Rektor UNITRI Berikan Kuliah Umum “Membangun Desa Wisata Unggul” bagi Pejabat Pemerintah Kabupaten Sumba Timur

Rektor UNITRI Malang, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., memberikan kuliah umum dan sharing session bertajuk “Membangun Desa Wisata Unggul” kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Kamis (21/5/2026). (Foto: YB)

WAINGAPU, RANAKANEWS.com – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan sektor kepariwisataan di Pulau Sumba, Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., memberikan kuliah umum dan sharing session bertajuk “Membangun Desa Wisata Unggul” kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan usai penandatanganan perpanjangan Kesepakatan Bersama (MoU) antara UNITRI Malang dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas pejabat Eselon II dan III, para camat, kepala perangkat daerah, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.

Turut mendampingi Rektor UNITRI dalam kegiatan tersebut yakni Agustinus Ghunu, S.E., M.MA., M.AP selaku Kepala PUSDIWASBANG UNITRI Malang dan Fendiyatmi Kusufa, S.E., M.M selaku Kepala Biro Kemahasiswaan (BKMH) UNITRI Malang.

Dalam paparannya, Prof. Dodi menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu kekuatan utama Pulau Sumba yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara terencana, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Keberhasilannya harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan yang baik, inovasi produk wisata, promosi digital yang efektif, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha.

“Desa wisata yang unggul bukan hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat lokal, menjaga kelestarian budaya, serta mempertahankan keberlanjutan lingkungan,” ujar Prof. Dodi.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dodi juga memaparkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Sumba Timur, mulai dari wisata alam, budaya, kampung adat, tenun ikat, hingga wisata berbasis komunitas yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan utama Sumba Timur terletak pada kekayaan lanskap savana, wisata bahari, tenun tradisional, kampung adat, serta ragam budaya lokal yang dapat dikembangkan menjadi paket wisata terpadu berbasis desa dan masyarakat.

Selain membahas strategi pengembangan desa wisata, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi interaktif antara peserta dan narasumber terkait berbagai tantangan pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan destinasi, pemasaran digital, hingga penguatan peran pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata lokal.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif. Berbagai pertanyaan, masukan, serta gagasan disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata yang berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kuliah umum ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara UNITRI Malang dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang tidak hanya berfokus pada pendidikan tinggi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas aparatur pemerintah, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan pembangunan daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan desa-desa wisata yang unggul, berkelanjutan, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumba Timur serta Pulau Sumba secara keseluruhan. (*/ Red)

error: Konten dilindungi!