Sekda Kota Kupang Tekankan 3 Fokus Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Data

Sekretaris Daerah Jeffry E. Pelt (tengah) saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Stunting Tahun 2025 serta Pelaksanaan Analisis Situasi (ANSIT) Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Tingkat Kota Kupang Tahun 2026. (Foto: EH)

KUPANG, RANAKANEWS.com – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting di Kota Kupang harus dilakukan secara lebih terarah melalui pemanfaatan data yang akurat, integrasi program, serta pemantauan yang konsisten.

Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Stunting Tahun 2025 serta Pelaksanaan Analisis Situasi (ANSIT) Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 di Hotel Kristal Kupang, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para kepala perangkat daerah, camat se-Kota Kupang, kepala puskesmas, operator OPD, operator kecamatan, serta operator PLKB.

Dalam sambutannya, Jeffry menegaskan bahwa penanganan stunting tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan biasa. Menurutnya, diperlukan kerja yang lebih terarah dengan berbasis data agar setiap intervensi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan anak.

“Monitoring dan evaluasi serta analisis situasi sangat penting untuk memastikan seluruh program penanganan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda menekankan tiga fokus utama Pemerintah Kota Kupang dalam percepatan penurunan stunting.
Pertama, memastikan setiap kebijakan dimulai dari analisis situasi berbasis bukti guna mengetahui secara tepat lokasi permasalahan, kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi, serta layanan yang masih belum optimal.
Kedua, memastikan seluruh program dan anggaran penanganan stunting saling terintegrasi, sehingga tidak ada lagi program yang berjalan secara terpisah.
Ketiga, memperkuat sistem monitoring dan evaluasi berbasis digital agar perkembangan di lapangan dapat dipantau secara rutin dan transparan.

Jeffry menambahkan bahwa melalui kerja yang terarah, terukur, dan akuntabel, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memastikan setiap anak tumbuh sehat dan berkembang dengan baik.

Sementara itu, laporan panitia yang disampaikan oleh Plt Sekretaris dinas terkait Imelda Fonyke Nange menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendukung program nasional Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting serta menindaklanjuti aksi konvergensi stunting di daerah.

Ia mengatakan, saat ini pendekatan aksi konvergensi telah disederhanakan menjadi empat tahapan utama, yaitu analisis situasi, penguatan perencanaan, penguatan pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi.

Selain itu, kegiatan ini juga melakukan monitoring dan evaluasi capaian aksi konvergensi stunting di enam kecamatan se-Kota Kupang tahun 2025, sekaligus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, serta petugas lapangan.(CD/RN)

error: Konten dilindungi!