BETUN, RANAKANEWS.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malaka selenggarakan bimbingan teknis (BIMTEK) tahun 2023 untuk 365 peserta, Selasa (19/09/2023)
365 peserta bimtek ini terdiri dari 127 Kapala Desa dan 4 orang perangkat dari setiap Desa yang berjumlah 508 orang.
Kegiatan tersebut dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan tingkat Desa Kabupaten Malaka
Dalam kesempatan itu, Plt. Kapala Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Malaka, Klaudius Kapu, menjadi salah satu narasumber yang membawakan materi tentang ” kiat Pengelolaan Pemerintahan Desa yang berdaya saing dan maju”
Dalam materinya, Plt Kadis PMD Malaka menyampaikan beberapa point penting yakni, Kebijakan Pemerintahan Desa yang tepat, Pemberdayaan masyarakat, Pengelolaan Sumber daya Lokal, Infrastruktur dan layanan publik, transparansi dan akuntabilitas serta tantangan dan hambatan.
Dijelaskannya, pemerintah Desa harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan potensi Desa. Ini memungkinkan mereka untuk merancang kebijakan yang sesuai dengan karakteristik unik Desa tersebut.
kaitanya dengan perencanaan pembangunan berkelanjutan, Klaudius Kapu menjelaskan, ” Kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan aspek jangka panjang. Ini melibatkan perencanaan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan yang seimbang”
Sementara kebijakan pemerintah kabupaten Desa yang tepat, dalam materinya menyampaikan ” Inovasi dalam kebijakan pembangunan, pemerintah Desa harus terbuka terhadap ide-ide baru dan inovasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Ini dapat mencakup pendekatan baru dalam mengatasi masalah Desa.
Tidak lupa ia menjelaskan soal pemberdayaan masyarakat, bahwa ada tiga aspek penting diantaranya, :
Partisipasi aktif warga dan pembangunan : yang berarti warga Desa harus didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. Ini mencakup pemahaman tentang kebutuhan mereka dan berkontribusi dalam pelaksanaan proyek-proyek Desa.
Pembentukan organisasi masyarakat, seperti kelompok tani atau kelompok usaha kecil dapat membantu warga untuk bersatu dan mengelola sumber daya sama-sama
Pelatihan dan peningkatan kapasitas warga : pemerintah Desa dapat menyiapkan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan warga desa dalam mengelola usaha mereka sendiri.
Ia pun mengatakan untuk menjadi Desa yang maju dan berdaya saing tentu harus di perhatikan soal pengelolaan sumber daya lokal meliputi tiga aspek penting di antara :
Optimalisasi sumber daya alam, pengembangan sektor ekonomi lokal dan konservasi lingkungan.
Kaitannya dengan infrastruktur dan layanan publik, dirinya menjelakan bahwa ” Infrastruktur seperti jalan, listrik dan air bersih harus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan Desa.
Akses pelayanan terhadap kesehatan dan pendidikan, pemerintah desa harus memastikan akses yang mudah dan terjangkau.
Fasilitas umum yang berkualitas yang memiliki tujuan penting sehingga menjadi pusat pertemuan masyarakat, dan harus dijaga dan di kelola dengan baik.
Akhir dari materinya kepada 365 peserta, Plt. Kadis PMD Malaka membeberkan tantangan dan hambatan yang lazim terjadi, seperti sumber daya yang terbatas, perubahan iklim atau konflik sosial yang harus diatasi.
Sementara strategi untuk mengatasinyamengatasinya tantangan tersebut adalah mengidentifikasi dan merancang strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, termasuk kolaborasi dengan pihak luar jika di perlukan. (YB/RN)
