Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H saat peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kelurahan Sikumana, Rabu (27/5/2026). (Foto: AL).
KUPANG, RANAKANEWS.com – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Jemaat Bukit Zaitun di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Rabu (27/5/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Penghubung GBIS Pusat, Pdt. dr. Sjacub Sutisna, perwakilan Badan Penghubung GBIS NTT, Pdt. Daud Ambesa, Ketua Majelis Daerah GBIS NTT, Pdt. Elisabeth Ambesa, S.Th., M.Th., Lurah Sikumana Getruida Isabela, Gembala Sidang GBIS Bukit Zaitun Sikumana Pdt. Stefanus H.D. Untono, S.Th., serta seluruh jemaat GBIS Bukit Zaitun Sikumana.
Dalam sambutannya, Jeffry menegaskan bahwa pembangunan fisik gedung gereja merupakan langkah penting bagi jemaat, namun harus diiringi dengan pertumbuhan iman.
“Pembangunan fisik gedung gereja ini adalah awal dari sebuah gerakan untuk menumbuhkan iman jemaat. Jangan hanya fokus pada gedung yang terlihat secara fisik, tetapi yang jauh lebih penting adalah pertumbuhan iman harus tetap menjadi prioritas utama dalam sebuah persekutuan,” ujarnya.
Sekda juga mengapresiasi sinergi para hamba Tuhan dan jemaat GBIS Bukit Zaitun Sikumana dengan Pemerintah Kota Kupang, khususnya dalam mendukung program sosial keagamaan dan pembangunan di Kota Kupang.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah, Jeffry mendorong panitia pembangunan untuk mengajukan proposal bantuan secara resmi kepada Pemerintah Kota Kupang agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
“Silakan masukkan proposalnya, nanti bisa langsung diantar ke kantor agar kami pelajari dan proses sesuai mekanisme yang ada,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Kain Egylivire, menjelaskan bahwa GBIS Bukit Zaitun Sikumana telah berdiri sejak 1995 dan saat ini melayani sekitar 50 kepala keluarga.
Menurutnya, kondisi gedung lama mulai rusak dan tidak lagi mampu menampung jumlah jemaat yang terus bertambah. Karena itu, jemaat bersama para hamba Tuhan sepakat membangun gedung baru di atas lahan seluas 1.800 meter persegi.
Pembangunan gereja tersebut ditargetkan rampung dan mulai digunakan untuk ibadah pada Desember mendatang.
Kain menyebutkan, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung baru diperkirakan mencapai Rp500 juta. Namun hingga kini, dana yang berhasil dihimpun dari swadaya jemaat baru mencapai Rp50 juta.
Karena itu, panitia membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk memberikan dukungan dan donasi demi kelancaran pembangunan rumah ibadah tersebut. (YT/RN)












