KUPANG, RANAKANEWS.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, menggelar Lomba Robotic School Competition 2020, di Gedung Prodi Teknik Elektro FST Undana Kupang pada Sabtu (11/6/2022).
Lomba Robotic School Competition 2022 tersebut melibatkan 7 (tujuh) tim dari 5 (lima) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Kupang diantaranya SMAN 3 Kota Kupang, SMAN 5 Kota Kupang, SMAN 8 Kota Kupang Tim A dan B, dan SMAN 11 Kota Kupang.
Dari tujuh tim akan ada tiga tim yang mendapatkan juara I, II, dan III yang akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam, dan uang tunai.
Wakil Dekan 2, Johanis F.M. Bowakh, ST. MT mengatakan, “tujuan diadakan lomba Robotic School Competition 2022 tersebut sebagai promosi, sehingga Prodi Teknik Elektro bisa dikenal oleh adik-adik siswa di sekolah-sekolah sehingga pada saat mereka memilih untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi pilihan pertama mereka bisa memilih di Prodi Teknik Elektro ini. Dan ajang untuk menyalurkan bakat mereka,” kata Johanis disela-sela kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini dilakukan sebagai wadah untuk menyalurkan minat dari adik –adik di bangku SMA /SMK yang berminat dibidang elektro,” tambah Johanis.
Selanjutnya kata Johanis, “dukungan dari kami itu, berupa dukungan dana. Karena di Undana itu kegiatan dan penganggaran sudah berbasiskan prodi. Sehingga anggaran total seluruh kegiatan dalam satu tahun itu sudah diturunkan ke prodi. Dan Prodi dengan anggaran itu merancang kegiatan-kegiatan apa yang harus mereka laksanakan untuk mencapai kinerja yang dibuat pimpinan prodi dengan fakultas Teknik Elektro,” pungkas Johanis.
Harapannya minat mahasiswa untuk bisa memilih ke Teknik Elektro bertambah, sehingga bisa semakin banyak mahasiswa yang ada di prodi.
Sementara Koordinator Program Studi, Don E. D.G. Pollo, ST. MT, menyebut di Undana Teknik Elektro ada dua yaitu di FKIP dan di FST.
Don Pollo menjelaskan bahwa robotik merupakan ilmu yang tentang pembuatan robot lewat penguasaan sains dan teknonologi.
Tujuan Lomba Robotik Line Follower ingin memperkenalkan robot kepada pelajar SMA yang memiliki hobi dan bakat dengan harapan setelah tamat dapat bergabung dengan Prodi Teknik Elektro pada FST Undana.
Selain perlombaan robot, Prodi FST Undana juga memperlihatkan hasil ujian akhir mahasiswa dan demo pembuatan dan merakit robot sebagai hasil karya dari mahasiswa akhir, agar para pelajar SMA yang tertarik untuk mempelajari elektro dapat memilih bergabung dan melanjutkan kuliah di Teknik Elektro.
“Karena ada beberapa mahasiswa yang mereka tau nya Teknik Elektro itu Politeknik (Poltek). Padahal kami disini Undana, Fakultas Sains dan Teknik. Kadang mahasiswa, mereka tujuan ambil FST ketika klik di aplikasi mereka lihat di elektro saja, ternyata masuknya di FKIP. Jadi kalau kami disini Teknik Elektro, gelarnya Sarjana Teknik,” jelas Don Pollo.
Pihaknya juga ingin memperkenalkan Prodi Elektro Undana kepada masyarakat umum yang belum mengenal salah satu prodi pada Fakultas Sains dan Teknologi Undana.
“Selama ini masyarakat belum membedakan antara prodi Teknik Elektro Undana dengan Jurusan Teknik di Politeknik, bahkan masih ada calon peserta didik baru yang tidak memahami antara Prodi Elektro pada FST dengan Pendidikan Teknik Elektro pada Jurusan FKIP, sebab kedua Prodi tersebut sangat berbedadari segi keilmuan maupun penerapannya,” tutur Don Pollo.
Lebih lanjut, terkait bidang minat yang tersedia pada Prodi Teknik Elektro Undana ada tiga yaitu teknik Telekomunikasi, Teknik Komputer, Teknik Tenaga Listrik dan Kendali.
Pada Elektro Undana juga memiliki kualifikasi tenaga dosen yang memadai antaralain empat orang Doktor, dan selebihnya Dosen kualifikasi Magister,serta dua diantaranya sementara melanjutkan pendidikan Doktor (S3).
