Sambut Baru 2 Paroki di Kota Larantuka Bikin FBN 2025 Kurang Ramai, Jauh Dari Target 15000 Pengunjung

Suasana pembukaan Festival Bale Nagi Kamis 24 April 2025 Sore di Taman Felix Fernandez Larantuka: Foto (FB/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Gelaran Festival Bale Nagi 2025 berthema ‘Tora Ada, Tora Berkarya’ yang diharapkan mampu menggaet 15.000 pengunjung, termasuk peziarah Semana Santa, rupanya belum terlihat hingga hari kedua, lantaran banyak pengunjung yang bergerak datang, tapi tidak bertahan lama karena ada hajatan pesta sambut baru di dua paroki dalam Kota Larantuka yakni Paroki Maria Pembantu Abadi Weri dan Paroki Sanjuan Lebao.

“Hari ini tidak terlalu sepi juga, karena sejak Pagi hari ada kegiatan Workshop sampah dan lomba melukis.

Memang, terpantau di area pameran orang bergerak walaupun tidak bertahan lama, karena Kita tahu bersama ada pesta sambut baru di dua paroki dalam Kota Larantuka,”terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Kabelen saat dikonfirmasi Wartawan terkait suasana gelaran FBN 2025, pada hari kedua Jumat (25/4/2025) sore hingga malam yang kurang pengunjung dan sangat jauh dari target 15.000 pengunjung yang ditargetkan Pemkab Flotim, saat melaunching event ini di Gedung Perpustakaan Daerah Flotim, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Silvester memastikan seluruh acara yang telah dipersiapkan tetap berjalan hingga hari terakhir, Sabtu 26 April 2025.

“Iyah, tiap hari ada pementasan sampai dengan besok hari terakhir.

Semoga suasananya lebih ramai di hari terakhir,”ujarnya, Jumat (25/4/2025) malam.

Workshop Sampah Dukung Sapta Pesona 

Dibagian lainnya, Silvester juga sampaikan, kegiatan seperti workshop sampah oleh salah satu Kepala Bidang Kar Larantukan, diharapkan dapat muncul kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan soal estetika Kota untuk mendukung Sapta Pesona yakni : Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan.

“Selain itu, memberikan edukasi bagi warga agar harus bisa memilah sampah karena dapat memberikan fungsi limbah ketika diolah kembali dan lebih ramah lingkungan kedepan.

Pesan moralnya, mari tetap menjaga aspek kelestarian lingkungan untuk generasi yang akan datang,”terang Silvester Kabelen, lebih lanjut.

Ia berharap kedepannya ada dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak bagi pelaksanaan FBN dan pengembangan pariwisata di Flotim.

Kegiatan Workshop Sampah ini juga didukung warga pegiat sampah di Kota Larantuka.

“Iyah, betul itu Workshop Sampah bagus, sekaligus mendukung gerakan Pemda Flotim menjadikan Kota Larantuka bebas sampah.

Hanya urusan sampah ini sangat kompleks. Pemda Flotim harus mendukung dengan anggaran yang memadai dan perlu melibatkan seluruh Stackholders mulai dari rumah tangga.

Masyarakat harus diperkenalkan bagaimana tahu bedakan sampah dan mengolahnya.

Bila perlu pasca FBN 2025, Pemda dorong lomba kebersihan lingkungan dan pengolahan sampah tingkat kelurahan di Kecamatan Larantuka.

Kalau hanya sekedar Workshop tanpa aksi nyata, juga sulit merubah perilaku dan wajah Kota Larantuka,”terang Mikael, salah satu pegiat sampah di Kota Larantuka yang enggan ditulis terang identitasnya.

Kurang ramainya FBN kali ini, dan tak seperti gelaran tahun lalu juga diakui beberapa warga seputaran Kota Larantuka yang selama 2 hari datang ke lokasi FBN di Taman Felix Fernandez.

“Bukan hanya karena ada pesta sambut baru yang buat FBN tidak ramai di hari kedua, tapi memang sudah salah moment.

Bagaimana mau ramai. Ini Peziarah sudah pulang semua. Lalu, orang sibuk sambut baru. Lalu, tidak ada event yang buat orang rasa tertarik dan berjuang datang walaupun sesibuk apapun.

Jadi, wajar kalau yang datang ini tidak lebih dari 300 orang pada hari kedua.

Hari pertama sih agak ramai karena karnaval budaya, sehingga anak sekolah banyak,”ujar Thomas dan Aries, warga Larantuka saat ditemui Wartawan, di arena FBN, Kamis (25/4/2025) malam. (OLA)

error: Konten dilindungi!