JAKARTA, RANAKANEWS.com – Mungkin banyak yang tidak tahu, kalau setiap tanggal 1 Oktober, diperingati sebagai hari kesaktian PANCASILA.
Hari itu memiliki sejarah kelam hingga lahirnya peringatan hari KESAKTIAN PANCASILA.
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila diawali dari Gerakan 30 September (G30S) yang tak lain adalah pemberontakan untuk mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.
Lantas, kenapa Pancasila disebut sakti?
Dikutip dari laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Pancasila disebut sakti karena Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Dari banyaknya perbedaan tersebut, ragam rintangan dilalui oleh bangsa Indonesia, termasuk peristiwa G30S-PKI.
Namun nyatanya, kesaktian Pancasila dibuktikan dengan kuatnya ideologi tersebut setelah diterpa badai yang mencoba menggoyangkan hingga memecah belah dasar negara itu.
Sebenarnya apa makna Hari Kesaktian Pancasila, apa arti yang substansial di belakang kata sakti sebelum kata Pancasila?
Di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), sakti berarti mampu (kuasa) berbuat sesuatu yang melampaui kodrat alam, mempunyai kesaktian; bertuah, dan keramat.
Makna sakti dalam Kesaktian Pancasila adalah dipahami sebagai suatu sikap, pandangan yang menegaskan jika hanya Pancasila saja ideologi negara yang mampu membuat utuh kesatuan bangsa karena memiliki potensi yang kuat sebagai basis pemersatu masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pancasila adalah nilai-nilai luhur yang mempersatukan kemajemukan Indonesia akan sangat bergantung pada kemauan serta kemampuan dari setiap anggota masyarakat untuk mengamalkan Pancasila itu sendiri secara konsekuen dan konsisten dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat”dilansir dari news.detik.com
Menariknya, pada peringatan hari kesaktian PANCASILA, (1/10/2023), Bupati Malaka mempresentasikan program SAKTI yang adalah program prioritas pemerintah Kabupaten Malaka dibawah kepemimpinan SN KT.
Sama dengan kesaktian PANCASILA, program SAKTIpun memiliki makna SAKTI.
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH. MH mengatakan “Progam SAKTI” terinspirasi dari Tri SAKTI Bung Karno, “Berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan”.
Lantas? Apa kaitanya dengan hari kesaktian PANCASILA?
Kaitannya dengan momentum hari ini adalah, bagaimana program SAKTI yang menjadi polimik, cibiran, dikatakan tidak berhasil di khalayak publik Kabupaten Malaka, melanggeng jauh ke tingkat Nasional, benar-benar SAKTI.
Hebatnya, hari ini, tepatnya (1/10/2023) Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH.MH mempresentasikan program SAKTI dalam acara rakernas PDI Perjuangan di jakarta Internasional Expo (Jiexpo), Kemayoran Jakarta Pusat, terkait dengan ‘Diversifikasi Pangan berbasis kearifan lokal”
Kegiatan yang dipandu langsung oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Fransiskus Ansy Lema itu dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk elemen mahasiswa.
Bupati Malaka berbicara Swasembada pangan yang terdapat beberapa komoditi, padi, kacang dan jagung yang menjadi hasil pertanian Kabupaten yang berbatasan langsung dengan RDTL.
SN menjelaskan bahwa Kabupaten Malaka memiliki empat potensi besar yang harus dikembangkan yakni, Pertanian, Perikanan dan kelautan dan Peternakan.
Dalam sektor pertanian, Kabupaten Malaka punya brand, yang diberi nama Brand Beras Nona Malaka’ dan Brand “Forelakateu”
Dijelaskannya, Kenapa harus Nona Malaka?
Karna secara filosofis, Kabupaten Malaka menganut sistem perkawinan matrilineal.
Dikatakan SN, program SAKTI tersebut yang pertama adalah swasembada pangan sehingga kita fokus ketahanan pangan termasuk produk–produk pertanian.
Untuk beras Nona Malaka, dan Forelakateu, jelas SN, ini muncul dari potensi, sehingga kita perhatikan, karna titik fokus kita di pertanian, maka kita harus memiliki brand tersendiri, yakni Brand Beras Nona Malaka.
Dari mana beras Nona Malaka?
pemerintah daerah, membeli gabah dari petani sawah yang sebelumnya dengan harga 3.500, menjadi 5.500. Sehingga petani merasa senang dan semangat untuk bekerja lebih keras dalam memproduksi hasil pertanian sawah, Ungkap Politik PDI Perjuangan itu.
Kendati demikian, Bupati Simon mengatakan kekurangan terkait produk beras Nona Malaka kaitanya dengan pupuk, alsintan, tenaga PPL, tim pendamping.
Sehingga dalam kesempatan itu, sosok rendah hati itu, mengharapkan agar apa yang disampaikan dapat diatensi oleh kementerian pertanian.
Karna tujuan dari program SAKTI, adalah untuk mensejahterakan rakyat kabupaten Malaka diberbagai sektor. (YB/RN)