Ia menambahkan Teknik Elektro FST Undana pernah mengikuti lomba robot tingkat nasional, dan tahun 2015 berhasil mendapat juara pertama Regional V di Banjarmasin Kalimantan Selatan, sehingga kami ikut dalam lomba nasional di Universitas Muhammadyah Yogyakarta.
Dirinya mengharapkan agar peserta lomba dapat mengikuti dengan baik. “Kami rencana ke depan menggandeng alumni supaya bisa lebih banyak peserta nya juga lebih banyak pialanya, kami minta dari alumni sebagai wujud partisipasi alumni,” kata Don Pollo.
Lorens Laka, salah satu Guru pendamping siswa dari SMAN 3 Kupang mengaku senang .
“Dengan mengikuti lomba saja sudah senang,” kata Lorens.
Mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dan “kegiatan ini merupakan langkah awal dengan harapan kedepannya akan ada ektrakurikuler robotik di setiap sekolah .
Dirinya berharap kedepannya kegiatan serupa bisa terus diadakan.
Salah seorang peserta lomba, dari SMAN 3 Kupang, Grace A.Lande mengaku senang dapat mengikuti lomba.
“Tidak semua universitas bisa melakukan suatu kegiatan seperti ini. Lomba ini supaya pelajar-pelajar SMA juga bisa dikenalkan dengan robot. Robot-robot seperti ini. Karena berapa tahun lalu dari jurusan ini kan pernah ada yang ikut lomba sampai tingkat nasional. Untuk mengembangkan bibi-bibit yang ada, maka kegiatan ini tentu sangat mendukung prestasi dari NTT sendiri,” imbuh siswi kelas 11 itu.
Lebih lanjut Grace menuturkan, sekolah menyiapkan beberapa fasilitas seperti baterai-baterai yang digunakan karena baterai-baterai tersebuit kan itu dari setiap tim yang tanggung. Kalau robotnya, pihak kampus yang tanggung, jadi sekolah selain itu menyiapkan sejumlah uang; biaya transportasi dan juga biaya untuk membeli beberapa alat yang digunakan.
“Dengan mengikuti kegiatan ini kami mendapat suatu pengalaman baru dan juga kami mengharapkan memperoleh juara satu,” ungkap Grace.
Ia menyebut bagi juara satu akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1.500.000, juara dua, Rp1.000.000 dan juara 3, Rp500.000.
Diketahui lebih lanjut, setiap tim terlihat sibuk menyempurnakan program robot untuk bisa menjalankan misi menghindari dan menabrak beberapa objek di arena jalur yang telah disediakan. Tim dengan robot yang mampu menjalankan misi dengan benar dan tercepat nantinya akan dinyatakan sebagai pemenang. Seperangkat alat robotik dan beberapa hadiah menarik lainnya telah dipersiapkan untuk tim pemenang.
Sistematika Perlombaan
Lamanya waktu yang diberikan untuk satu kali race adalah 5 menit. Jika dalam 5 menit , kedua robot tidak ada yang mencapai garis finish , maka dilihat dari; Check point tertinggi, Waktu tercepat yang dicapai pada check point tertinggi.
Jika robot mengalami error (keluar jalur,berputar) maka retry diperbolehkan sekaligus melakukan kalibrasi tanpa mengganti komponen (keputusan diberikan kepada peserta, ingin retry dan melakukan kalibrasi atau tidak).
Saat melakukan start ulang atau retry ,posisi robot berada dibelakang garis start atau check point terakhir.
Jika terjadi crash antar robot , pada jalur tunggal menuju finish maka, robot akan dibiarkan untuk kembali mencari jalur lintasan (keputusan diberikan kepada peserta apakah ingin retry pada check point terakhir atau melanjutkan).
Retry dari check point terakhir.
Jika robot keluar jalur dan akan menabrak robot lawan di jalur lawan , maka robot tersebut harus retry dari check point atau dari garis start ( wasit berhak menghentikan robot tersebut dan peserta wajib melakukan start dari check point terakhir atau dari garis start awal).
Jika terdapat kecurangan pada saat start atau pada check point dengan mendorong robot ,maka mengulang dari start awal.
Setiap peserta wajib menggunakan jenis beterai yang sama yaitu alkaline AA.
Dan dari lomba Robotic School Competition 2022 tersebut kini diraih juara 1, SMAN 8 Kupang Tim A, Rp 1.500.000., Juara 2, SMAN 8 Tim B; Rp 1.000.000 dan juara 3, SMAN 5; Rp500.000. (TD)
