Daerah  

Tingkatkan Peran Kader,Prodi Keperawatan Poltekes Kemenkes Waikabubak Lakukan Terapi Pijat Bayi Untuk Cegah Stunting

WAIKABUBAK,RANAKANEWS.com – Ditengah tantangan perkembangan anak yang sangat optimal dan dalam rangka mendukung pencegahan kejadian stunting di Kelurahan Dira Tana,Dosen Prodi Keperawatan Waikabubak memandang penting dilakukannya intervensi yang tepat untuk meningkatkan peran kader dalam menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak pemerhati kesehatan yang mewakili tenaga kesehatan di masyarakat dalam memberikan pelayanan dan edukasi dini pada orang tua/pengasuh terkait perawatan anak secara holistic.

Melihat hal itu maka Tim Dosen Prodi Keperawatan Waikabubak melalui kegiatan pengabmas yang di ketuai oleh Grasiana F. Boa, S.Kep. Ns., M.Keb melaksanakan kegiatan pengabmas di Kelurahan Dira Tana dengn judul ‘Meningkatkan Peran Kader Untuk Mencegah Stunting Melalui Terapi Pijat Bayi’.

Terapi pijat bayi telah terbukti sebagai salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan nafsu makan anak dan mendukung pertumbuhan optimal. Sebelum melakukan kegiatan pengabmas pada kader di Kelurahan Dira Tana hari Rabu, 27 Maret 2024 Ketua Tim Pengabmas Ibu Grasiana F. Boa, S.Kep. Ns., M.Keb, terlebih dahulu melakukan sosialisasi kegiatan PKM pada Lurah dan para kader.

Setelah sosilisasi Tim pengabmas melakukan wawancara tidak terstruktur dengan beberapa kader dan Lurah terkait masalah-masalah yang terjadi di Kelurahan Dira Tana, dari wawancara tersebut didapatkan empat isu utama yaitu: 1) Rendahnya pengetahuan Kader tentang Aspek Tumbuh Kembang Anak; 2) Kurangnya kemampuan Kader dalam melakukan stimulasi pada anak menggunakan Buku KIA dan KKA; 3) Kurangnya keterampilan kader dalam melakukan Pijat Bayi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang serta mencegah Stunting. Melihat masalah di atas Tim pengabmas menyusun beberapa solusi yaitu: 1) Edukasi dan Pelatihan kader terkait tumbuh kembang; 2) Implementasi Penggunaan Buku KIA dan Kartu Kesehatan Anak (KKA) untuk pemantauan tumbuh kembang anak sesuai usia; 3).Demonstrasi Teknik Pijat Bayi. Tak lupa Grasiana juga menjelaskan tujuan dari kegiatan ini bagi para kader yaitu: 1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang pemantauan tumbuh kembang anak; 2). Meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pijat bayi sebagai salah satu cara preventif untuk mencegah stunting; 3) Mendorong penggunaan Buku KIA dan Kartu Kesehatan Anak (KKA) untuk memantau pertumbuhan anak secara berkala, dan untuk melihat sejauh mana keefektifan kegiatan ini tim pengabmas akan melakukan evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman dan keterampilan yang diperoleh kader.

Evaluasi ini akan melibatkan penggunaan buku KIA dan KKA untuk melihat apakah kader mampu memantau dan melaporkan perkembangan anak secara akurat serta melihat kemampuan kader dalam melakukan pemijatan pada bayi sesuai yang diajarkan oleh Tim Pengabmas.Sementara itu,Lurah Dira Tana Agustinus Moza, SE juga menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen Prodi Keperawatan Waikabubak adalah langkah yang sangat positif dan relevan bagi masyarakat Kelurahan Dira Tana.

Menurut Agustinus,inisiatif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam merawat anak-anak, khususnya melalui terapi pijat bayi, merupakan upaya yang tepat dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesehatan anak secara holistik. Lurah juga menegaskan bahwa komitmen dosen untuk memberikan edukasi mendalam dan pelatihan praktis kepada kader posyandu adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh komunitas.

Agustinus Moza juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kapasitas lokal dalam merawat generasi masa depan,”harap Agustinus Moza.

