Dukung Big Push, Yoseph Sani Bethan: Pemda Flotim Makin Realistis Terima Masukan Lembaga DPRD

Sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur yang makin realistis dan jujur menerima masukan, saran lembaga terhormat DPRD Flotim atas penyesuaian konsep pengelolaan serta volume Sapi dari jumlah 700 ekor ke 450 ekor dan 150 ekor, meskipun belum tuntas diputuskan karena masih dalam ruang negosiasi, termasuk proyek ayam, mendapat apresiasi Anggota Badan Anggaran DPRD Flotim Yoseph Sani Bethan. Ia berharap Pemda Flotim dan DPRD Flotim tetap berkomunikasi intens jelang tibanya Sapi.

Anggota Badan Anggaran DPRD Flotim dari Partai Golkar, Yoseph Sani Bethan saat berbicara di forum Rapat Banggar yang dipimpin Ketua DPRD Flotim, Albert Ola Sinour, Jumat 25 September 2026 malam dalam evaluasi kegiatan OPD dan penetapan APBD perubahan tahun 2026: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Anggota Badan Anggaran DPRD Flotim dari Partai Golkar, Yoseph Sani Bethan saat berbicara di forum Rapat Banggar yang dipimpin Ketua DPRD Flotim, Albert Ola Sinour, Jumat 25 September 2026 malam dalam evaluasi kegiatan OPD dan penetapan APBD perubahan tahun 2026: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Sikap realistis Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur dalam menerima masukan Lembaga DPRD Flotim dalam evaluasi sejumlah program Big Push tahun 2026, pada Dinas Pertanian, Disbunter dan Dinas Perikanan, yang tersisa 3 bulan lagi diapresiasi positif Anggota DPRD Flotim Partai Golkar Yoseph Sani Bethan, saat sidang Badan Anggaran, Jumat 25 September 2026, malam.

Bahkan, Nani Bethan yang dikenal sebagai politisi senior Flotim saat ini, mengakui, respons Pemda Flotim yang menerima berbagai masukan dan catatan serius lembaga DPRD Flotim itu, memberi sinyal positif terkait urusan proyek Sapi dan Ayam, yang mengalami penyesuaian kembali terhadap konsep pengelolaan dan volume.

Kendatipun, belum diketahui final berapa ekor Sapi yang diputuskan, karena masih dibuka ruang negosiasi jelang deadline tibanya Sapi dan Ayam.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Wartawan disebutkan, tahap awal ini tiba 230 ekor Sapi pada Senin, 28 September 2026.

“Memang, dalam rapat evaluasi belanja dan pendapatan, serta finalisasi anggaran perubahan APBD Flotim kali ini, Kita cukup prihatin dengan kinerja program Big Push, termasuk di Dinas Pertanian seperti yang disampaikan oleh Plt.Kadis Pertanian dalam laporannya seperti program Green House, lalu ada usulan tambahan anggaran Rp 9 M itu.

Demikian pula dengan Dinas Perikanan seperti lelang proyek Cold Storage yang tidak jalan sampai hari ini,”katanya kepada Wartawan, di sela-sela rapat Banggar DPRD Flotim.

“Memang, ada hal positif dalam rapat Banggar kali ini bahwa Pemda Flotim mulai bersikap positif, realistis dan jujur terhadap kemampuan sumber daya yang dimiliki dan waktu yang tidak cukup dalam mengeksekusi program.

Ruang komunikasi juga makin terbuka dan sejalan antara Pemda dan lembaga DPRD Flotim, terkait volume Sapi dan Ayam guna menghindari resiko terburuk, dengan memperhitungkan kondisi lapangan yang belum siap dan memastikan anggarannya bisa terserap secara baik,”ujar Nani Bethan.

“Ini yang selalu Kita ingatkan dalam rapat Banggar maupun Gabungan.

