Proyek IJD 2025 di Manggarai sudah Rampung, Warga Diminta untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3, Balai Jalan Nasional, Nur Indah (Foto :Ist)

Ruteng, www.ranakanews.com-Proyek Inpres tahun 2025 dengan  ruas jalan Simpang Wae Rebo hingga Batas Kabupaten sudah rampung sejak 31 Desember 2025 lalu.

Peningkatan dan rehabilitasi ruas jalan ini dengan total  panjang 5 kilometer,dan  jenis pekerjaan adalah Hot Rolled Sheet (HRS).

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Wijaya Graha Prima dengan masa kerja 84 hari dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) pada 31 Desember 2025. Total anggaran proyek ini mencapai lebih dari Rp16 miliar.

” Pembangunan ruas jalan ini merupakan jawaban atas terlaksananya  Inpres nomor 11 tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah Untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi” ungkap PPK 3.3, Nur Indah kepada www.ranakanews.com.

Apa kata masyarakat?

Ruas jalan pantai selatan  dari Kabupaten Manggarai dinilai sangat sangat strategis. Pasalnya, ruas jalan ini bersentuhan langsung dengan spot wisata pantai yang begitu indah. Selain itu tempat akses keluar-masuk bagi warga menuju ke daerah destinasi wisata Wae Rebo, Kampung Todo dan Ine Bele. Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga Satar Mese, Alfons Jemantur.

Oleh sebab itu, Alfons meminta warga Manggarai, khususnya  Satar Mese raya untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif di wilayah itu. Mengingat, kata dia, ekonomi kreatif dan UMKM merupakan salah satu jawaban untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat di daerah itu.

“Sektor ekonomi kreatif adalah jawaban untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat” kata Alfons.

Ia juga menyinggung soal kondisi jalan yang begitu bagus sepanjang pantai selatan. Dana Instruksi Presiden sudah dialokasikan, bahkan ruas jalan itu sudah dikerjakan dengan baik dengan jenis pekerjaan HRS.

Sehingga, Ia meminta masyarakat tidak hanya menikmati ruas jalan yang begitu bagus, tetapi perlu juga melihat peluang bisnis (UMKM dan Ekonomi Kreatif) untuk meningkatkan taraf hidup.

“Misalnya usaha kuliner, jual buah-buahan dan minuman, makanan lokal dan lain sebagainya. Hal ini untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pengunjung ke daerah wisata” ujarnya.

Ia menilai, sangat disayangkan jika ruas jalannya sudah dibangun dengan baik untuk mendukung sektor pariwisata, tetapi tidak didukung dengan ekonomi kreatif dari masyarakat.

Sementara, pemerintah pusat  sudah mendukung secara penuh sektor pariwisata di pantai selatan dengan mengalokasikan anggaran IJD.

Sementara itu, salah satu warga  Desa Tal, Rio Ganu menjelaskan, jalan merupakan sarana penunjang perekonomian masyarakat di Satar Mese Raya . Apalagi, ruas jalan ini sangat strategis. Pasalnya, jalur penghubung daerah destinasi wisata pantai selatan, wilayah Kabupaten Manggarai.

Selain itu ruas jalan ini juga merupakan akses keluar-masuk bagi warga di beberapa desa di Kecamatan Satar Mese.

Jalan ini dinilai sangat vital karena tempat pengangkutan hasil pertanian warga. Dan, di bagian kiri dan kanan jalan merupakan lokasi persawahan masyarakat petani di daerah itu. Satar Mese merupakan lumbung padi untuk Kabupaten Manggarai bahkan NTT.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat khususnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah mengalokasikan anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jaringan Daerah” tukasnya.

Ia menilai pemilihan daerah Satar Mese- Kabupaten Manggarai sebagai salah satu lokasi pengalokasian dana Inpres merupakan hal yang sangat tepat.

Tentu, kata dia, pembangunan infrastruktur jalan daerah dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat atau dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.

“Terima kasih kepada presiden Prabowo atas terlaksananya Instruksi Presiden (Inpres) No. 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah,  percepatan pembangunan bagi jalan-jalan daerah yang menjadi prioritas pemerintah. Apresiasi juga kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai atas hasil koordinasi dan kerja samanya dengan pemerintah pusat” kata Rio.

Ia berharap, agar pemerintah pusat mengalokasikan anggaran IJD terhadap pembangunan ruas jalan pantai selatan Manggarai-NTT secara keseluruhan.

“Semoga pemerintah pusat untuk mengkaji kembali lokasi ruas jalan pantai selatan  Kabupaten Manggarai untuk menjadi skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan kedepannya” ungkapnya.

Mengingat, ruas jalan itu merupakan sentral penghubung untuk beberapa lokasi wisata di wilayah itu serta daerah swasembada pangan untuk Nusa Tenggara Timur.

Melihat kondisi jalan yang sudah dibangun oleh pemerintah, Rio meminta warga agar mengembangkan sektor ekonomi kreatif untuk menunjang keberadaan daerah wisata di Satar Mese.

“Dukung pariwisata di pantai selatan dengan mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM” tutupnya. (RN/Kons Hona)

error: Konten dilindungi!