KUPANG, RANAKANEWS.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar kegiatan yakni kegiatan sosial, kesehatan, dan lingkungan, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, aksi bersih pantai serta kampanye lingkungan yang melibatkan partisipasi masyarakat Kota Kupang.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HLHS 2026, Pemerintah Provinsi NTT juga telah menggelar sejumlah lomba bagi tingkat pelajar, yakni bagi siswa sekolah dasar digelar lomba mewarnai. Sedangkan bagi siswa SMP/ MTS diadakan lomba kreasi daur ulang berbahan baku sampah plastik. Sementara bagi siswa SMA/ SMK, lomba pidato bertema lingkungan. Manfaat kegiatan itu membentuk generasi muda yang peka terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang peduli dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing- masing.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Sulastri Rasyit kepada ranakanews.com di ruang kerjanya pada Kamis (4/6/2026).
Sulastri menambahkan, sebagai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, DLH Provinsi NTT akan menggelar kegiatan bersama masyarakat pada Sabtu, 6 Juni 2026 di car free day Kota Kupang.
Melalui Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, Pemprov NTT berharap semakin banyak aksi positif yang lahir dari masyarakat, baik dalam bentuk pengurangan sampah, penghijauan lingkungan, penghematan energi, maupun kegiatan edukasi yang mendorong kesadaran terhadap isu perubahan iklim.
Sementara itu, Ketua Panitia Johnni Umbu Reda Anabuni, Kepala Bidang Penataan, Pengkajian, dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Provinsi NTT mengatakan, sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemprov akan membagikan 100 bibit pohon jambu dan pohon salam pada saat car free day.
“Pembagian bibit pohon jambu dan pohon salam ini menunjukkan perhatian pemerintah untuk ikut mendorong potensi ekonomi lokal,” katanya.
Lanjut Johnni mengatakan, terwujudnya lingkungan yang bersih dan nyaman memerlukan kesamaan persepsi serta komitmen seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Untuk itu saya mengajak, mari kita samakan komitmen untuk menjaga kebersihan agar Kota Kupang menjadi daerah yang indah, hijau, dan asri,” ungkapnya.
Johnni menambahkan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup hendaknya tidak hanya diisi dengan kegiatan menanam pohon tetapi juga menjadi momentum untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTT berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam mewujudkan Kota Kupang yang bersih, hijau, indah, dan asri. (TD)
