Pelayanan Pemeriksaan dan Konsultasi Kesehatan oleh Tim dokter DINKES Kab. Manggarai. (Foto: Sekretariat Paroki Kristus Raja)
RUTENG, RANAKANEWS.com — Posko Bencana Alam Paroki Kristus Raja Mbaumuku bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai menggelar Gerakan Peduli Kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026) tersebut dipusatkan di Aula Paroki Kristus Raja Mbaumuku, Ruteng, dengan melibatkan tim tenaga medis gabungan yang terdiri dari dokter umum, perawat, apoteker, serta relawan kemanusiaan.
Pelayanan ini dilakukan untuk membantu memastikan kondisi kesehatan fisik sekaligus memberikan dukungan psikologis kepada para penyintas selama masa tanggap darurat pascagempa.
Pastor Paroki Kristus Raja Mbaumuku, RD. Leonardus Eventius Noveri, mengatakan kepedulian terhadap para korban bencana menjadi tanggung jawab bersama.
“Kita harus peduli dengan keadaan ini dan tidak boleh masa bodoh,” ujar RD. Leonardus di sela-sela kegiatan.
Menurut dia, para penyintas perlu diyakinkan bahwa mereka tidak menghadapi situasi sulit tersebut seorang diri.
“Ada banyak orang yang peduli dengan keadaan saat ini dan para korban tidak sendirian. Itu yang terutama. Banyak orang yang mau berdiri bersama mereka, mau berada bersama mereka dan ikut peduli dengan keadaan yang mereka alami,” katanya.
Ia juga mengapresiasi respons Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut dengan mengerahkan tenaga medis.
“Kita harus rangkul pihak lain untuk bekerja sama, dan puji Tuhan karena ternyata Dinas Kesehatan responsif dan mengirim kita tenaga dokter luar biasa,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan memberikan sejumlah layanan kesehatan dasar kepada masyarakat terdampak gempa.
Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, skrining dan pengobatan bagi penyintas, serta pembagian obat-obatan secara gratis.
Selain pelayanan medis, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak melalui trauma healing yang dilakukan Forum Anak (FAKAM) dari
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manggarai.
Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak mengurangi rasa cemas dan trauma yang muncul setelah mengalami bencana gempa bumi.
Ketua Tim Medis sekaligus perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Glory, mengatakan Gerakan Peduli Kesehatan tersebut merupakan kegiatan positif di tengah situasi bencana yang sedang dihadapi masyarakat.
“Rata-rata sakit yang dialami oleh penyintas adalah batuk, pilek, demam, serta ada beberapa penyakit kronis lainnya,” jelas dr. Glory.
Ia mengatakan Dinas Kesehatan terus berupaya hadir di tengah masyarakat pascagempa untuk mempermudah akses warga terhadap pelayanan kesehatan.
“Dengan melihat situasi yang terjadi saat ini, dari pihak Dinas Kesehatan selama pascagempa telah hadir ke tengah masyarakat agar memudahkan mereka dalam pelayanan kesehatan,” katanya.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak sebatas pemeriksaan dan pengobatan. Tim medis juga memberikan terapi sederhana sekaligus dukungan moral kepada para penyintas.
“Kami juga tidak hanya hadir untuk pelayanan pemeriksaan dan pengobatan, tapi ada beberapa terapi sederhana yang kami bagikan kepada umat. Yang paling penting adalah saling menyemangati agar selalu tenang dan kuat dalam melewati masa-masa sulit saat ini,” sambungnya.
Gerakan Peduli Kesehatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah munculnya persoalan kesehatan yang lebih serius di tengah kondisi darurat pascagempa.
Kolaborasi antara Posko Bencana Alam Paroki Kristus Raja Mbaumuku, Dinkes Manggarai, DP3A, tenaga medis, dan relawan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan sekitarnya. (WG)












