Politeknik Pertanian Negeri Kupang Bangun 4 Greenhouse Modern untuk Cetak Inovator Hortikultura

Keterangan Foto: Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc.

KUPANG, RANAKANEWS.com – Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) terus memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan vokasi pertanian unggulan di Indonesia Timur. Melalui Program Studi Teknologi Industri Hortikultura (TIH), kampus ini membangun empat unit greenhouse modern berstandar nasional, dengan total luas mencapai lebih dari 5.250 meter persegi. Fasilitas ini menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus dirancang untuk menjawab tantangan riset pertanian di wilayah lahan kering.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., menyatakan bahwa pembangunan greenhouse ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembelajaran vokasi berbasis teknologi.

“Greenhouse ini akan menjadi laboratorium hidup (living laboratory) yang memungkinkan mahasiswa dan dosen mengembangkan teknologi hortikultura presisi. Targetnya, minimal 500 mahasiswa setiap tahun akan melakukan praktik, penelitian, dan inovasi di fasilitas ini,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan greenhouse ini juga menjadi bagian dari upaya kampus mendukung program nasional dalam pengembangan smart farming dan pertanian berkelanjutan. Dengan teknologi terintegrasi, mahasiswa dapat memahami cara mengelola lingkungan tumbuh tanaman secara digital, mulai dari pengaturan irigasi hingga pemantauan suhu dan kelembapan.

Tanaman Melon di Greenhouse Politani Kupang.

 

Empat greenhouse tersebut masing-masing dilengkapi dengan sistem irigasi tetes hemat air, kontrol kelembapan otomatis, serta sensor iklim mikro. Teknologi ini memungkinkan pengendalian faktor lingkungan tumbuh sehingga penelitian terhadap berbagai komoditas unggulan hortikultura—mulai dari tomat, cabai, melon, hingga sayuran penghasil daun—dapat dilakukan dengan lebih akurat, efisien, dan berorientasi pada hasil yang aplikatif.

Ketua Program Studi Teknologi Industri Hortikultura, Heny M.C., S.T.P., M.Si., menegaskan bahwa fasilitas ini akan memperkuat daya saing lulusan Politani Kupang. “Mahasiswa akan terbiasa menggunakan instrumen digital pertanian dan sistem budidaya modern. Hal ini meningkatkan keterampilan mereka agar siap bersaing di sektor agribisnis maupun industri hortikultura global,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heny menambahkan bahwa keberadaan greenhouse ini menjadi titik awal transformasi pembelajaran hortikultura di kawasan timur Indonesia. Kita tidak hanya ingin menghasilkan sarjana vokasi, tetapi juga inovator muda yang mampu melahirkan teknologi baru, produk hortikultura bernilai tambah, hingga menciptakan wirausaha muda di sektor pertanian, ujarnya.

Tak hanya untuk pendidikan, keberadaan greenhouse ini juga diarahkan sebagai pusat kolaborasi riset dengan pemerintah daerah, petani hortikultura, dan pelaku UMKM. Setiap unit diproyeksikan mampu memproduksi hasil hingga 2 ton sayuran per musim. Hasil tersebut akan dimanfaatkan sebagai model agribisnis berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan lokal.

Suara antusias datang dari mahasiswa. Erdiyanto Lende, mahasiswa TIH asal Sumba Barat Daya, dan Dina Bayage, mahasiswa asal Kabupaten Yuhukimo, Provinsi Papua, mengaku sangat bersemangat dengan pembangunan fasilitas ini. “Kami bisa langsung belajar teknologi pertanian modern yang biasanya hanya ada di kampus besar di Jawa. Ini memberi kami motivasi untuk jadi petani milenial yang inovatif,” ungkap mereka bersama rekan-rekannya.

Selain untuk civitas akademika, Politani Kupang berencana menjadikan greenhouse ini sebagai pusat edukasi publik. Petani, siswa SMA, dan masyarakat umum akan diberi kesempatan mengikuti pelatihan teknologi hortikultura modern, sehingga transfer pengetahuan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Pembangunan empat unit greenhouse ini menjadi bukti nyata komitmen Politani Kupang dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu memberikan kontribusi nyata pada ketahanan pangan nasional.

Dengan hadirnya fasilitas berteknologi tinggi tersebut, Politeknik Pertanian Negeri Kupang menegaskan diri sebagai salah satu kampus vokasi pertanian pionir di Indonesia Timur. Politani Kupang terus menjawab tantangan zaman dengan membekali generasi muda keterampilan, inovasi, dan jiwa wirausaha berbasis hortikultura modern, yang pada akhirnya akan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. (RL)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version