KUPANG, RANAKANEWS.com – “Terima kasih kepada UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT atas terselenggarakan kegiatan Lomba Karya Tulis bagi Siswa dan Siswi SMA/SMK se-Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)”.
Ungkapan terima kasih ini disampaikan oleh salah satu Siswi SMAN 2 Kupang, Susan Langlaku usai menerima penghargaan (Piala dan Uang tunai,red) pada lomba Karya Tulis yang diselenggarakan oleh UPTD Museum NTT di Aula Gedung Serbaguna Museum di Bilangan Jalan Frans Seda, Nomor 64, Kota Baru, Kupang, NTT, Jumat (22/09/2023).
“Persiapan kami dengan waktu yang mepet 2 minggu ini sangat terbatas waktunya sehingga persiapan kami ini sangat diperhatikan baik-baik, kami berusaha untuk menampilkan yang terbaik. Dengan Judul ‘Kearifan Lokal Nira Lontar Sebagai Mata Pencaharian Tradisional Masyarakat Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur’. Kami yang datang 10 orang dari kelas XI dan XII tapi hanya 3 orang yang tampil,” ungkap Siswa Kelas XI itu.
Ia mengaku dirinya tidak menyangka bisa mendapat juara 1. “Tuhan begitu baik, kita bisa mendapat juara satu. Hadiah yang kami terima adalah Piala dan Uang tunai,” akui Susan bangga.
“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada UPTD Museum kiranya kegiatan ini terus ada di tahun kedepannya untuk generasi-generasi; adik adik kelas saya untuk datang mengikuti kembali disini untuk melatih mental mereka, agar mereka bisa memperoleh hasil karya tulis yang lebih baik lagi dari kami.
Harapan saya semoga kedepannya ada yang lebih baik lagi dari pada kami bisa menampilkan yang lebih baik lagi daripada kami, semoga ini menjadi pembelajaran bagi kami kedepan dijenjang lebih tinggi lagi mengenai karya tulis ilmiah,” pungkas Siswa Jurusan IPS itu.
Sementara itu salah satu Dewan Juri, Paulina M. Y.Kosat,S.Pd., M.Hum menurutnya kegiatan yang seperti ini, itu sangat bermanfaat sekali apalagi untuk adi-adik siswa/siswi SMA/SMK di Kota Kupang.
“Saya berharap bahwa nanti kedepannya kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kota Kupang tetapi juga menyeluruh untuk anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena untuk menggali potensi yang ada di NTT itu harus dilakukan, mulai dari sekarang, dan sampai akan datang nanti karena yang namanya potensi NTT mulai dari kebudayaan, kebahasaan, tradisi dan segala macam hal yang mengenai NTT itu masih sangat banyak untuk digali, kemudian untuk diperkenalkan keluar negeri atau diperkenalkan ke manca negara bahwa sesungguhnya kita NTT itu surga tersembunyi yang ada di Indonesia atau pun yang ada di dunia.
Jadi saya berharap tambah Jovin, bahwa melalui karya tulis ilmiah, nanti NTT pada umumnya lebih banyak dikenal lagi oleh orang lain kemudian nilai moral kemudian kebiasaan tradisi dan lain sebagainya itu menjadi bekal buat anak cucu nanti untuk bisa mempertahankan kehidupan dan bisa bersosialisasi membangun hubungan dengan orang lain lebih baik lagi, kemudian yang berikutnya lagi membangun suatu hubungan yang harmonis,” ungkap Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undana Kupang bersama Dosen Idris, S.Sos., M.Si, dan Omiano Sabu, S.Pd., M.Pd.
Lanjut Dosen Jovin sapaan akrabnya, mengatakan bahwa tujuannya adalah supaya banyak generasi muda lebih peka dan merasa bahwa kebudayaan yang kita punya ini adalah sesuatu yang menjadi manifestasi yang harus dipertahankan untuk bisa membangun kehidupan yang lebih baik lagi tetapi tidak terlepas dari norma, kemudian nilai yang berkembang di masyarakat.
Ia menyebutkan, Keputusan Dewan Juri, tentang susunan juara lomba Karya Tulis antar pelajar SMA/SMK se-Kota Kupang tahun anggaran 2023, Juara 1 diraih oleh SMAN 2 Kupang dengan perolehan nilai 4 (236, 97), Juara II SMAN 1 Taebenu Baumata dengan perolehan nilai 4 (211,64), Juara III SMA Katolik Giovani Kupang dengan perolehan nilai 6 (204, 02), Juara harapan 1 (satu) diraih oleh SMA Swasta Sta.Familia Sikumana dengan perolehan nilai (203,24), Juara V diraih oleh SMK Swastisari Kupang dengan perolehan nilai 202,28, Juara harapan 2 diraih oleh SMK Kencana Sakti dengan perolehan nilai 187, 76.
