KUPANG, RANAKANEWS.com – ChildFund Internasional di Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cita Masyarakat Madani NTT serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menghadirkan program Swipe Safe agar pelajar SMP, SMA dan SMK di Kota Kupang mengidentifikasi dan merespon risiko online.
Aplikasi Swipe Safe adalah aplikasi edukatif yang dikembangkan oleh ChildFund untuk memperluas efektivitas dan jangakauan Program Swipe Safe.
“Program Swipe Safe ini sasarannya anak-anak usia SMP dan SMA/SMK sehingga hari ini kami datang ke SMKN 1 Kupang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi. Dengan adanya aplikasi yang kami instal di Lab Komputer, oleh guru-guru TIK nantinya guru-guru TIK ini bisa mensosialisasikan ke anak-anak murid di sekolah tentang keamanan berinternet melalui aplikasi Swipe Safe ini. Karena aplikasi ini adalah aplikasi pembelajaran kepada siswa-siswi tentang bagaimana mereka melindungi diri dari bahaya yang ada di internet,” ujar Evi Daros, penanggung jawab Program Swipe Safe Keamanan Berinternet dari Yayasan Cita Madani, disela-sela kegiatan yang berlangsung di SMKN 1 Kupang pada Kamis (13/11/2025).
Evi mengatakan, program ini berfokus untuk menciptakan keamanan online bagi pelajar di Kota Kupang. Gagasan ini berangkat dari data masih tingginya kasus-kasus kekerasan di ranah digital pada anak di Kota Kupang.
Sekolah yang menjadi tempat dimana anak menghabiskan sebagian besar waktunya juga menjadi target intervensi Swipe Safe. Sejumlah 30 sekolah yang akan terlibat aktif dalam mempromosikan keselamatan daring melalui kolaborasi dengan dan integrasi modul dan prinsip-prinsip keamanan daring ke dalam lingkungan sekolah.
Kota Kupang dan juga Kabupaten Kupang untuk tahun ini sasarannya ada 30 sekolah. “Ini merupakan sekolah ketiga dimana kami melakukan menginstalasi apikasi Swipe Safe ini. Sebelumnya kami sudah lakukan di SMPN 8 Kupang ada juga SMPN 12 Kupang dan berikutnya nanti masih ada 27 sekolah lagi yang akan kami usahakan menginstal aplikasi ini ke sekolah- sekolah,” ujar Evi Daros.
Antusiasme guru-guru TKJ SMKN 1 Kupang terlihat dari keseriusan mereka dalam mengunduh aplikasi Swipe Safe tersebut.
Lebih lanjut Evi Daros menjelaskan tujuan Swipe Safe APPS adalah pertama, menyediakan materi Pelatihan Swipe Safe secara online yang sama dengan pelatihan secara offline.
Kedua, Meningkatkan kesadaran akan risiko online.
Ketiga, Membekali anak dengan keterampilan praktis
Keempat, Mendorong budaya digital yang positif.
“Aplikasi ini menggunakan teknologi yang progresif serta storytelling interaktif untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik bagi anak-anak dan remaja. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat memahami dunia maya dan cara berinteraksi yang aman di dalamnya,” jelas Evi Daros.
Keunggulan dari aplikasi Aplikasi Swipe Safe tersebut adalah pendekatan interaktif yang menyenangkan, Aksesibilitas yang luas. Konten yang relevan dan aktual.
Sekolah yang menjadi tempat dimana anak menghabiskan sebagian besar waktunya juga menjadi target intervensi Swipe Safe. Sejumlah 30 sekolah yang akan terlibat aktif dalam mempromosikan keselamatan daring melalui kolaborasi dengan dan integrasi modul dan prinsip-prinsip keamanan daring ke dalam lingkungan sekolah.
Melalui kehadiran program Swipe Safe, kata Evi Daros, lingkungan digital yang aman dan berdaya untuk anak-anak pelajar SMP dan SMA/SMK bisa terwujud. Dengan demikian, ruang digital yang lebih aman dan inklusif dapat tercipta.
Sementara itu, Ayub Sanam, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menurutnya aplikasi Swipe Safe memberi edukasi yang baik bagi anak-anak.
“Oleh karena itu sekolah harus memanfaatkan aplikasi ini karena ini di desain sesuai dengan konteks dan perilaku dari anak-anak kita bermedia online. Jadi harapannya anak-anak diminta untuk menggunakan aplikasi ini untuk menambah pemahaman mereka terkait dengan keamanan digital melalui aplikasi Swipe Safe. Dan harus lebih bijak bermedia sosial, berinternet karena sesuatu yang mereka tulis, mereka posting itu pasti akan tericord dan itu akan berdampak buruk pada rekam jejak pada anak itu sendiri dikemudian hari,” tegas Ayub Sanam. (TD)
