KUPANG, RANAKANEWS.com – Dalam mendukung sanitasi kesehatan masyarakat, Yayasan Citra Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) memberikan bantuan berupa material pembangunan MCK untuk keluarga yang belum mempunyai Water Closet (WC) agar keluarga dapat menjaga kebersihan dan kesehatan.
Bantuan material pembangunan MCK ini adalah bentuk kepedulian Yayasan CIRMA kepada masyarakat yang kurang mampu.
Bantuan Pembangunan sarana mandi, cuci, dan kakus (CMK) untuk masyarakat yang belum memilikinya.
Vitoriano Fernandes, Koordinator warga Desa Oebelo menyampaikan rasa terima kasih kepada Yayasan CIRMA karena sudah memberikan material pembangunan MCK kepada 30 kepala keluarga (KK) untuk diawal Januari 2025. Material yang diberikan yakni Pasir, Semen, Batako, Besi, Seng Baja, Kloset, Cat Tembok, segala macam kebutuhan pembangunan MCK.
Menurut Viktorianus Fernandes, MCK sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LSM CIRMA NTT atas bantuan yang diberikan, memang kami saat ini membutuhkan toilet dan air bersih untuk warga, semoga LSM CIRMA terus maju, sukses dan semakin jaya,” ucap Viktor.
Senada dengan Viktor, penerima material pembangunan MCK, Oma Viktoria Da Conceicao menyampaikan terima kasih kepada LSM CIRMA NTT yang peduli kepada kami masyarakat kecil.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, berharap bukan hanya material pembangunan MCK, namun kami juga meminta akses saluran air bersih,” pinta janda 5 orang anak itu.
Sementara itu, Petrus Hayon selaku Penanggung Jawab Pelaksana Yayasan CIRMA NTT mengutarakan bantuan material pembangunan MCK ini adalah sebagai bentuk kepedulian LSM CIRMA terhadap warga yang belum memiliki MCK.
Menurut Petrus Hayon bahwa kegiatan untuk berbagi sudah menjadi kewajiban bagi semua orang apa lagi ini terkait dengan keluarga yang tidak mampu selayaknya kita bantu baik secara moril atau matriel.
“Kami berharap dengan adanya MCK ini warga dapat terbantu mendapatkan toilet sehingga tidak ada lagi warga yang buang sembarang air kecil ataupun air besar,” kata Petrus Hayon saat bersama warga penerima material pembangunan MCK di RT 18/ RW 07, Desa Oebelo, Lospalos Atas (LA) Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Kamis (23/1/2025).
Terpisah, Direktur Yayasan CIRMA NTT, John Mangu Ladjar mengungkapkan tujuan didirikannya Yayasan CIRMA NTT.
“Kita ingin memberikan kontribusi untuk mereduksi atau mengurangi kemiskinan ekstrem karena dari perjalanan Yayasan CIRMA sebenarnya banyak kita menemui keluarga-keluarga dengan kemiskinan yang sangat ekstrem baik di perkotaan maupun di daerah pedesaan,” ungkap John Ladjar.
Lebih lanjut Jhon Ladjar menjelaskan bahwa Yayasan CIRMA merupakan salah satu lembaga non pemerintah yang berorientasi pemberdayaan masyarakat multy dimensi.
“Meskipun baru berkiprah 2018, namun lembaga ini mampu bersaing secara internasional dalam merebut kepercayaan badan dunia terkait pengelolaan dana dunia sebesar 200.000 US Dollar. Dana sebanyak ini dipercayakan kepada empat lembaga non pemerintah di dunia. Dan yayasan CIRMA juga termasuk salah satunya,” ungkap Jhon Ladjar.
“Dilakukan Yayasan CIRMA sejak 2018 itu, kita berfokus pada sanitasi dan akses air bersih dan bagaimana menjadikan keluarga-keluarga miskin ekstrem itu memiliki akses yang cukup kepada air bersih dan sanitasi yang bisa mendukung mereka untuk mencapai hidup lebih layak dan bermartabat. Itu yang pertama kita bergerak di situ, “ ujar John Ladjar.
“Yang kedua itu, kita juga terlibat dalam program pencegahan stunting lewat kerja sama dengan vitamin Angels Amerika, sejak tahun 2018, untuk memberi kontribusi pada penurunan stunting di tingkat lokal di NTT. Dan di kota-kota kita yang intervensi. Kita berharap bahwa dengan program suplementasi vitamin A itu sebenarnyan bisa sedikitnya memberi kontribusi bagi pemerintah kabupaten/kota untuk bisa menurun kasus-kasus stunting yang terjadi di wilayah ini. Kita juga melalui program suplementasi vitamin A, kita juga memberikan pelatihan bagi petugas kesehatan yang di combine yakni kader kesehatan maupun bidan dan perawat yang ada puskesmas dan di pustu. Kita dua kali melakukan pelatihan itu,” tutur John Ladjar.
“Terkait bantuan yang kita berikan hari ini, menurut John Ladjar, memang bantuan ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua warga desa yang ada, akan tetapi diharapkan bantuan ini bisa meringankan kesulitan warga Desa Oebelo khususnya untuk bisa memulai pola hidup yang lebih sehat.
Hal itu dilakukan untuk membantu meringankan warga yang belum memiliki MCK atau jamban karena jika buang hajad sembarangan dapat terkena penyakit muntaber,” terang John Ladjar.
Komitmen Yayasan CIRMA untuk membantu masyarakat dalam bidang sosial tak pernah kunjung terhenti karena banyaknya yang membutuhkan bantuan maupun perhatian khususnya di bidang sosial ini . Ini yang patut ditiru oleh lembaga-lembaga lainnya, berharap berkolaborasi dengan pemerintah dan stakehorder.
“Kepada penerima bantuan, ini memang gratis, berharap menyelesaikan pembangunan tepat waktu.
Ia menambahkan, Program kerja Yayasan CIRMA selama Lima Tahun ke depan dapat mendampingi 300 kelompok tani yang terdiri dari 6000 penerima manfaat.
“Kita fokus pendampingan terhadap petani kecil. Pendampingan terhadap petani kecil masyarakat Timor Barat menjadi prioritas disebabkan petani kecil menjadi korban langsung dari dampak perubahan iklimyang tidak menentu. saya deskripsikan kekacauan iklim.
Sementara khusus masyarakat Kabupaten Kupang CIRMA telah menjangkau 370 Kepala Keluarga demngan jumlah jiwa terdiri dari 2000 jiwa. (MD)












