KUPANG, RANAKA- NEWS. com– Program Bedah Rumah Pemerintah Kota Kupang dinilai tidak tepat sasaran. Meski begitu Program Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH itu juga mendapat apresiasi dari masyarakat.
Marta Elisabeth Duka Jduma Ketua RT 05/ RW 02 Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, usai rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Komisi III Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (16/7/2021) mengkritik program bedah rumah itu.
Selaku Ketua RT 05/RW 02, Elisabeth, yang didampingi Ketua RT O6, Hori Toy, Ketua RW 02 Kelurahan Manulai II Frengky Bani, Tokoh Masyarakat dari RT 04, Fanis Talle dan Tokoh Masyarakat RT 05, Samuel Yohanis menuturkan bahwa, Tahun 2018 Pemerintah Kota Kupang bersurat kepada Kelurahan Manulai II bahwa ada program bedah rumah.
“Jadi, saya sebagai Ketua RT itu, ada 2 Kepala Keluarga yang saya usulkan yakni atas nama Bapak Yulius Tanono dan Bapak Winer Besi. Lalu berjalannya waktu program bedah rumah itu, bilang tidak diadakan lagi rehap rumah. Pada bulan Februari Tahun 2021 dari kelurahan memberikan informasi lagi kepada kami sebagai RT untuk memasukan nama-nama untuk mendapatkan rehap rumah. Jadi, saya kasih masuk lagi nama Bapak Yulius Tanono, Bapak Winer Besi dan Bapak Piter Besi,” jelas Elisabeth.

Lanjut Ketua RT empat periode ini mengatakan, bahwa pada bulan Juli tahun 2021, kurang lebih seminggu yang lalu dirinya mendapat informasi bahwa warganya akan mendapat program bedah rumah.