Setelah rehat sejenak Tim pengabmas melanjutkan kegiatan pelatihan, untuk kesempatan pertama Ririn Widyastuti SST, M.Keb,sebagai salah satu anggota Tim pengabmas memberikan edukasi mendalam kepada kader tentang aspek-aspek kunci dalam tumbuh kembang anak, termasuk memberikan pemahaman mengenai masalah jangka pendek dan panjang yang bisa terjadi jika pertumbuhan anak terganggu, beliau menyampaikan bahwa anak adalah generasi penerus yang tumbuh dan kembangnya perlu diperhatikan secara baik oleh orang tua maupun pengasuh, peran serta kader dalam proses ini sangat penting yaitu melalui pemantauan yang baik ketika orang tua/pengasuh mengantar anaknya ke Posyandu, Buku KIA dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak sesuai perkembangan usianya, jika terdapat masalah dalam tumbuh kembang anak segeralah ke dokter untuk memeriksakan anak tersebut agar diketahui secara dini masalah yang dialami anak.

Ririn Widyastuti juga menyampaikan interaksi yang penuh perhatian, nutrisi yang memadai, lingkungan yang merangsang, serta perhatian terhadap kesehatan mental anak sangat penting untuk memastikan mereka tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dessy Natalia Riti, S.Kep bersama Maria Mencyana P saghu, S.Kep. Ns. M.Kes,juga memberikan pelatihan kepada kader tentang cara memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia anak, serta cara memantau perkembangan anak menggunakan Buku KIA dan Kartu Kesehatan Anak (KKA). mereka mengatakan bahwa hal ini akan membantu kader dalam memberikan intervensi yang lebih tepat dan efektif. Penggunaan Buku KIA dan KKA tidak hanya mempermudah administrasi dan identifikasi anak, tetapi juga memberikan panduan yang jelas bagi petugas kesehatan dan orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak.

Dengan informasi yang tercatat dengan baik dan teratur, mereka dapat memberikan perawatan yang lebih terfokus dan tepat waktu, serta mengoptimalkan peluang anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat dan bahagia. Ini merupakan langkah penting dalam memastikan setiap anak memiliki masa depan yang cerah dan cemerlang.

Pada sesi ketiga Grasiana Florida Boa, S.Kep. Ns. M.Kep,mendemonstrasikan dan pelatihan praktis kepada kader tentang teknik pijat bayi yang efektif. Pijat bayi tidak hanya meningkatkan hubungan emosional antara Ibu dan anak,tetapi juga membantu dalam pencegahan stunting dengan merangsang pertumbuhan dan nafsu makan.Pijat bayi adalah praktik yang telah ada sejak zaman kuno dan menjadi bagian penting dari perawatan bayi di berbagai budaya di seluruh dunia.Ini bukan hanya sekadar rangsangan fisik, tetapi juga memiliki manfaat yang signifikan untuk perkembangan dan kesehatan bayi secara keseluruhan.

Grasiana F Boa juga menyampaikan manfaat Pijat Bayi yaitu 1) sebagai Stimulasi Fisik, pijatan lembut pada bayi membantu merangsang sirkulasi darah dan sistem saraf, yang berkontribusi pada perkembangan fisik mereka. Ini juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi ketegangan otot; 2) Penguatan Ikatan Emosional, Proses pijat bayi membangun ikatan emosional antara bayi dan orang tua atau pengasuhnya. Sentuhan yang penuh perhatian dan kasih sayang dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan bayi terhadap lingkungan sekitarnya; 3) Stimulasi Sensorik: Pijat membantu bayi mengembangkan indra sentuhan mereka, yang penting untuk perkembangan sensorik dan persepsi mereka terhadap dunia sekitarnya; 4) Pengelolaan Rasa Tidak Nyaman, Pijat dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan yang terkait dengan kolik atau gangguan pencernaan ringan pada bayi.

Gerakan lembut pada perut dapat merangsang pencernaan dan mengurangi gas; 5) Relaksasi dan Peningkatan Kebugaran, Pijat membantu merilekskan otot-otot bayi dan meningkatkan keadaan psikologis mereka secara keseluruhan. Bayi yang sering mendapat pijatan cenderung lebih tenang dan mudah tertidur.

Diakhir penjelasan Grasian menyampaikan bahwa dengan pijat bayi, bukan hanya tubuh mereka yang dirawat dengan lembut, tetapi juga ikatan emosional yang diperkuat antara orang tua dan bayi mereka. Praktik ini tidak hanya memberikan manfaat fisik seperti relaksasi dan stimulasi perkembangan, tetapi juga memperkaya pengalaman perawatan bayi dengan sentuhan kasih sayang yang tak ternilai.

Dalam kehangatan lingkungan yang tenang dan penuh perhatian, pijat bayi tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi momen yang mendalam dalam membentuk hubungan yang sehat dan bahagia antara bayi dan keluarganya,dampak yang diharapkan ialah akan terjadi peningkatan dalam kemampuan merawat anak secara efektif di tingkat komunitas,”ungkap Grasiana Boa.(*)

error: Konten dilindungi!