Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni (tengah) foto bersama usai menutup kegiatan Expo Panggilan Komunitas Hidup Bakti se-Kota Kupang, Minggu (4/5/2026). (Foto: Yoseph Suri Bitin).
KUPANG, RANAKANEWS.com – Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni secara resmi menutup rangkaian kegiatan ‘Expo Panggilan Komunitas Hidup Bakti se-Kota Kupang,’ yang diselenggarakan sejak Minggu, 29 April hingga Minggu, 3 Mei 2026. Dengan Tema “Mendengar Suara Tuhan di Tengah Arus Media Digital”. yang dipusatkan di lapangan Gereja Paroki St. Fransiskus dari Assisi BTN-Kolhua Kupang.
Acara penutupan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para biarawan- biarawati se-keuskupan Kupang, Komunitas – komunitas Kristiani serta umat Paroki St. Fransiskus dari Assisi BTN- Kolhua Kupang.
Kegiatan expo panggilan yang dilakukan bersama ini merupakan kegiatan expo panggilan yang sudah ke tiga kalinya dilakukan di Paroki St. Fransiskus dari Assisi BTN-Kolhua Kupang.
Pastor Paroki St. Fransiskus dari Assisi BTN-Kolhua Kupang, RD. Logginus Bone menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif pastor paroki dan rekan-rekan bersama enam komunitas hidup bakti yang berdomisili di Paroki St. Fransiskus Assisi BTN- Kolhua Kupang. Melalui kerja sama mulailah dibentuk kegiatan expo panggilan tersebut.
Dalam sambutan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni menekankan bahwa semua yang hadir dalam perayaan ekaristi mengambil bagian dari karya keselamatan ini. Kebangkitan Kristus bukan hanya sebuah peristiwa iman tetapi juga sumber panggilan. Panggilan untuk hidup baru dan untuk transformasi. Panggilan untuk mencintai secara tetap.
Uskup juga menekankan bahwa expo panggilan yang dilakukan selama empat hari merupakan sebuah kesempatan berahmat bagi umat, khususnya bagi kaum muda untuk semakin mengenal dan untuk menanggapi panggilan masing – masing.
“Panggilan dalam hidup itu memang berat, ada yang dipanggil dalam hidup imamat, hidup bakti, hidup berkeluarga dan juga untuk melayani di tengah masyarakat. Tetapi semua itu berakar pada suatu sumber yang sama yaitu kasih Allah yang begitu besar,” ujar Uskup.
Harapan Uskup Agung Kupang untuk meningkatkan kegiatan expo panggilan ke tingkat keuskupan. Kesaksian hidup dan karya telah menyatakan bahwa Tuhan terus berkarya di tengah jeritan.
Uskup berpesan secara khusus bagi kaum muda bahwa ‘jangan takut untuk membuka hati terhadap suara Tuhan dalam dunia yang memiliki berbagai pilihan dan juga tantangan namun pasti. Percaya bahwa setiap panggilan membawa sukacita sejati yang semakin bermakna di tengah krisis amal dan bahkan kita alami dewasa ini yang dikritis arah kemana kita pergi. Krisis makna apa yang dilakukan dan prinsip kehidupan.
Ia juga mengutip dalam Sabda Tuhan tentang ‘Akulah jalan kebenaran dan hidup yang sesungguhnya merupakan diaknosis yang terpercaya. Hal ini berarti bahwa semua krisis hidup yang dialami bukanlah kebijakan, bukanlah pencipta ambisi atau terobsesi sifat manusiawi kita. Namun jawabannya adalah seorang pribadi yang dijumpai dalam iman, melalui sakramen, komunitas, dan uskupnya dalam Gereja. Dialah satu-satunya jalan yang tidak hanya membawa kita kepada Sabda tetapi menyikapkan siapa sesungguhnya diri kita. Yakni batu-batu hidup yang digunakan untuk pembangunan rumah rohani dalam peziarahan kita untuk mengenal hakekat hidup kita. Kristuslah yang memanggil kita untuk mengambil bagian dari karya keselamatan dan hanya pada Dia sendiri kita berkata inilah aku, utuslah aku yang telah berkenan dihadirat-Mu. Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.
Rangkaian acara penutupan ini ditutup dengan misa bersama yang bertepatan dengan minggu paskah ke-5, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah bersama Bapa Uskup Kupang, di Sula Paroki sekaligus sambil menikmati acara yang ditampilkan oleh Vocal Solo dari STIPAS, drama dari Skolapios dan Skolapias, Paduan suara dari CMF dan OMK St. Fransiskus Assisi Kolhua, asambel dari STSM, teater tarian dari OHFS dan tarian Manggarai dari PRR. (YSB/TD)












