Warga Minta Penjabat Bupati Flotim Turun Selesaikan Polemik Tabana Vs Pantai Oa

Koordinator Masyarakat Adat Tabana (MAT) Antonius Dopi Liwu, SH (ujung kiri) sedang berbicara dengan Camat Wulanggitang, Drs. Fredy Moat Aeng, di Balai Dusun Tabana belum lama ini untuk meminta kehadiran Penjabat Bupati Flotim, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si di Tabana guna tengahi Musyawarah adat MAT Vs Pantai Oa, akibat sudah dua kali ketidakhadiran Pantai Oa.

LARANTUKA, RANAKANEWS.com- Polemik panjang antara Masyarakat Adat Tabana (MAT) Desa Waiula dan Pemerintah Desa bersama Masyarakat Pantai Oa Kecamatan Wulanggitang, yang tak kunjung selesai sejak November 2022,

Saat proyek air bersih ke Desa Pantai Oa masuk yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022, melalui Kementerian PUPR Republik Indonesia,

Butuh campur tangan serius Pemda Flotim untuk menengahinya, sekaligus menghindari pecahnya konflik terbuka.

Pasalnya, hasil kesepakatan melalui Berita Acara yang dibuat, Selasa, 24 Januari 2023 oleh kedua belah pihak di Kantor Camat Wulanggitang, yakni Proses pembangunan proyek air bersih tetap jalan dan Sanksi Adat dari Masyarakat Adat Tabana ke Desa Pantai Oa juga tetap berjalan, ternyata tak dipatuhi pihak Pemdes bersama masyarakat Pantai Oa hingga kini.

Bahkan, pasca ditandatangani Berita Acara, dan pembacaan tuntutan adat MAT Tabana, Selasa, 14 Februari 2023, dihadapan Utusan Pemda Flotim, yang dipimpin Asisten I Drs.Abdul Razak Jakra,M.Si, yang berlangsung di Balai Dusun Tabana, namun tak pernah ditanggapi serius pihak Pantai Oa.

“Mereka (Pantai Oa,red) tak pernah penuhi undangan Kami. Sudah 2 kali diundang tapi tak pernah datang. Padahal, itu sesuai hasil kesepakatan Berita Acara, Selasa, 24 Januari 2023.

Olehnya, Kami minta tolong agar Pemda Flotim, dalam hal ini Bapak Penjabat Bupati Flotim, Drs. Doris Alexander Rihi,M.Si bisa turun langsung tengahi dan pertemukan kedua belah pihak. Pemdes bersama masyarakat Pantai Oa harus dihadirkan memenuhi kewajibannya ke MAT Desa Waiula,” tegas Koordinator Masyarakat Adat Tabana, Antonius Dopi Liwu, SH kepada Media, belum lama ini.

Menurutnya, sangat dibutuhkan kehadiran secara langsung Bapak Penjabat Bupati Flotim, agar bisa menengahi urusan musyawarah adat ini secepatnya, guna mengantisipasi konflik terbuka yang bisa saja terjadi, jikalau pihak Pantai Oa tetap tak patuhi hasil kesepakatan Berita Acara, Selasa, 24 Januari 2023.

Terkait hal ini, sebut Anton Liwu lagi, pihaknya juga telah melayangkan Surat Somasi ke Pantai Oa agar segera memenuhi kewajiban adatnya.

“Kami sudah Somasi pihak Pantai Oa, agar segera penuhi kewajiban adat ke Tabana. Kami juga sudah sampaikan ke Camat Wulanggitang terkait ini, dan minta tolong bisa komunikasikan ke Penjabat Bupati Flotim, agar turun langsung ke Tabana. Supaya musyawarah tuntutan adat ini bisa berjalan dengan baik, dan dihadiri Pantai Oa,”sambung Anton Liwu.

Ia juga berharap, Aksi Puasa Pembangunan berthemakan ‘Keadilan Ekologis Sebagai Ekspresi Iman,” oleh Stasi St.Agustinus Tabana bersama MAT, dengan menanam sejumlah jenis pohon di Kawasan Mata Air Ongan Bele dan Bukit Bolan bisa menjadi pintu masuk yang baik bagi Pantai Oa, agar bersedia hadiri musyawarah adat menuju jalan damai.

“Olehnya, sekali lagi, Kami sangat butuhkan peran penting Bapak Penjabat Bupati Flotim untuk bisa pertemukan Kami dan Pantai Oa, sekaligus menyaksikan penyelesaian secara adat Tabana,” tutupnya. (OLA/RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version