WAIKABUBAK,RANAKANEWS.com – Guna mewujudkan kelestarian ekosistem membutuhkan kerja sama dari setiap orang untuk saling mengingatkan agar orang-orang di sekitar kita bisa menjaga lingkungan. Dan praktik menjaga kelestarian ekosistem dapat dilakukan sejak usia dini, untuk selanjutnya menjadi perilaku menetap.
Salah satu praktik yang sering dilakukan oleh masyarakat di hampir banyak tempat adalah membuang sampah tidak pada tempatnya, penebangan pohon, dan pembakaran hutan/lahan. Praktik yang dilakukan, dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan berujung pada bencana alam.
Upaya mitigasi terhadap kerusakan lingkungan dapat dilakukan melalui diskusi penyadaran dan aksi terbuka menyelamatkan lingkungan ekosistem. Diskusi penyadaran merupakan tindakan yang diambil untuk mengubah cara pandang masyarakat baik kelompok dewasa dan anak, untuk menggugah pikiran mereka untuk memaknai kelestarian ekosistem dan kontribusinya terhadap kehidupan manusia.
Sementara, aksi terbuka menyelamatkan lingkungan adalah sebuah tindakan atau praktik yang dilakukan untuk memastikan keberlangsungan ekosistem dimasa mendatang. Praktik aksi terbuka meliputi buang sampah pada tempatnya, penanaman pohon di sekitar dan pengolahan/ daur ulang sampah. Aksi terbuka dapat dimaknai dengan keterlibatan banyak pihak dari semua kelompok umur. Selain itu, aksi terbuka dapat dilakukan melalui tulisan, tindakan dan pemanfaatan media.
Perwakilan Save the Children Indonesia, mengungkapkan bahwa Program Bangun Generasi Tangguh dan Mandiri (BESTARI) merupakan sebuah inisiasi holistik dan lintas-tematik yang diciptakan dan diimplementasikan bersama dengan mitra. BESTARI bertujuan untuk menjawab kebutuhan lokal dalam hal pembangunan dan kemanusiaan guna membawa dampak berkelanjutan bagi anak-anak. Pada konteks Sumba, program BESTARI dilaksanakan oleh Stimulant Institute dengan sub program Remaja Berdaya Bumi Sehat dan Ceria bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan anak dan komunitas terhadap risiko perubahan iklim dan bahaya lingkungan melalui penanaman pohon untuk bumi. Implementasi program ini telah dilakukan sejak bulan Agustus 2023 dan akan berakhir di bulan Februari 2024.
Program berdurasi 7 (tujuh) bulan ini telah melaksanakan berbagai aktivitas di 4 desa dan 10 Sekolah intervensi. Keseluruhan aktivitas yang dilakukan, telah menghasilkan praktik baik dari anak dan orang dewasa diwilayah intervensi dan non intervensi. Saat ini, program BESTARI telah diimplementasikan oleh mitra Save the Children, salah satunya adalah Stimulant Sumba.
Stepanus Makambombu Direktur Stimulant Institute menyampaikan bahwa program BESTARI yang dilaksanakan di Sumba Barat berfokus pada isu perubahan iklim. Dari proses pendampingan di wilayah intervensi, kami menemukan bahwa pemahaman tentang perubahan iklim masih terbatas pada cuaca panas, kekeringan dan hujan. Namun penyebab dan dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim belum diketahui secara mendalam. Oleh karenanya, program yang kami laksanakan menitik berat pada perubahan mindset dan praktik/ aksi nyata, Selasa (20/02/2024) di Aula Kantor Bupati Sumba Barat.
Dalam pelaksanaannya, kami mendapat banyak dukungan dari pemerintah daerah, akademisi dan juga private sektor dalam hal ini Bank NTT Cabang Waikabubak. Praktik-praktik yang telah dilakukan perlu disampaikan dan disebarluaskan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar untuk diadopsi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ujar Step.
Diseminasi praktik baik dan pembelajaran program BESTARI di Sumba Barat dilaksanakan melalui kegiatan Workshop berbagi praktik baik dan pembelajaran program BESTARI bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Sumba Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman keberhasilan implementasi program/ aksi yang telah dilakukan oleh program ataupun individual kepada instansi pemerintah dan sektor swasta sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran. Momentum ini juga digunakan sebagai ajang untuk memberikan informasi atas penyelenggaraan kompetisi menulis, pengembangan biopori dan podcast pelestarian ekosisten yang diselenggarakan sejak bulan November 2023.
Tercatat 20 pemenang kompetisi dari kelompok usia anak dan dewasa. Selain itu, program ini juga telah menerbitkan buku kumpulan tulisan anak Suma tentang kecintaannya terhadap lingkungan. Buku ini tidak diperjualbelikan, namum masyarakat di Sumba Barat dapat menemukan di Dinas Perpustakaan Daerah. Semoga aksi terbuka yang telah diberikan oleh banyak pihak, semakin memotivasi dan menjangkau lebih banyak pihak terutama anak-anak untuk aktif mencintai dan melestarikan lingkungan sesuai potensi yang dimiliki.
Sementara itu, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan Workshop mengatakan bahwa Stimulant Institut selaku mitra Save the Children Indonesia telah mendukung Pemerintah Daerah melalui program kewirausahaan dan sekarang Program BESTARI tentunya akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan pembangunan daerah terutama yang fokus dalam memotivasi anak Sumba untuk ikut menjaga dan melestarikan lingkungan.
Menurut Bupati Yohanis Dade, untuk mewujudkan lingkungan yang lestari tentu membutuhkan kerja sama kita semua tanpa membedakan kelompok usia. Hal ini menjadi penting karena saat ini kita menghadapi berbagai masalah lingkungan akibat ulah masyarakat sendiri seperti membuang sampah sembarangan, penebangan pohon dan pembakaran hutan/lahan yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan seluruh ekosistem di dalamnya. Perubahan iklim yang kita rasakan saat ini merupakan akibat ulah kita sendiri yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan penyelamatan lingkungan melalui aksi nyata. Salah satu aksi nyata adalah melalui peran anak-anak sumba, karena anak- anak merupakan salah satu stakeholder kunci bagi kemajuan daerah. Hal menarik dan positif dari program ini adalah anak-anak Sumba mampu menghasilkan tulisan dan telah dibukukan. Karya ini dapat menjadi referensi bagi anak – anak di pulau ini untuk terus belajar bagi kemajuan di Daerah ini teristimewa dalam melestarikan lingkungan. Apalagi program yang digagas oleh Stimulant Institute ini sejalan dengan salah satu program prioritas daerah yaitu mewujudkan Kota dan Desa BERSERI.
Di akhir sambutannya Beliau menghimbau kepada seluruh peserta workshop untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar, salah satunya dengan melakukan penanaman pohon di lahan terbuka dimulai dari tempat tinggal masing – masing, himbau Bupati Yohanis Dade.(yb/rn)










