KUPANG, RANAKANEWS.com – Empat tahun lalu, ide itu hanya berputar dalam percakapan sederhana di antara warga Bakunase. Robert Adoe, Happy Un, dan Buce Lanu bermimpi menghadirkan sebuah pohon Natal raksasa yang bisa menjadi kebanggaan kampung. Namun, waktu dan kesempatan belum berpihak. Ide itu tersimpan, menunggu momentum yang tepat.
Momentum itu datang pada Oktober 2025, ketika Kelurahan Bakunase menggelar even budaya bertajuk “BE BAJA: Bakunase Event Bangkit untuk Jaya.” Slogan tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan semangat yang membakar warga untuk mewujudkan mimpi lama. Dari diskusi hangat di sela-sela kegiatan budaya, lahirlah tekad bulat: tahun ini pohon Natal raksasa harus berdiri.
Megah di Lapangan Mini Bakunase. Sekitar minggu ketiga Oktober, warga mulai bergerak. Dengan dana swadaya sebesar Rp15 juta, mereka merancang pohon Natal setinggi 30 meter di lapangan mini Bakunase. Pohon taduk yang berdiri kokoh dijadikan penopang utama, dengan tiang tengah dari dua batang pipa besi yang diklem kuat.
Sebanyak 36 jari-jari lampu LED dipasang mengelilingi pohon, dengan total panjang mencapai 830 meter. Sistem penggerak lampu mati-hidup dirakit sendiri oleh teknisi lokal, Bapak Harry Hau.
Hasilnya adalah sebuah karya monumental: pohon Natal yang menjulang tinggi, berkilau di malam hari, dan menjadi salah satu yang terbesar di Kota Kupang, bahkan di NTT.
Di balik kemegahan itu, ada kisah kebersamaan. Lurah Bakunase bersama pengurus LKK, majelis jemaat Rehobot Bakunase, para pendeta, dan warga bahu-membahu mendukung pembangunan. Tidak ada sponsor besar, hanya semangat swadaya dan rasa memiliki.
“Puji Tuhan, dengan semangat yang membara, minggu ketiga Oktober kami mulai merancang, dan akhirnya terpasang dengan megahnya,” ungkap salah satu tokoh pencetus ide.
Bagi warga, pohon Natal ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol persatuan dan kebangkitan kampung.
Pohon Natal raksasa Bakunase hadir untuk merayakan Natal 2025 sekaligus menyambut Tahun Baru 2026. Pohon Natal raksasa Bakunase hadir untuk merayakan Natal 2025 sekaligus menyambut Tahun Baru 2026.
Lurah Bakunase, Wilhelmus L.Diken, S.Ip mewakili Pemerintah Kota Kupang, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.
“Semoga Damai Natal 2025 dan Semangat Tahun Baru 2026 membuat Bakunase semakin bangkit menuju kejayaan, mewujudkan kampung membangun kota menata,” ujarnya kepada ranakanews.com, Selasa (2/12/2025) malam.
Di balik gemerlap lampu LED sepanjang 830 meter, ada cerita tentang mimpi yang dipendam empat tahun, tentang warga yang bergotong royong, dan tentang semangat kebangkitan sebuah kampung. Pohon Natal Bakunase bukan sekadar pohon, melainkan simbol harapan, kebersamaan, dan keyakinan bahwa dengan semangat kolektif, sebuah ide bisa menjelma menjadi karya monumental.
“Pembuatan Pohon Natal raksasa tahun 2025 ini sebagai bentuk masyarakat mendukung program Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Kupang,” ujar Lurah Wilhelmus.
Ia juga mengatakan bahwa Pohon Natal raksasa setinggi 30 meter di Bakunase, Kupang, lahir dari ide warga dan gotong royong, jadi simbol kebangkitan menyongsong Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (TD)












