiatan PKM tersebut, untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu WKRI DPC St. Yosep Pekerja Penfui dalam hal menghasilkan berbagai produk kreatif dari sampah plastik dan perca tenun yang bernilai ekonomis, dan dipasarkan melalui media sosial.
Selain itu ibu-ibu juga mendapat pengetahuan bagaimana cara mengedit foto produk agar layak masuk pemasaran digital dan pembentukan UMKM. Jadi intinya kegiatan yang melibatkan ibu-ibu WKRI DPC St. Yosep Pekerja Penfui untuk mengurangi sampah plastik yang terbuang, dan meningkatkan ekonomi keluarga,” jelas Ida sapaan akrabnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, manfaat dari kegiatan, agar ibu-ibu dapat menggunakan media sosial untuk memulai bisnis sederhana.
Tim PKM mengharapkan ibu-ibu yang mendapatkan pelatihan menjadi pionir untuk ibu-ibu lain di WKRI rantingnya masing-masing, sehingga semakin banyak produk yang dapat dipasarkan oleh ibu-ibu WKRI, dan tentunya semakin mengurangi sampah plastik yang terbuang.
“Saya berharap dengan pelatihan ini ibu-ibu dapat mengasah kreativitas seni, mengisi waktu luang secara positif, serta mengubah keterampilan baru tersebut, menjadi peluang usaha mandiri guna menambah pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” ujar Ida.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Ketua WKRI DPC St.Yosep Pekerja Penfui, Mimi Catriningsih. Dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Tim PKM Undana Prodi Elektro atas dipilih daerahnya sebagai tempat PKM.
Lebih lanjut Mimi mengatakan, dengan adanya kegiatan PKM ini kami yakin akan memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya izin berusaha seperti sertifikat halal sebagai bagian dari penguatan ekonomi keluarga.

Perizinan UMK
Sementara itu, Dr. Ir. Silvester Tena, S.T.,M.T mengatakan, Kerajinan ini kalau mau dilanjutkan secara kelompok atau secara pribadi harus melakukan marketing atau pemasaran.
“Kalau mau dilanjutkan maka harus dibuatkan usaha baik pribadi maupun perorangan dengan izinan. Perizinan harus ke Disperindag/ DPMPTSP Kota atau ke Disperindag/ DPMPTSP Provinsi. Caranya mereka harus mendaftarkan secara elektronik melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Portal Utama: OSS.go.id . sistem terintegrasi untuk seluruh pendaftaran dan penerbitan izin usaha, yang dibutuhkan antara lain: KTP dan NPWP. Kalau seandainya kelompok, maka membutuhkan mereka punya SK kepengurusan dalam kelompok untuk jangka panjang. Yang penting sekarang mereka harus ada keterampilan,” kata Silvester Tena.
Silvester menjelaskan, bahwa untuk usaha dengan tingkat risiko rendah dan menengah rendah, proses perizinan berusaha cukup diselesaikan melalaui OSS, tanpa membutuhkan verivikasi atau persetujuan dari Kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah.
Sementara itu, usaha dengan tingkat risiko menengah tinggi dan risiko tinggi membutuhkan verivikasi atau persetujuan dari kementerian, lembaga atau pemerintah daerah dan proses verivikasi teknisnya bagi pelaku usaha dilaksanakan melalui OSS RBA dan sistem informasi industri nasional atau disebut SIINAS.
Untuk ke SIINAS, lanjut Silvester, harus melengkapi persyaratan dasar dan juga proses perizinan berusaha, hal itu berdasarkan Permenperin Nomor 9 Tahun 2021. Sedangkan aspek pemeriksaan yaitu perizinan dasar, kepemilikan akun SIINAS, kesesuaian lokasi industri, kesesuaian skala usaha, kesesuaian fasilitasproduksi, kesiapan melakukan kegiatan produksi, pemenuhan peraturan perundang-undangan lainnya, struktur organisasi serta sistem manajemen usaha.
“Jadi, dalam proses verivikasi teknis bagi pelaku usaha, dilakukan melalui OSS RBA dan Sistem Informasi Industeri Nasional (SIINAS) adalah harus melengkapi persyaratan dasar dan juga proses perizinan berusaha berdasarkan Permenperin Nomor 9 Tahun 2021 sedangkan aspek pemeriksaan terdiri dari: perizinan dasar, kepemilikan akun SIINAS, kesesuaian lokasi industri , kesesuaian pemilikan industri, kesesuaian dengan bidang usaha, kesesuaian skala usaha, kesesuaian fasilitas produk, kesiapan melakukan kegiatan produk, pemenuhan peraturan perundang-undangan lainnya, struktur organisasi serta sistem manajemen usaha,” jelasnya.
Sertifikat Halal
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa sertifikat halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administratif. Sertifikat halal merupakan bagian dari standar kualitas produk yang mencerminkan komitmen pelaku usaha terhadap keamanan dan kehalalan produk, sekaligus dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperkuat citra usaha.
Dosen Marianus Y.L. Lejab, S.Kom dengan judul materi ‘Edit Foto Produk dan Pemasaran Digital’. Marianus menyampaikan bahwa tujuan kegiataan PKM Undana untuk memberdayakan ibu-ibu WKRI agar memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha.
Menurutnya sering kali produk yang dibuat sebenarnya menarik, tetapi belum terlihat menarik ketika difoto atau dipromosikan. Karena itu, saya ingin ibu-ibu belajar cara mengambil foto produk menggunakan HP dengan teknik sederhana, kemudian mengolah foto tersebut menggunakan Canva menjadi media promosi yang menarik.
Harapannya peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk kerajinan yang bagus, tetapi juga mampu mempromosikan dngan baik. (TD)











