Rapat Senat Luar Biasa Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Wisuda Kamis (16/10/2025) di Student Center Politani Kupang.
KUPANG, RANAKANEWS.com – Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) kembali mencatat sejarah dengan mewisuda 557 lulusan program Sarjana Terapan dan Ahli Madya pada Wisuda Periode Oktober 2025. Jumlah ini menambah total lulusan tahun 2025 menjadi 806 orang, setelah sebelumnya 249 mahasiswa diwisuda pada periode April lalu, Kupang, Kamis, 16 Oktober 2025.
Acara wisuda yang digelar dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa ini berlangsung khidmat di Student Center Politani Kupang, dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, pimpinan perguruan tinggi, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, rohaniawan, Kapolresta Kupang, senat dan sivitas akademika, serta orang tua wisudawan.
Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., dalam pidatonya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda tersebut serta kebanggaannya terhadap seluruh lulusan yang telah berhasil menuntaskan pendidikan di kampus vokasi pertanian unggulan di NTT itu.
“Prosesi wisuda ini bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi juga tonggak awal bagi para lulusan untuk berkontribusi bagi bangsa. Dunia menunggu karya dan inovasi kalian. Jadilah agen perubahan di sektor pertanian Indonesia,” ujar Johanis dalam sambutannya.
Capaian Akademik dan Kolaborasi Internasional
Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, Politani Kupang terus menunjukkan komitmen internasionalisasinya. Melalui program Joint Degree dengan Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College di Tiongkok, tujuh mahasiswa batch kedua telah berangkat belajar di China dengan skema 1+2 tahun. Batch pertama yang terdiri dari sembilan mahasiswa kini telah memasuki semester kelima.
Selain itu, kerja sama dengan Van Hall Larenstein Applied Sciences University di Belanda yang didukung oleh program Erasmus+ juga terus berkembang. Dua mahasiswa Politani saat ini tengah menempuh satu semester di Belanda, sementara dua mahasiswa asal Van Hall Larenstein melakukan internship di Politani Kupang—menandai kerja sama internasional yang berlangsung tiga tahun berturut-turut. “Kami ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar lintas negara agar memiliki wawasan global dan kompetensi internasional,” tegas Johanis.
Produktivitas Riset dan Inovasi Teknologi Pertanian
Politani Kupang juga mencatat kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang impresif. Rata-rata setiap tahun, kampus ini mempublikasikan sekitar 260 artikel ilmiah, dengan 10 persen di antaranya terbit di jurnal internasional bereputasi atau terindeks Scopus. Hingga 2025, dosen Politani telah menghasilkan 54 buku ilmiah dan 40 kekayaan intelektual yang telah memperoleh hak cipta maupun paten sederhana.
Sebanyak 18 kelompok dosen juga berhasil memperoleh pendanaan riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta LPDP, dengan total nilai mencapai Rp 3 miliar. Salah satu penelitian unggulan tentang pakan konsentrat sapi berbasis bahan lokal kaya pati, yang didanai LPDP melalui skema penelitian BERDIKARI, bahkan menjadi salah satu dari delapan riset nasional yang dipresentasikan pada Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia I di ITB Bandung yang dihadiri langsung oleh Presiden RI. “Hasil riset tersebut kini telah diadopsi oleh dunia usaha, yaitu PEPPSI, dan diproduksi secara rutin di Teaching Factory (TEFA) pabrik mini pakan Politani untuk memenuhi kebutuhan peternak binaan,” terang Johanis.
Politani Kupang Jadi Role Model Nasional “Living Lab”
Politani Kupang juga terus menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi pendidikan vokasi. Melalui Konsorsium Living Lab yang dibentuk tahun 2024 bekerja sama dengan Van Hall Larenstein Belanda, kampus ini kini menjadi role model nasional bagi pengembangan Living Lab di perguruan tinggi vokasi Indonesia. Model pengembangan tersebut telah dijadikan acuan oleh Direktorat Minat, Sains, dan Teknologi (Minatsaintek) dalam mempersiapkan peluncuran program nasional Semesta Bestari Saintek.
Prestasi Mahasiswa dan Peningkatan SDM
Kinerja mahasiswa Politani Kupang juga membanggakan. Tahun ini, tim mahasiswa berhasil meraih Juara III Lomba Agricultural Innovation Technology Competition (AITEC) antar politeknik se-Indonesia dan delapan negara asing di Politeknik Negeri Jember. Selain itu, mahasiswa Politani juga sukses meraih Juara I lomba Cerdas Cermat Bidang Pertanian tingkat NTT yang diselenggarakan Universitas Nusa Cendana.
Dari sisi SDM, Johanis mengungkapkan bahwa jumlah Guru Besar Politani Kupang akan bertambah menjadi tujuh orang, bahkan berpotensi mencapai delapan orang setelah satu dosen dinyatakan lulus seleksi dan menunggu SK pengangkatan.
Secara kelembagaan, kinerja keuangan Politani Kupang hingga triwulan II tahun 2025 menempatkannya dalam 10 besar satuan kerja terbaik Kemdiktisaintek, khususnya dalam pengelolaan perencanaan, keuangan, dan barang milik negara.
Politani Persembahkan Lulusan untuk Pembangunan NTT dan Indonesia
Menutup sambutannya, Direktur Politani Kupang menyampaikan bahwa para lulusan tahun ini siap menjadi penggerak pembangunan pertanian di NTT dan berkontribusi bagi swasembada pangan nasional.
“Kami persembahkan lulusan Politani Kupang untuk bangsa. Mereka adalah tenaga terampil yang siap mengembangkan pertanian berkelanjutan, meningkatkan ketahanan pangan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTT,” pungkas Johanis.
Acara wisuda yang berlangsung penuh khidmat ini diakhiri dengan pembacaan pantun oleh Direktur: “Pergi ke pasar membeli ketupat, jangan lupa untuk dimakan. Kalau ilmu sudah didapat, jangan lupa untuk diamalkan”. (RL)










