Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., mengukuhkan sekaligus melepas Kontingen National Paralympic Committee (NPC) Kota Kupang.(Foto: EH)
KUPANG, RANAKANEWS.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., mengukuhkan sekaligus melepas Kontingen National Paralympic Committee (NPC) Kota Kupang yang akan mengikuti Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Tahun 2026.
Pelepasan kontingen berlangsung di Aula Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jumat (18/9/2026).
Turut hadir Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Alan Y. Girsang, S.H., M.H., Ketua Kontingen NPC Kota Kupang Wilfridus Wene, serta jajaran pengurus NPC Kota Kupang.
Sebanyak 18 atlet akan mewakili Kota Kupang dalam ajang tersebut. Para atlet akan berlaga pada dua cabang olahraga, yakni atletik dan tenis meja. Dari total kontingen atlet tersebut, terdapat lima atlet perempuan dan 13 atlet laki-laki.
Dalam sambutannya, Jeffry menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada para atlet yang telah terpilih untuk membawa nama Kota Kupang.
Menurutnya, menjadi atlet yang dipercaya mewakili daerah merupakan sebuah proses yang tidak mudah. Di dalamnya terdapat latihan, kedisiplinan, perjuangan, serta komitmen untuk memberikan kemampuan terbaik.
Namun, Jeffry menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata ditentukan oleh posisi sebagai juara.
Ia menilai, seorang atlet harus memiliki integritas, rasa bangga dan mampu menjaga kehormatan daerah yang diwakilinya.
“Atlet yang sejati bukan nomor satu yang dia perlukan sebenarnya. Tetapi atlet yang sesungguhnya adalah atlet yang punya integritas sendiri, punya rasa bangga atas apa yang dia miliki. Itulah seorang atlet,” tegasnya.
Sekda Kota Kupang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Kupang itu meminta para atlet bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Bertandinglah dengan sportif. Junjung tinggi sportivitas karena itu yang paling utama sebagai seorang atlet. Kalau Tuhan izinkan kita juara, kita bersyukur. Kalau belum diizinkan juara, kita juga harus tetap bersyukur. Itulah mental seorang atlet, mental seorang petarung,” katanya.
Jeffry mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari proses seorang atlet. Hasil pertandingan, menurut dia, tidak boleh membuat atlet kehilangan jati diri maupun semangat untuk terus berkembang.
Keikutsertaan kontingen NPC Kota Kupang juga disebutnya memiliki makna lebih luas. Para atlet tidak hanya berkompetisi di arena olahraga, tetapi turut menunjukkan bahwa olahraga merupakan ruang yang terbuka bagi semua orang.
“Adik-adik ingin menunjukkan kepada kita semua, warga Kupang, bahwa insan olahraga tidak kenal batas, ruang, waktu dan kondisi. Untuk olahraga, dia bebas untuk semua. Siapa saja silakan, tidak ada sekat untuk olahraga,” ungkapnya.
Jeffry juga mengingatkan 18 atlet tersebut bahwa mereka membawa nama Kota Kupang dan mewakili masyarakat yang jumlahnya lebih dari 400 ribu jiwa.
Karena itu, ia meminta seluruh atlet tampil penuh percaya diri, menjaga nama baik daerah dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti pertandingan.
“18 orang ini pergi dalam sebuah kebanggaan, mewakili lebih dari 400 ribu jiwa di Kota Kupang. Ada 18 orang yang terpilih dan terseleksi. Saya percaya 18 orang ini akan bertanding dengan baik dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kontingen NPC Kota Kupang, Wilfridus Wene, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada kontingen NPC.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam pelepasan kontingen menjadi bentuk perhatian terhadap para atlet penyandang disabilitas.
“Kedatangan kami ke sini sebagai rasa syukur kami kepada Pemerintah Kota. Ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota masih memperhatikan kami, walaupun kami yang datang ini penuh kekurangan,” ungkapnya.
Wilfridus menegaskan, perhatian terhadap atlet penyandang disabilitas menunjukkan adanya kesempatan yang sama bagi seluruh insan olahraga untuk berprestasi dan membawa nama daerah.
“Pemerintah tidak membeda-bedakan atlet yang normal dan atlet disabilitas. Kita sama-sama membawa nama daerah ke luar. Apa pun yang teman-teman disabilitas raih, pasti teman-teman normal juga turut bangga. Kita sama-sama membanggakan daerah kita masing-masing,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kontingen NPC Kota Kupang akan mengikuti PEPARPEDA yang diperuntukkan bagi pelajar penyandang disabilitas. Pada ajang tersebut, Kota Kupang mengirimkan atlet untuk dua cabang olahraga, yakni atletik dan tenis meja.
“Sebentar pukul 18.00 WITA ada pembukaan PEPARPEDA, Pekan Paralimpik Pelajar. Khusus pelajar, kategori atlet yang kami bawa saat ini ada dua cabang olahraga, yaitu atletik dan tenis meja. Ada lima atlet perempuan dan sisanya teman-teman laki-laki,” jelas Wilfrid.
Keikutsertaan 18 atlet NPC Kota Kupang diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri dan membawa nama Kota Kupang di tingkat daerah.(YO/RN)










