SMK Pelayaran Kota Kupang Tetap Unggul Ditengah Wabah, Jesica: Jangan Jadikan Wabah Covid-19 Sebagai Alasan Untuk Tidak Belajar

KUPANG, RANAKANEWS.com– Dunia  pendidikan hari ini benar-benar mendapat tantangan yang serius dari wabah Covid-19. Tahun 2022 adalah tahun ke dua bagi kita dalam menghadapi wabah tersebut yang mengakibatkan  tatanan dalam semua sektor kehidupan menjadi tidak terarah termasuk dalam sektor pendidikan. Kualitas output dari satuan pendidikan yang sebenarnya menjadi tujuan utama dunia pendidikan benar-benar di uji.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Kupang yang beralamat di Jl. Prof. Dr. Herman Yohanis, KM 12, Lasiana- Kupang yang merupakan salah satu sekolah kejuruan bagian pelayaran di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengalami nasib yang sama seperti sekolah-sekolah pada umumnya akibat wabah Covid-19.

Kepala SMK Pelayaran Kupang Jesica S. Sodakain, SH, saat ditemui wartawan media ranakanews.com di ruang kerjanya Senin (07/03/2022) mengatakan bahwa saat ini sistem pembelajaran disekolahnya masih menggunakan sistem pembelajaran tatap muka yang tentunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Menurut jesica, Sekolahnya masih menggunakan tatap muka karena output SMK Pelayaran merupakan tenaga siap pakai dan siap praktek sehingga kualitasnya harus menjadi prioritas.

“Kami masih menggunakan tatap muka karena SMK Pelayaran ini tenaga siap pakai dan siap praktek. Kalau misalnya praktek kita tunda terus-menerus bagaimana dengan kemampuan anak-anak di dunia kerja nanti, sehingga walaupun kami tetap memberlakukan sekolah tatap muka tapi tentunya tetap menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Saat ini kami menjalankan sistem sift yaitu untuk tingkat 1 kami jalankan dari jam 07:30 – 10;30 kemudian tingkat 2 mulai jam 11:00 sampai jam 13;30 dan yang terakhir jam 14:00 sampai jam 17:00 itu untuk tingkat 3.” ujarnya.

Menurutnya alasan yang paling masuk akal kenapa tetap memberlakukan sekolah tatap muka karena bukan hanya sekolah kejuruan yang lebih banyak prakteknya tetapi ada perbedaan yang sangat mendalam antara pembelajaran daring dan tatap muka yaitu kesulitan untuk mengontrol keseriusan anak-anak dalam belajar daring karena saat pembelajaran daring anak-anak lebih suka bemain game dan media sosial ketimbang keseriusan dalam belajar ilmu pengetahuan yang di berikan oleh guru.

“Dari pengalaman kami selama ini, kita memiliki data soal pembelajaran daring. Dari 30 an siswa yang ikut pembelajaran daring hanya 5-6 orang yang mengumpulkan tugas maka dari itu kesepakatan saya sebagai kepala sekolah dan dewan guru bersama yayasan memutuskan secara bersama untuk tetap berlakukan pembelajaran tatap muka disekolah walaupun dengan waktu yang singkat,” katanya.

Mengenai minat anak-anak untuk sekolah di SMK Pelayaran menurut Kepsek Jesica bahwa setiap tahun selalu mengalami peningkatan.

“Diawal tahun 2020 jumlah siswa baru adalah 60 orang dan mengalami peningkatan sebanyak 80 orang di tahun 2021 sehingga total siswa di SMK Pelayaran Kupang tahun 2021/2022 adalah 200 orang yang tersebar di 3 jurusan yaitu Nautika Kapal Niaga, Teknical Kapal Niaga dan Nautika Kapal Penangkapan Ikan yang merupakan jurusan baru,” sebut Jesica.

Jesica H. Sodakain, SH yang juga anggota KPPI NTT ini sangat mengharapkan peran serta dari pemerintah dalam membangun SMK Pelayaran Kupang mengingat output yang dihasilkan oleh Sekolah ini sudah tersebar banyak di dunia kerja.

“Karena merupakan sekolah Pelayaran pertama di NTT dan berada di tengah Kota Kupang seharusnya menjadi contoh untuk sekolah yang lain. Kami masih banyak kekurangan misalnya simulator kapal sebagai praktek anak-anak di sekolah, ruang belajar karena adanya peningkatan siswa, dan lain-lain yang butuh perhatian dan kerja sama agar kedepannya output yang kami hasilkan bisa bersaing lebih baik dengan sekolah pelayaran lain di luar NTT,” pintanya.

Jesica juga berpesan kepada siswa bahwa jangan jadikan Covid untuk alasan tidak mau sekolah, belajar itu penting karena persaingan di dunia kerja sekarang sangat tinggi.

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version