Ketua Tim PkM Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang Asmulyati S.Saleh,SST.,M.Gz ( Kedua) dari kiri bersama mahasiswa foto bersama siswa saat kegiatan PkM program intervensi berbasis pendekatan partisipatif dan edutainment di SMA Negeri 4 Kota Kupang. (Foto: Ist).
KUPANG, RANAKANEWS.com – Tingginya angka prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia yang saat ini mencapai 32 persen memicu keprihatinan berbagai pihak. Kurangnya pemahaman mengenai pola makan gizi seimbang disinyalir menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi tersebut.

Merespons tantangan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang bersama mahasiswa menggelar program intervensi berbasis pendekatan partisipatif dan edutainment di SMA Negeri 4 Kota Kupang.
Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk berjalan secara berkelanjutan dengan target jangka panjang yang progresif. Melalui intervensi ini, tim menargetkan minimal 80 persen remaja putri peserta program mampu memproduksi media promosi kesehatan secara mandiri, 70 persen aktif mempublikasikan konten edukasi di media sosial, serta terbentuknya minimal satu komunitas Duta Gizi Sekolah sebagai agen perubahan.
Hingga bulan ini, pelaksanaan kegiatan telah berhasil merampungkan tahap awal penuntasan edukasi teori dan tahap pendampingan pembuatan video edukasi. Melalui metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok, para siswi SMA Negeri 4 Kota Kupang dilibatkan secara aktif untuk mengenali penyebab anemia, memahami dampaknya terhadap konsentrasi belajar, serta memanfaatkan bahan makanan lokal yang kaya akan zat besi sebagai solusi pencegahan. Antusiasme para peserta terlihat sangat tinggi sepanjang sesi diskusi yang menjadi fondasi pengetahuan kuat sebelum mereka melangkah ke tahap implementasi praktis.
Tahap Pelatihan pada akhir bulan agustus yang lalu. Pada fase tersebut, para remaja dibimbing secara teknis untuk memproduksi konten digital kreatif, seperti poster edukasi menggunakan aplikasi Canva dan video pendek interaktif melalui aplikasi CapCut.melalui pelatihan pembuatan video pendek interaktif, dari 10 peserta menghasilkan video pendek yang interaktif.
Tidak berhenti di situ, program ini juga menerapkan sistem pengawalan berkala. Tim PkM bersama mahasiswa akan melaksanakan pendampingan intensif pada bulan oktober hingga november 2026, Fokus pendampingan akan diarahkan pada penyempurnaan kualitas media promosi, pembentukan resmi komunitas Duta Gizi di sekolah, serta pembimbingan metode edukasi teman sebaya (peer educator) agar pesan gizi seimbang dapat terus tersebar luas dan berkelanjutan secara mandiri oleh pihak sekolah. Rangkaian program akan ditutup dengan Tahap Monitoring dan Evaluasi untuk mengukur efektivitas dan dampak nyata dari intervensi kesehatan ini.
Tentang Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM):
Kegiatan ini merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna meningkatkan literasi gizi, mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk promosi kesehatan di kalangan generasi muda, serta menekan angka anemia nasional sejak usia remaja.
Kontak Media:
Nama Tim Dosen: Ketua: Asmulyati S.Saleh,SST.,M.Gz
Anggota Tim Dosen: Alberth Matu Salak Bau Mali,S.Kep,NS.,MPH
Anggota mahasiswa: 1. Carolin Caritas 2. Atrin Wikuepa dan Astrin Tarapanjang
Instansi: Poltekkes Kemenkes Kupang
Nomor Telepon/WhatsApp: 08113824417
Email: asmulyatisaleh170689@gmail.com. (*/RN)












