KUPANG, RANAKANEWS.com – Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) kembali mencetak gebrakan akademik dengan menyelenggarakan Seminar Nasional VIII bertajuk “Inovasi Pertanian Berdampak untuk Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan”. Acara prestisius ini akan digelar pada 28–29 November 2025 di Hotel Aston, Pulau Semau, Nusa Tenggara Timur, menghadirkan pemimpin nasional, pakar internasional, dan akademisi lintas disiplin.
Sejumlah tokoh ternama dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama, antara lain Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Laksamana Madya TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., serta Prof. Ricardo Soares Malgahaes, Director of Queensland Alliance for One Health Science, University of Queensland, Australia. Tidak ketinggalan, Cardial L.O Leo Penu, S.Pt., M.Sc., Ph.D., Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politani Kupang, yang siap memaparkan strategi riset berbasis lokal.
Mengusung lima topik utama mulai dari teknologi pertanian, pengelolaan sumber daya berwawasan lingkungan, inovasi peternakan dan perikanan, hingga integrasi kecerdasan buatan dalam rantai pasok pangan, seminar ini ditujukan sebagai wadah berbagi ide, hasil penelitian, serta solusi konkret menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional.
“Melalui seminar ini, kami ingin menghadirkan platform ilmiah untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri, sehingga lahir inovasi aplikatif yang mampu memperkokoh fondasi ketahanan pangan Indonesia,” ungkap drh. Erda Rame Hau, M.Biotech., Ketua Panitia Seminar Nasional VIII.
Selain menghadirkan forum diskusi yang sarat wawasan, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari e-sertifikat, e-prosiding ber-ISBN, buku panduan, hingga peluang publikasi di jurnal terpilih. Acara ini turut disemarakkan dengan gala dinner dan field trip edukatif yang dikemas oleh PEPPSI.
Dengan biaya registrasi yang terjangkau, seminar ini terbuka bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi di seluruh tanah air. Panitia menegaskan bahwa batas akhir pengumpulan abstrak adalah 3 Oktober 2025, sementara full paper ditunggu hingga 31 Oktober 2025.
Bagi masyarakat dan akademisi yang ingin menjadi bagian dari momentum ilmiah ini, dapat menghubungi panitia melalui 08113833986 (Ibu Roosna) atau 081290056900 (Ibu Dina).
Seminar Nasional VIII Politani Kupang diyakini akan menjadi magnet ilmiah nasional, sekaligus meneguhkan Nusa Tenggara Timur sebagai pusat inovasi pertanian yang berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia dan dunia. (RL)
