Tak Terima Keluarganya Divonis Covid-19, Keluarga Mengamuk di RSUD.DR.WZ.JOHANNES KUPANG

KUPANG, RANAKA-NEWS.Com- Keluarga pasien RSUD.DR.WZ.JOHANNES KUPANG , ngamuk saat kakaknya Yuliana Pulla Aduh (70) divonis pihak rumah sakit positive covid19. Kupang, (3/7/2021)
Aduh mulut terjadi antara keluarga pasien Yuliana Pulla Aduh bersama pihak perawat terjadi lantaran pasien dinyatakan positif covid19 di ruangan IGD Rsud.Dr.Johannes Kupang. 
Menurut keterangan Meri Pulla Pattipeilohy adik kandung pasien pada media,kakaknya (Pasien) dibawa ke rumah sakit umum Johannes awal mulanya disebabkan penyakit diare ,dan meninggal sekitar pukul.11.00 siang tadi. 
” Saya bawa kakak saya (pasien) ke UGD karena sakit diare bukan Covid19,saya bingung pernyataan dari pihak rumah sakit kalau mengatakan kakak saya (pasien) meninggal karena covid 19″ tuturnya. 
” kakak saya (pasien) selama ini tidak memiliki gejala-gejala terpaparnya covid19 dan tidak pernah keluar rumah sekalipun karena usianya yang sudah renta,dan saya minta bukti tes antigen dan tes swab  resmi yang dilakukan oleh pihak RSUD.Dr.Johannes Kupang untuk menyatakan bahwa pasien benar-benar meninggal karena terpapar covid19″ tandasnya
Menurut keluarga pihak rumah sakit belum memberikan informasi jelas terkait surat resmi dinyatakan pasien ini adalah pasien covid19 dan bukti dari pihak RSUD.Dr.Johannes Kupang. 
Sementara itu, salah satu pihak keluarga yakni Katerina Pulla, yang bersama-sama dengan pasien di dalam UGD menjelaskan,setelah masuk dirinya diminta untuk mendaftarkan pasien di ruangan data pasien dan setelah kembali dirinya melihat pasien sudah tak bernyawa dan sempat ditolong menggunakan alat bantu pernapasan oleh medis. 
“Saya lakukan pendaftaran di ruangan pendaftaran dan setelah saya kembali,saya melihat mama saya Yuliana dibantu oleh pihak medis dengan alat bantu pernapasan ,setelah itu dikatakan meninggal oleh salah satu perawat IGD” Jelasnya 
” Saya kaget dan langsung menanyakan penyebab meninggalnya ,lantaran dia hanya diare,dan menurut dokter yang menangani bahwa pasien meninggal karena covid19, saya geleng-geleng kepala dan tidak percaya” tuturnya
Menurut pihak keluarga, setelah dinyatakan meninggal karena covid 19,pasien sebelum dilakukan tes antigen dan tes swab sehingga ada kejanggalan di proses ini. Dan setelah itu, pihak keluarga juga diberikan salah satu petunjuk tes antigen dan di dalam petunjuk tersebut ada satu garis yang menunjukan pasien bukan pasien covid karena pasien dikatakan positif covid19 apabila petunjuk atau bukti tes antigen tersebut terdapat dua garis. 
Untuk diketahui bersama, sampai saat ini pihak media belum mendapatkan konfirmasi dari pihak IGD. RSUD.DR.WZ.JOHANNES KUPANG terkait hal ini. Dan pihak keluarga pasien sampai dengan saat juga belum memberikan tanda tangan persetujuan untuk pihak RSUD.Dr. Wz. Johanes Kupang  untuk menyatakan pasien meninggal disebabkan terpapar covid19. (HL)
error: Konten dilindungi!
Exit mobile version