Satu Lilin, Dua Perayaan: Dirgahayu Gembira, Rayakan 7 Tahunnya Bersama HUT RI ke-81

Satu lilin, dua perayaan di Desa Woloklibang Adonara Barat kali ini, betul-betul menjadi sesuatu yang luar biasa bagi Dirgahayu Babe Lamahadung, Siswa SDI Woloklibang yang hari ini merayakan hari ulang tahun ke 7, tepat dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Dirgahayu Babe Lamahadung, Anak SDI Woloklibang Adonara Barat Kabupaten Flores Timur, yang ikut bergembira merayakan Hari Ulang Tahun ke 7, bertepatan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81: Foto (HD/OLA/Ranakanews.com)
Dirgahayu Babe Lamahadung, Anak SDI Woloklibang Adonara Barat Kabupaten Flores Timur, yang ikut bergembira merayakan Hari Ulang Tahun ke 7, bertepatan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81: Foto (HD/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com.    Ada pemandangan berbeda dan penuh haru dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SDI Woloklibang, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pasalnya, diantara kibaran merah putih dan semarak perayaan kemerdekaan, seorang siswa kelas I, Dirgahayu Babe Lamahadung, mendapat momen istimewa, dimana tepat 17 Agustus 2026, Dirgahayu genap berusia 7 tahun.

Dirgahayu memang memiliki kisah yang unik. Ia lahir pada 17 Agustus 2019, tanggal yang sama ketika bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya.

Saat anak-anak lain merayakan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan, Dirgahayu juga merayakan hari kelahirannya bersama guru dan teman-teman di sekolah.

Pihak sekolah dan panitia menyiapkan sebuah kue ulang tahun sederhana. Ketika lilin dinyalakan, suasana seketika berubah menjadi lebih hangat.

Dengan wajah penuh kebahagiaan, Dirgahayu meniup lilin ulang tahunnya di hadapan guru dan teman-temannya.

Momen sederhana itu terasa begitu romantis dan menyentuh. Satu tiupan lilin dari seorang anak kecil seolah menjadi doa panjang tentang masa depannya agar ia tumbuh sehat, kuat, berpendidikan dan kelak menjadi kebanggaan keluarga serta bangsa.

Prosesi tersebut dipandu oleh salah satu guru, Wilhelmus Sanga. Setelah meniup lilin, Wilhelmus memeluk Dirgahayu dengan penuh kasih.

“Selamat ulang tahun, Dirgahayu. Jadilah anak yang baik, rajin belajar, dan teruslah berjuang meraih cita-cita. Semoga kelak menjadi anak yang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara,”ujar Wilhelmus.

Pelukan sang guru menjadi salah satu adegan paling menyentuh. Sebab, di balik keceriaan ulang tahun itu, Dirgahayu sedang menjalani masa kecil dengan sebuah kerinduan besar.

Ayah Dirgahayu saat ini berada di perantauan untuk mencari nafkah. Sementara sang mama telah meninggal dunia.

Karena itu, perhatian dan kasih sayang yang diberikan guru serta teman-temannya menjadi sangat berarti.

Di hari ulang tahunnya, Dirgahayu bukan hanya mendapatkan kue. Ia juga mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga yakni pelukan, doa dan rasa memiliki dari keluarga besar sekolah.

Dengan polos, Dirgahayu mengungkapkan kebahagiaannya.

“Saya senang sekali. Hari ini saya bisa tiup lilin bersama teman-teman dan guru,”katanya.

Satu Lilin, Dua Perayaan

Ada dua kebahagiaan yang bertemu pada 17 Agustus.

Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan, sementara Dirgahayu merayakan 7 tahun perjalanan hidupnya.

Dua perayaan itu bertemu dalam satu tempat: halaman sekolah, di bawah merah putih, bersama guru dan teman-temannya.

Satu lilin mewakili usia tujuh tahun Dirgahayu. Merah putih mewakili perjuangan bangsa. Dan di antara keduanya, tersimpan sebuah harapan agar generasi kecil seperti Dirgahayu kelak menjadi bagian dari masa depan Indonesia.

SDI Woloklibang sendiri berada di Desa Woloklibang, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur.

Sekolah ini berada di wilayah Pulau Adonara. Sebelumnya, desa ini terisolasi karena buruknya infrastruktur jalan, dan sempat dilanda bencana longsor, tapi kini sudah membaik pasca dibangun pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur satu dua tahun kemarin.

Namun, keterbatasan bukan alasan untuk menghentikan mimpi anak-anak.

Hari itu membuktikan Dirgahayu bisa meniup lilin di tengah riuhnya merah putih.

Mungkin kuenya sederhana, pestanya tidak mewah, tetapi kenangan itu bisa menjadi hadiah terindah dalam perjalanan hidupnya.

Sebab, tidak semua anak mendapatkan kesempatan untuk meniup lilin ulang tahun, tepat pada hari ketika seluruh negeri merayakan kemerdekaan.

Selamat ulang tahun ke-7, Dirgahayu Babe Lamahadung. Prosifisiat..semoga terang HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, memberimu spirit untuk terus bangkit, tumbuh membawa harapan untuk masa depan bangsa dan Lewotana Indonesia. (*/OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version