Ekbis  

Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso (Kiri) bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kegiatan Final Conference Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (KARSA NUSA) 2026 di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026). (Foto: Humas BI NTT)

KUPANG, RANAKANEWS.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT menyelenggarakan Final Conference Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (KARSA NUSA) 2026 di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera”, forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha untuk membahas arah pembangunan ekonomi daerah berbasis riset, sekaligus memberikan apresiasi kepada para finalis call for paper KARSA NUSA 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan diseminasi pembahasan Riset Potensi Implementasi Free Trade Zone (FTZ) di Provinsi NTT.

Paparan disampaikan oleh tim peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana, sebagai bagian dari penelitian bersama Bank Indonesia mengenai peluang pengembangan kawasan perdagangan bebas di NTT dengan pengembangan model yang memadukan pusat logistik dan perdagangan lintas batas dengan agroindustri pangan.

Pembahasan dilanjutkan melalui diskusi publik bertajuk “Menata Masa Depan Ekonomi NTT: Memperkuat Struktur, Menggerakkan Transformasi, Memberdayakan Masyarakat”. Sesi ini menghadirkan Prof. Zaafri Ananto Husodo dari Universitas Indonesia, Dr. Maxensius Tri Sambodo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta budayawan Pater Dr. David Amfotis, SVD., M.A.

Pelaksanaan Final Conference Karsa Nusa ini menandai puncak rangkaian kegiatan Karsa Nusa 2026 yang secara resmi dibuka sejak 23 April 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso.

Dalam sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso menyampaikan bahwa KARSA NUSA bertujuan untuk mendorong lahirnya riset berkualitas yang mampu memberikan rekomendasi kebijakan strategis bagi pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur. Beliau menambahkan bahwa dengan membawa semangat Transformasi Ekonomi NTT melalui Riset dan Kolaborasi, KARSA NUSA 2026 berhasil menarik animo masyarakat, di mana sebanyak 251 paper berhasil terhimpun, dengan total 182 paper dari kategori umum dan 69 paper dari kategori mahasiswa, dari seluruh Indonesia.

“Kami berharap berbagai pemikiran yang lahir dari kegiatan ini dapat memperkuat upaya kita dalam mendorong perekonomian Provinsi NTT. Untuk itu, hasil penelitian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang konkret dan dapat dilaksanakan guna mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraanmasyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT, Bpk. Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia dalam memperkuat kajian ekonomi daerah dan membuka ruang kolaborasi melalui KARSA NUSA.

Gubernur Melki  menekankan pentingnya riset untuk membantu pemerintah menentukan prioritas dan merancang program dengan sasaran yang jelas serta hasil yang terukur.

“Riset membantu pemerintah menentukan prioritas, memahami penyebab persoalan, dan memilih langkah yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” ujarnya dalam sambutan apresiasi sekaligus penutupan KARSA NUSA 2026.

Melalui sinergi dan kolaborasi ini, Bank Indonesia terus mendorong penguatan budaya riset sebagai landasan perumusan kebijakan ekonomi daerah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Keberlanjutan kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha menjadi kunci agar hasil kajian dapat terus diperdalam dan diterjemahkan menjadi langkah pembangunan yang konkret. Dengan hubungan yang semakin erat antara riset dan kebijakan, KARSA NUSA diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat struktur ekonomi serta mendukung pertumbuhan NTT yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

 

error: Konten dilindungi!