KUPANG, RANAKANEWS.com- Sekolah Dasar Inpres Oepura 4 Kupang pelaksanaan proses pembelajaran masih dilaksanakan secara terbatas.
“Pandemi Covid-19 membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dilakukan secara daring dengan memanfaatkan berbagai aplikasi. SDI Oepura 4 Kupang dengan cara pembagian sif sambil menunggu keputusan dari dinas untuk proses pembelajaran secara normal jadi 100 persen,” kata Kepala Sekolah, Maria Regina Dapa Wunga, S.Pd., di ruang kerjanya, Senin (17/1/2022).

“Kalau itu semua sudah terpenuhi maka SDI Bertingkat Oepura 4 Kupang yang beralamat di Jalan Sesawi, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melaksanakan proses pembelajaran secara normal atau 100 persen,” tutur Regina.
Dikatakannya siswa siswi masih menunggu jadwal yang diberikan oleh pihak Puskesmas Sikumana. Kita sedang berkoordinasi dengan pihak dokter Sikumana. Berharap dalam minggu ini harus sudah vaksin. Dan selain Puskesmas Sikumana, saya juga ada sementara berkoordinasi dengan pihak Angkatan Udara Lanud untuk pelayanan vaksin di sekolah untuk mempercepat karena jumlah siswanya banyak.
Lebih lanjut Regina menyebut, total siswa dari kelas 1-6 berjumlah 341 orang dengan 12 rombel. Kemudian Tenaga Pengajarnya 16 orang PNS, tenaga honorer termasuk pegawai ada 5 orang. Jadi total semua guru dan pegawai disini adalah 21 orang.
Terkait prosentase kelulusan dan penerimaan siswa baru, “Yang kami lakukan baru baru ini adalah memenuhi quota yang ditentukan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Kupang. Karena kita menerima siswa baru itu harus ikut zona dan quota yang ditentukan oleh dinas. Pasalnya yang mendaftar disini lebih dari quota. Yang disarankan oleh dinas hanya 56 orang siswa untuk kelas 1 dibagi 2 (dua) rombel. Tetapi yang datang mendaftar lebih dari jumlah itu, sehingga kami harus alihkan ke sekolah lain di sekolah sekolah tetangga,” jelasnya.
“Kalau kelulusan dan prosentase kenaikan kelas itu diusahakan untuk diatas 90 persen. Kenapa tidak 100 persen? karena ada siswa yang tidak mengikuti ujian, terpaksa kita kasih tahan. Namun kalau yang ikut ujian ya kita kasih naik apalagi covid 19 tidak ada istilah untuk kita tahan tahan siswa. Harus ada kebijakkan dari guru kelas untuk usahakan semua siswanya naik kelas, kecuali ada hal hal yang sangat luar biasa misalnya sakit atau menghilang saja begitu tidak masuk sekolah baru kita tahan,” katanya.
Regina menambahkan, “Tantangan pembelajaran daring ini memang kendalanya di Handphone. Tidak semua siswa miliki handphone android. Sehingga macetnya disitu. Jadi satu kelas itu mungkin lima, enam orang yang online, sementara sebagian besarnya tidak mengikuti pelajaran. Seperti itu tantangannya yang kami alami disini. Menyikapi hal itu adalah wali kelas berkunjung kerumah siswa. Jadi siswa tidak dibiarkan begitu saja tapi tetap diperhatikan,” ungkapnya.
“Berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran sekarang yang mewajibkan kita untuk harus secara virtual, maka, pertama yang saya himbau kepada orangtua, agar cepat menyusuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Segera memilki HP Android apapun yang terjadi harus usaha,” harap istri Calon Bupati SDB 2024 itu.
Kemudian kepada siswa siswi juga dirinya menegaskan agar harus menyusuaikan diri dengan perkembagan yang ada. Jadi pembelajaran online secara virtual ini tidak bisa dihindari tetap harus dilaksanakan walaupun sudah normal nantinya.
Ketika ditanya yang menjadi kebutuhan mendesak di SDI Bertingkat Oepura 4 Kupang, sekolah Akreditasi B itu, Dirinya menyampaikan yaitu komputer.
“Agar kita bisa melatih siswa berbasis komputer. Dan fasilitas lain seperti penambahan toilet. Karena Toilet guru hanya satu. Jadi yang ada sekarang ini guru laki laki, guru perempuan satu toilet mestinya kan harus pisah. Toilet siswa juga hanya satu. Mestinya kan harus pisah. Paling kurang lima. Siswa laki laki, siswa perempuan, guru laki laki, guru perempuan mesti pisah. Jadi, itu yang kita sedang usahakan (toilet). Kemudian ruang guru. Itu juga yang dibutuhkan,” ungkapnya. (TD).