LEWOLEBA, RANAKANEWS.com- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lewoleba mamanfaatkan waktu belajar diluar ruangan dengan melaksanakan praktek lapangan dengan belajar membersihkan lahan pertanian. Seluruh pendidik dan peserta didik SMKN 1 Lewoleba semua dilibatkan dalam aksi nyata kegiatan pembersihan lahan.
Kegiatan pembersihan lahan tersebut untuk mempersiapkan tempat penanaman jagung yang akan dilakukan oleh Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultural (ATPH) SMKN 1 Lewoleba. Aksi ini merupakan bentuk dukungan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang coba dijawab oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.
Kepala Sekolah (Kepsek) Kristina Dudeng bersama Guru-Guru SMKN 1 Lewoleba memimpin langsung kegiatan pembersihan lahan milik orangtua peserta didik pada Sabtu (5/2/2022).
“Pembersihan lahan tersebut merupakan bagian dari Lintas sektor Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Koperindag bersama Bank NTT sebagai penyedia bibit, keuangan dan penadah hasil. Melalui Dinas P dan K, SMK menjadi ujung tombak untuk menyukseskan program Tanam Jagung Panen Sapi yang dicanangkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Sehingga seluruh SMK di NTT terutama jurusan pertanian, diwajibkan untuk menangkap peluang bagus ini. Sebab, mulai dari bibit, pupuk, hingga beli kembali hasil ke pihak ke tiga semua dilakukan oleh Bank NTT,” jelas Kepsek Kristina Dudeng.
Lahan seluas 2 (dua) hektar yang bertempat di Onga Kecamatan Lebatukan- Lembata ini dipilih dan disepakati oleh Bapak Hermanus Hebong selaku Kepala Program (Kapro), yang mewakili jurusan ATPH bersama Kepala SMKN 1 Lewoleba untuk dijadikan lokasi penanaman jagung.
“SMKN 1 Lewoleba saat ini belum memiliki lahannya sendiri, maka dari itu pihak sekolah mengambil inisiatif untuk bekerjasama dengan orangtua siswa yang bersedia lahannya dipakai dan diolah untuk menanam jagung. SMK pertanian siap sukseskan program Tanam Jagung Panen Sapi,” pungkasnya. (AWA/HL)