Sementara salah satu pendamping, Merlin Adam, Guru mata pelajaran Sejarah pada SMN2 Kupang ini mengatakan bahwa untuk pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini, kami berproses bimbingan selama kurang lebih 2 minggu. Dan bimbingan itu dilakukan di sekolah.
“Dimulai dari yang awalnya kami memilih judul; penentuan judul berdasarkan dengan masalah yang ada. Demikian kami berproses untuk membimbing siswa/siswi dan di dalam proses itu upaya diajarkan mulai dari kami berupaya agar anak-anak mengerti dan memahami bahwa tradisionalisasi kasanan budaya itu adalah identitas yang tidak boleh luntur. Jadi dalam judul kami ini mengenai “Kearifan Lokal Mata Pencaharian Tradisional Masyarakat Sabu Raijua NTT”.
“Kearifan Lokalnya Nira Lontar ini kami mengangkat bagaimana supaya masyarakat dan kaum-kaum muda mengerti bahwa di NTT khususnya di Sabu Raijua dia punya kearifan lokal yang luar biasa yaitu Nira Lontar, yang pemanfaatannya itu lebih kepada pemanfaatan menjadi Gula Lempeng dan Gula Sabu.
Tapi karena pengaruh arus globalisasi zaman ini banyak muda mudi yang punya pandangan yang statement untuk mengubah pemanfaatan yang baik dan benar ini menjadi pemanfaatan ke miras (minuman keras) nah ini yang menjadi masalah sehingga anak-anak dan kami sebagai tim mengangkat penulisan ini supaya mengajarkan, memberikan kesadaran, memberikan edukasi supaya muda mudi paham bahwa Nira Lontar yang merupakan mata pencaharian tradisional ini harusnya dipergunakan dengan baik dan benar sesuai dengan kasanan budaya yang ada. Dan tidak merubah kasanan aslinya.
Kalau terus dipergunakan untuk produksi miras, dengan sendirinya perlahan-lahan kasanan budaya Sabu ini akan hilang. Dia sebagai pulau Lontar akan berubah presepsinya menjadi bukan lagi pulau lontar. Jadi itu harusnya dipertahankan. Budaya kita identitas kita. Tanpa kita memperkenalkan identitas kita, siapa kita,” terang Marlin.
Pada kesempatan itu dirinya menyampaikan terima kasih kepada Museum yang menyelenggarakan kegiatan ini.
“Untuk UPTD Museum kami mengucapkan terima kasih karena betul-betul sangat bermanfaat dan sangat memberikan kesan yang luar biasa saat ini betul-betul membuat kami belajar, untuk lebih mengerti dan memahami pembuatan karya ilmiah yang baik dan benar itu seperti apa. Kami sangat memberikan apresiasi yang sangat luar biasa untuk Museum karena Museum sekarang terlalu sangat update. Update dengan lomba-lomba yang ada.
Jadi tidak dilupakan, tidak membosankan karena disini tempat kami untuk belajar. Dengan perlombaan-perlombaan ini menghilangkan stement-statement yang menyatakan bahwa Museum hanya tempat peninggalan barang-barang kuno.
Dengan perlombaan-perlombaan seperti ini mulai menunjukkan bahwa eksistensi Museum sebagai tempat belajar bukan tempat penyimpanan barang-barang kuno.
Kami berharap, perlombaan-perlombaan yang memberikan edukasi ini terus diselenggarakan sehingga anak-anak muda yang ada di NTT menjadi terus belajar memahami kasanan budaya masing-masing tanpa melupakan identitas mereka. Karena dengan kasanan budayanya mereka itu adalah identitas mereka.
Harapan untuk siswa, terus belajar, terus mencintai sejarah budayanya karena disinilah jati diri kita,” tutup guru mata pelajaran Sejarah.
Sementaran itu Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, APlinuksi M.S.Asamani, Sos., M.Si menutup kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih dan proficiat kepada semua pihak dan ucapan terima kasih kepada Dewan Juri yang sudah memberikan penilaianyang terbaik sesuai keahlian mereka dan hasilkan terbaik untuk semuanya.
Bagi para pelajar peserta lomba yang tidak meraih juara tidak perlu merasa berkecil hati. Apa pun juaranya itu hanya peringkat karena pada dasarnya semuanya juara. Juara untuk bagaimana bisa tampil dengan hasil karya sendiri.
Dirinya mengajak semua pihak terus bersinergi dalam menjadikan Museum sebagai tempat belajar tentang budaya masyarakat NTT melalui semua benda koleksi yang ada.
“Juga semua pihak diminta membangun Provinsi NTT menjadi lebih baik kedepan lewat dunia pendidikan, budaya dan Museum,” tutupnya. (TD)