Bukan untuk menggagalkan, tapi merupakan mitigasi dan mendukung agar program bisa jalan, seperti Sapi dan Ayam.

Seperti ketika bicara Sapi hari ini, Pemda Flotim menerima masukan lembaga DPRD dan masyarakat, akhirnya berjiwa besar merevisi, walau  belum tuntas diputuskan apakah jumlah Sapi 450 ekor, Sebab, masih diberi ruang negosiasi antara Pemda Flotim dan penyedia jasa,, “tambahnya.

Menurutnya, Pemda Flotim mesti realistis dengan keadaan force majoure di lapangan sentra Sapi Wulokolo Tanjung Bunga.

Misalnya informasi terkait rumput, air, pagar yang belum siap, ditambah adanya laporan terbaru soal lahan terbakar,

“Prinsipnya, Kita apresiasi sikap Pemda Flotim yang selalu merespons apa yang disampaikan lembaga DPRD, termasuk urusan ganti Plt. Kadisbunter, yang akhirnya membuat urusan ini mulai jalan.

Tinggal bagaimana penataan nomenklatur, persiapan teknis selanjutnya terus digenjot untuk memastikan program Sapi dan Ayam jalan sukses.

Termasuk penataan lembaga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk urus bisnis Sapi dan Ayam, sebagaimana yang ditekankan Anggota DPRD Flotim Yosep Paron Kabon, ST bisa dibentuk secepatnya,”timpalnya dalam rapat Banggar, Jumat (25/9/2026) malam, maupun saat rehat di ruang lobi DPRD Flotim.

Green House Disoroti, Usulan Rp9 M Distan Dicermati Serius

Di lain pihak, Nani Bethan juga menyoroti kinerja Plt.Kadistan Yos Openg,S.Pt dan jajarannya yang punya  program Big Push, salah satunya terkait fakta program Green House, yang lamban, sementara waktu tersisa 3 bulan lagi.

“Kita khawatir, dari sumber daya tenaga, waktu yang ada dan perencanaan teknis yang tidak memadai, maka harus dievaluasi secara baik programnya.

Untuk itu, Dinas Pertanian mesti antisipasi secara matang. Boleh usul tambah dana Rp9 M dan kegiatan, tapi dari sisa waktu dan tenaga yang ada, bisa atau tidak dijalankan seperti yang diingatkan Wakil Bupati dalam rapat dan Anggota DPRD Pipin Fernandez,”ujarnya.

Pipin Fernandez bahkan agak keras mempertanyakan kemampuan Plt.Kadis Pertanian dan jajarannya bisa merealisasikan atau tidak rencana program yang diusulkan, dengan sisa waktu hanya 3 bulan.

Anggota DPRD Flotim Partai Golkar Daerah Pemilihan Adonara Barat, Adonara Tengah dan Wotan Ulumado ini, bahkan mengingatkan Dinas Pertanian bahwa urusan Green House yang ada di dalam wilayah Kecamatan Kota Larantuka saja belum beres.

“Salah satunya contohnya, Green House milik Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur di depan Kantor DPRD Flotim, yang belum dibuat sampai hari ini.

Fokus tuntaskan program yang ada dulu,”ujar Pipin Fernandez, mengingatkan.

Hal yang sama juga disampaikan Anggota Banggar lainnya Yakobus Mikael Krizik Basa Lewar.

Ia meminta Pemda Flotim agar benar-benar serius memastikan usulan program dan rencana anggaran kegiatan lahir dari kajian teknis yang matang.

“Seperti anggaran tambahan yang diajukan Dinas Pertanian sebesar Rp 9 M untuk perubahan APBD Flotim tahun 2026 tiga bulan, harus betul-betul matang dan secara realistis bisa dijalankan.

Jangan sampai seperti proyek Sapi dan Ayam di Disbunter yang menimbulkan polemik panjang, lantaran kajian teknis tidak disiapkan dengan baik,”tutupnya. (OLA)

error: Konten dilindungi!