Kepsek Maria Regina D. Wunga: PTM 100 Persen Apabila Guru, Pegawai dan Lansia Sudah Vaksin

KUPANG, RANAKANEWS.com- Sekolah Dasar Inpres Oepura 4 Kupang pelaksanaan proses  pembelajaran masih dilaksanakan secara  terbatas.

“Pandemi Covid-19 membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dilakukan secara daring dengan memanfaatkan berbagai aplikasi. SDI Oepura 4 Kupang  dengan cara pembagian sif sambil menunggu  keputusan dari dinas untuk proses pembelajaran secara normal jadi 100 persen,” kata Kepala Sekolah, Maria Regina Dapa Wunga, S.Pd., di ruang kerjanya, Senin (17/1/2022).

Regina menjelaskan, persyaratan untuk  masuk 100 persen; semua guru dan pegawai wajib  vaksin. Semua harus vaksin. Persyaratan yang kedua adalah semua Lansia yang ada di kelurahan Maulafa sudah vaksin kurang lebih 50 persen.

“Kalau itu semua sudah terpenuhi maka SDI  Bertingkat Oepura 4 Kupang yang beralamat di Jalan Sesawi, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melaksanakan proses pembelajaran secara normal atau 100 persen,” tutur Regina.

Dikatakannya siswa siswi masih menunggu jadwal yang diberikan oleh pihak Puskesmas Sikumana. Kita sedang berkoordinasi dengan pihak dokter Sikumana. Berharap dalam minggu ini harus sudah vaksin. Dan selain Puskesmas Sikumana, saya juga ada sementara berkoordinasi dengan pihak Angkatan Udara Lanud untuk pelayanan vaksin di sekolah untuk mempercepat karena jumlah siswanya banyak.

Lebih lanjut Regina menyebut, total siswa dari kelas 1-6 berjumlah 341 orang dengan 12 rombel. Kemudian  Tenaga Pengajarnya 16 orang PNS, tenaga honorer termasuk pegawai  ada 5 orang. Jadi total semua guru dan pegawai disini adalah 21 orang.

Terkait prosentase kelulusan dan penerimaan siswa  baru, “Yang kami lakukan baru baru ini adalah memenuhi quota yang ditentukan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Kupang. Karena kita menerima siswa baru itu harus ikut zona dan quota yang ditentukan oleh dinas.  Pasalnya yang mendaftar disini lebih dari quota. Yang disarankan oleh dinas hanya 56 orang siswa untuk kelas 1 dibagi 2 (dua) rombel.  Tetapi yang datang mendaftar lebih dari  jumlah itu, sehingga kami harus alihkan ke sekolah lain di sekolah  sekolah tetangga,” jelasnya.

“Kalau kelulusan dan prosentase kenaikan kelas itu diusahakan untuk  diatas 90 persen.  Kenapa tidak 100 persen? karena  ada siswa yang tidak mengikuti ujian, terpaksa kita kasih tahan. Namun kalau yang ikut ujian ya kita  kasih naik apalagi covid 19 tidak ada istilah untuk kita tahan tahan siswa. Harus ada kebijakkan dari guru  kelas untuk usahakan semua  siswanya naik kelas, kecuali ada  hal hal yang sangat luar biasa misalnya sakit atau menghilang saja begitu tidak masuk sekolah baru kita tahan,”  katanya.

Regina menambahkan, “Tantangan pembelajaran daring ini  memang kendalanya di Handphone. Tidak semua siswa miliki handphone android.  Sehingga macetnya disitu. Jadi satu kelas itu mungkin  lima, enam orang  yang online, sementara sebagian besarnya tidak mengikuti pelajaran. Seperti itu tantangannya yang kami  alami disini. Menyikapi hal itu adalah wali kelas berkunjung kerumah siswa. Jadi siswa tidak dibiarkan begitu saja tapi tetap diperhatikan,” ungkapnya.

“Berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran sekarang yang mewajibkan kita untuk harus secara virtual, maka, pertama yang saya himbau kepada orangtua, agar cepat menyusuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Segera memilki HP Android apapun yang terjadi harus usaha,” harap istri Calon Bupati SDB 2024 itu.

Kemudian kepada siswa siswi juga dirinya menegaskan agar harus  menyusuaikan diri dengan perkembagan yang ada. Jadi pembelajaran online secara virtual ini tidak bisa dihindari tetap harus dilaksanakan walaupun sudah normal nantinya.

Harapan kepada pemerintah. Berkaitan dengan asesmen pembelajaran. “Karena sekolah kami melaksanakan asesmen dengan menitip di sekolah lain, maka, saya minta kepada pemerintah untuk memperhatikan sekolah ini agar bisa memfasilitasi dengan pengadaan komputer agar sekolah ini bisa melaksanakan asismen di sekolah sendiri. Tidak menitip. Karena menitip ini ribet. Kita harus antar jemput anak  kesana kemari. Jadi asismen diikuti oleh kelas V. Maksudnya adalah menilai sejauh mana kemajuan sekolah ini jadi sampelnya kelas V saja. Jadi dinilai pengetahuannya, sikapnya, karakternya, itu yang dinilai,” pintanya.

Ketika ditanya yang menjadi kebutuhan mendesak di SDI Bertingkat Oepura 4 Kupang, sekolah Akreditasi  B itu, Dirinya menyampaikan yaitu komputer.

“Agar kita bisa melatih siswa berbasis komputer. Dan fasilitas lain seperti  penambahan toilet. Karena Toilet guru hanya satu. Jadi yang ada sekarang ini guru laki laki, guru perempuan  satu toilet  mestinya kan harus  pisah.  Toilet siswa juga hanya satu. Mestinya kan harus pisah. Paling kurang lima. Siswa laki laki, siswa perempuan, guru laki laki,  guru perempuan mesti pisah. Jadi, itu yang kita sedang usahakan (toilet). Kemudian ruang guru. Itu juga yang dibutuhkan,” ungkapnya. (TD).

 

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version