SMK Bangun Desa, 8 Desa di Kecamatan Semau Rebutan Kolaborasi dengan SMKN 4 Kupang

SEMAU, RANAKANEWS.com- SMK Bangun Desa yang diinisiasi oleh SMKN 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) disambut baik oleh 8 (delapan) Desa yang ada di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dengan Tagline “SMK Bangun Desa Kolaborasi Wujudkan Pariwisata Sebagai Prime Mover Ekonomi Desa Wisata” yang dilaksanakan di Kantor Camat Semau, pada Jumat (11/3/2022).

Program SMK Bangun Desa merupakan sebuah program yang bertujuan untuk melahirkan satuan pendidikan yang bersinergi dengan pemerintah desa agar desa menjadi pusat industri sehingga meningkatkan pendapatan bruto ekonomi desa dan penggerak ekonomi pendidikan serta kesehatan.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd mengajak siswa dan guru sebagai inisiatornya mengembangkan desa wisata di Kecamatan Semau.

“Sesuai dengan program Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terkait dengan pariwisata sebagai prime mover ekonomi masyarakat, untuk mengembangkan pariwisata itu tidak hanya soal destinasi wisata tetapi  juga simpul simpul pendukung pariwisata seperti ekonomi kreatif itu harus digalakkan juga dikembangkan. Karena itu SMKN 4 Kupang  sebagai salah satu SMK seni dan industri kreatif. Kami memiliki program atau bidang keahlian kriya kayu, kriya tekstil, keahlian seni rupa, desain komunikasi visual, desain interior dan tehnik forniture,” jelas Semi Ndolu.

“Dengan adanya kompetensi yang ada, selain teknik komputer jaringan, maka kami ingin berkolaborasi bersama sama dengan masyarakat mensinergikan potensi desa dan kompetensi SMK untuk menghasilkan aneka produk ekonomi kreatif berupa handycraft, pengembangan sentra, tenun ikat helong, fotografi dan agrowisata,” tambahnya.

Dalam hal pengembangan destinasi wisata, pihak SMKN 4 Kupang juga mendapat dukungan dari pengurus Gabungan Industri  Pariwisata Indonesia (GIPI) wilayah NTT dan sejumlah stakeholders lainnya.

“Konsep program ini telah saya sosialisasikan pada sejumlah pengusaha industri pariwisata di NTT dan Staf  Ahli Gubernur dalam Bidang Pendidikan, Prof. Willi Toisuta mendapatkan dukungan positif. Kecamatan Semau dipilih untuk mengimplementasikan konsep program ini sebagai wujud respon atas rencana penerbangan Kupang-Darwin-Dili  pada April 2022 mendatang, sehingga menurutnya masyarakat harus mendapatkan manfaat ekonomi dari kunjungan para tamu wisatawan, oleh karena itu produk ekraf maupun agrowisata di desa wisata harus disiapkan dengan sinergi kolaboratif bersama pemerintah kecamatan, desa serta masyarakat setempat,” jelas Semi Ndolu.

Selain itu program SMK Bangun Desa ini juga merupakan wujud implementasi link and match antara SMK dan BumDes yang ada di desa wisata sehingga produk-produk hasil karya siswa juga dapat diterima di pasar.

Pantauan media kegiatan ini dihadiri Sekcam Semau, Marthen K. Timate, S.Sos, 8 (delapan) Kepala Desa se-Kecamatan Semau, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Guru SMAN I Semau, Kasi Pem, Penenun, BumDes, Tokoh Pendidikan dengan mematuhi protokol kesehatan; menggunakan masker dan duduk jaga jarak.

Salah satu peserta yang hadir, Yesaya Buifena perwakilan dari Desa Letbaun mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran SMKN 4 Kupang di daerahnya itu.

“Terima kasih kepada Kepsek SMKN 4 Kupang dan rombongan, yang sudah jauh- jauh dari Kupang ke Kecamatan Semau; ke Desa Letbaun. Kami sebagai pemuda di Desa Letbaun sangat bangga dan berterima kasih dengan program SMK Bangun Desa yang diinisiasi oleh SMKN 4 Kupang karena semua mimpi kami untuk membangun Desa Letbaun yang kami cintai ini semuanya ada di program SMK Bangun Desa,” tutur Sato Biufena di sela- sela kegiatan.

Oleh karena itu lanjut dia, sebagai tulang punggung Desa Letbaun, “Kami siap dukung penuh program SMKN 4 Kupang untuk sama- sama membangun Desa Letbaun,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Diakuinya Desa Letbaun memiliki potensi pariwisata, pertanian, perikanan, tenun ikat Semau yang belum populer di mata wisatawan.

“Harapan kami hadirnya SMKN 4 Kupang bisa membimbing kami pemuda dan juga masyarakat umumnya untuk mengembangkan semua potensi yang ada di Desa Letbaun,” pungkas Sato. (TD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version