KUPANG, RANAKANEWS.com- Go To mendonasikan 30 unit Konsentrator Oksigen untuk Pemerintah Provinsi NTT. Serah terima konsentrator oksigen tersebut dilakukan secara langsung oleh Head of Public Policy dan Government Relation Gojek Bali Nusra, Charly Raya kepada Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi (JNS) bertempat di Lobi Lantai 1 Kantor Gubernur NTT pada Jumat (4/2/2022). Tiga puluh Unit Konsentrator Oksigen tersebut nantinya akan didistribusikan ke 22 Kabupaten/Kota di NTT.
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi menyatakan apresiasi kepada GoTo atas kepedulian bagi NTT dengan donasi 30 Unit Konsentrator Oksigen tersebut.
“Saya atas nama Pemprov dan masyarakat NTT mengucapkan banyak terima kasih kepada GoTo yang telah memberikan alat Konsentrator Oksigen. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami di Nusa Tenggara Timur dalam masa pandemi Covid-19 seperti ini,” ungkap Wagub JNS.
Sementara itu, Head of Public Policy dan Government Relation Gojek Bali Nusra, Charly Raya mengatakan donasi tersebut untuk membantu masyarakat dalam menghadapi penyebaran Coronavirus (Covid-19).
“Ini juga untuk membantu masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19. Kita tetap kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan kita harapkan tetap sehat semua sehingga ekonomi NTT dapat kembali pulih,” ujarnya.
Konsentrator Oksigen tersebut merupakan perangkat untuk menghilangkan kandungan nitrogen yang ada di udara sehingga menghasilkan oksigen murni hingga 96%. Alat ini sangat berfungsi untuk memberikan pertolongan pertama bagi orang yang terkena infeksi Covid-19 ataupun orang yang mengalami gangguan pernapasan (paru-paru) lainnya.
Untuk diketahui GoTo, merupakan grup teknologi terbesar di Indonesia yang menaungi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial, kembali mendukung Pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan mendonasikan Konsentrator Oksigen. Melalui kolaborasi dan gotong royong, konsentrator oksigen akan disalurkan secara bertahap ke berbagai rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) untuk memenuhi kebutuhan pasokan oksigen.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari semangat gerakan #BangkitBersama, yang diinisiasi oleh GoTo, sebuah gerakan yang bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia dalam penanganan Covid-19 melalui ekosistem GoTo, dan mendukung masyarakat, termasuk UMKM dan Pekerja Sektor Informal, untuk dapat bangkit kembali seusai pandemi Covid-19, sekaligus membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Pada tahap sebelumnya, GoTo telah menyerahkan juga unit konsentrator oksigen kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), yang dilanjutkan dengan penyerahan ke Pemprov Jabar, Pemkot Yogyakarta, Pemkab Bantul, Sleman dan Kulon Progo, Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, Pemkot Malang, Pemprov Bali, Pemprov NTB dan Pemprov Sumbar.
Pembina Perhimpinan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) NTT, dr. Debora S.Liana menyebut ada 14 penderita Thalassemia di Provinsi NTT. 14 penderita Thalassemia itu tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Belu, Malaka, Sikka, Flores Timur dan Timor Tengah Selatan (TTS).
“Kota Kupang itu ada 8 orang, Malaka 1 orang, TTS 1 orang, Belu 1 orang, Larantuka 2 orang dan Maumere 1 orang. ini yang terdata, tetapi saya yakin jika ada satu orang menderita Thalassemia maka pasti ada keluarga lain yang menderita juga, sehinggakita harus melakukan skrining ,” ujarnya.
dr. Debora menuturkan, Thalassemia ini adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Kekurangan sel darah merah yang ada di dalam keluarga bisa diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnnya.
“Penderita Thalassemia ini bukan keganasan seperti kanker darah. Penderita Thalassemia bisa bertahan hidup sampai dewasa yang penting melakukan transfusi darah setiap bulan,” ujarnya.
dr. Debora menjelaskan, Thalassemia adalah penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dicegah.
“Kami bekerjasama dengan PMI untuk menyediakan darah , sehingga setiap penderita yang membutuhkan darah bisamemeperoleh darah dengan cepat,” tandasnya.
Ia menambahkan, POPTI NTT akan menggandeng PMI untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat NTT tentang penyakit Thalassemia dan cara mencegahnya.
Ketua DPD Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( KADIN) NTT, Boby Lianto mengatakan bahwa sumbangan ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pengusaha dan dunia usaha menyadari bahwa penanganan Covid-19 ini demi kelancaran dan kemudahan ekonomi dan terus mensupport.
Dikatakan Boby Lianto, dukungan KADIN sebelumnya yakni memberikan bantuan tabungan oksigen ke seluruh NTT.
Boby menyebut, Vaksinasi gotong royong yang sedang dilakukan ada 20.000. Dan salah satunya KADIN bekerjasama dengan Go To memberikan 30 unit mesin Konsentrator Oksigen yang akan dibagi ke seluruh NTT di 22 Kabupaten/ Kota.
“Dan RSUD Kota Kupang RSUD W.Z.Yohanes, Boromeus, RSUD S K. Lerik masing –masing 2 unit. Untuk Kabupaten Sikka RSUD Dr. TC Hillers 2 unit, Labuan Bajo 2 unit dan selain itu seluruh RSUD di Kabupaten lain masing –masing dapat 1 unit. Fungsi alat ini untuk memback-up saja jika mesin oksigen kurang,” pungkas Boby.
Turut hadir dalam acara tersebut VP Government Relation for Regional Operational Excellence Gojek, M. Chairil, Ketua KADIN NTT, Bobby Lyanto, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Prisila Q. Parera, dan juga serta para tamu undangan lainnya. (TD)












