SMKN 4 Kupang Ditunjuk BBPPMPV BOE Malang sebagai Sekolah Pelaksanaan Studi Tiru

Foto bersama disela-sela kegiatan Peningkatan Kompetensi kepala sekolah untk kegiatan Tefa, Senin 25/3/2024). (Dok: TD/ranakanews.com)

KUPANG, RANAKANEWS.com – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang menggelar kegiatan Benchmarking atau studi tiru 20 Kepala Sekolah SMK se-NTT yang bertajuk ‘Peningkatan Kualitas dan Kompetensi  Berbasis Industri 4.0’. dilaksanakan di Aula SMKN 4 Kupang, Senin (25/3/2024).

Hadir narasumber BBPPMP BOE Malang, Iswindarti,S.Kom.,M.T, bersama Siswati, S.Kom,,M.T, Erfinah Hertamawati, dan Fitria Rachmawati,S.T.

Kegiatan Peningkatan Kualitas dan Kompetensi  Berbasis Industri 4.0 tersebut dihadiri dan didibuka oleh Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ayub Sanam,S.Pd.

Salah satu Tenaga Pengajar Siswati mengatakan, berkenaan dengan judul diklat kami, peningkatan dan kompetensi kepala sekolah khususnya untuk kegiatan Teaching Factory (TEFA). Konsep pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusanyang kompeten dengan kebutuhan pasar.

“Jadi harapan kami Bapak Ibu Kepala Sekolah yang kami diklat itu memiliki wawasan baru bagaimana menerapkan pelaksanaan pembelajaran Tefa di sekolah beliau masing-masing.

Nah kenapa kami memilih pelaksanaan Benchmarking di SMKN 4 Kupang, karena salah satu SMK yang sudah menerapkan Tefa jadi bisa menjadi contoh bagi Bapak Ibu Kepala Sekolah bisa menjadi inspirasi, bisa menjadi ide, pengalaman, supaya menjadi salah satu sumber untuk menerapkan Tefa di sekolah masing-masing,” jelas Siswati.

Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd.,M.Pd

Sementara itu Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu menyampaikan, “Kami berterima kasih atas ditunjuknya SMKN 4 Kupang sebagai sekolah tujuan untuk pelaksanaan Benchmarking di sini artinya kami bisa berbagi sesuai dengan semangat kurikulum merdeka untuk berbagi terutama praktek-pratek berkaitan dengan implementasi Tefa di SMK dan hal-hal lain yang berkaitan dengan manejemen SMK itu banyak ditanyakan oleh kurang lebih ada 7 penanya dari 20 peserta itu,” ujar Semi Ndolu usai kegiatan, di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Ketua MKKS SMK Kota Kupang ini menyampaikan, Ada beberapa keluhan –keluhan dari  sejumlah SMK yang hadir terutama menyangkut  dengan keterbatasan tenaga pendidik dan juga sarana prasarana itu menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama tetapi yang paling penting adalah pada peningkatan SDM dan semangat kolaborasi bersama  dengan mitra indutri  yang tentu saja kita perlu mencari jalan keluar agar proses pelaksanaan  implementasi Tefa di SMK itu bisa berjalan  sekalipun kita berada ditengah-tengah kondisi keterbatasan.

“Jadi harapan kami kedepan, agar program-program seperti ini bisa difollowup lebih lanjut terutama di dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para guru, dan juga tenaga kependidikan di SMK.

Saya melihat ada spirit, ada motivasi yang kuat dari peserta yang hadir hari ini di sini bahkan ada yang memberikan apresiasi yang luar biasa  pada SMKN 4, hampir tidak ada celahnya kata mereka.Tetapi bagi kami itu menjadi vitamin untuk kami lebih giat untuk  melakukan hal –hal besar tetapi  juga kami merasa diri masih banyak hal yang harus kami tingkatkan lagi untuk kedepan menjadi lebih baik,” ujar Semi Ndolu.

Ia juga menyampaikan Kepada peserta yang hadir hari ini yang mengikuti benchmarking di SMKN 4 mulai dari pertemuan formal sampai  dengan kunjungan langsung ke bengkel dan Lab prfaktek siswa harapannya supaya itu menjadi oleh-oleh berharga bagi mereka sekembalinya mereka dari sini, untuk mengimplementasi kan lebih baik di sekolah masing-masing.

“Beberapa diantara mereka diminta untuk  kami kedepan tetap bisa membantu berbagi informasi dan bahkan bisa berkunjung ke SMKN 4 lagi melalui program studi banding dari guru-gurunya  untuk sistem blok, kemudian proses pembelajaran Tefa, dan lain-lain itu yang menjadi harapan dari peserta tadi dan kami siap untuk  membantu sejauh yang bisa kami bantu,” pungkasnya.

Kepala SMKN 1 Adonara, Theodorus Sabon Doni.

Salah satu peserta yang hadir, Kepala SMKN 1 Adonara Kabupaten Flores Timur, Theodorus  Sabon Doni menurut Theo, kegiatan ini sangat bagus. Untuk meningkatkan kompetensi minejerial kepala sekolah dalam memimpin sebuah lembaga pendidikan khususnya di lembaga pendidikan sekolah menengah kejuruan.

Sehingga diharapkan hasil dari kegiatan ini adalah sekolah harus menghadirkan sebuah pembalajaran di sekolah dengan berbasis pada Tefa menuju di era industri 4.0. Sehingga diharapkan di sekolah Tefanya bisa jalan dan untuk meningkatkan kompetensi siswa, dalam hal paling pertama menjadi prioritas adalah kompetensi siswa untuk berwirausaha dan juga bisa bekerja sesuai dengan standar-standar di industri.

Lanjut Theo, harapan kepada BBPPMPV BOE Malang, kegiatan ini perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah di bidang Tefa,” pintanya.

Kepala SMKS Kencana Sakti Lidamanu Rote Ndao, Meldad Englid Rondo.

Hal senada disampaikan Kepala SMKS Kencana Sakti Lidamanu Rote Ndao, Meldad Englid Rondo mengatakan, tujuan kegiatan ini melakukan studi tiru untuk kegiatan model pembelajaran Tefa.

“Kami mengapresiasi kepada SMKN 4 Kupang di mana salah satu SMK di NTT yang menjadi contoh buat kami yang lain untuk melakukan pembelajaran Tefa di sini kami bisa tiru. Jadi walaupun kami jurusan tidak sama namun proses-prosesnya itu membantu kami berkembang ke depan. Harapannya semoga kami bisa mengimplentasikan ke sekolah kami masing-masing,” tutup Kepsek SMKS yang memiliki 2 program kompetensi keahlian yakni Pariwisata dan perawat itu. (TD)

error: Konten dilindungi!