Daerah  

Polsek Sulamu Temukan Warga Desa Oelatimo Mengapung di Muara

KUPANG, RANAKANEWS.com- Pergi dari rumah tanpa berita, seorang warga Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang – NTT ditemukan di muara.

Oni Nitanel Selai (23 tahun) warga RT 09/RW 05 Desa Oelatimo meninggal dan jasadnya meninggal di Muara Hauputu, Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Sabtu (16/04/2022).

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, SIK, MH melalui Kapolsek Sulamu IPDA Defriorintus Wee SH, mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh dua orang nelayan yang hendak pergi melaut.

Menurut saksi mata dua orang nelayan yaitu Ini Danau dan Ako Jutajo, jasad korban saat ditemukan dalam keadaan air laut pasang. Jasad korban akan hanyut dan kedua mengikat tangan korban dengan tali dan ikatkan pada pohon bakau, kemudian kedua saksi turun ke kampung Bipolo dan peristiwa tersebut ke masyarakat.

Dari penyampaian tersebut seorang warga atas nama Nikson Oenunu menambahkan bahwa diperkirakan jasad itu adalah Oni Nitanel Selai karena yang bersangkutan sudah hilang dari rumah sudah 3 hari.

Informasi penemuan jasa yang disampaikan kepada keluarga korban dan kepala Desa Oelatimo dan kepala Desa Oelatimo menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Oelatimo Bripka Frengki Yulius Nomleni dan bersama keluarga mendatangi TKP.

Setelah di TKP Bhabinkamtibmas Desa Oelatimo Bripka Frengki Yulius Nomleni bersama 4 orang warga Desa Oelatimo menggunakan perahu motor/ketinting pergi mengakut korban dan di bawa ke tepi karena saat itu jarak antara korban di temukan dengan darat -+ 300 meter.

Dari hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Naibonat Halene Atowolo Amd.Keb dan Antonius Pahkoib terhadap kondisi korban sudah bengkak dan kulit mulai terkelupas, wajah korban bengkak dan perut Korban sudah pecah.

Dari hasil pemeriksaan luar tim Medis diperkirakan korban sudah meninggal 3 hari dan pada tubuh koran tidak ada tanda kekerasan.

Menurut keluarga, korban mengalami gangguan jiwa dari usia 6 tahun hingga sekarang dan korban sudah menghilang selama 3 hari dan kemungkinan korban sampai ke TKP yang diakibatkan oleh korban tersesat dan menurut keluarga korban hal ini sering terjadi tetapi ketika melakukan didapati korban masih hidup.

Ayah korban Lukas Selai mengatakan korban menghilang dari hari Rabu tanggal 13 April 2022 ketika pulang dari kebun, korban tidak sampai ke rumah dan keluarga korban melakukan pencarian sampai hari Jumat tapi tidak di temukan.

Keluarga menerima kematian korban merupakan musibah dan membuat surat pernyataan menerima kematian dan kematian otopsi. (*/RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version